0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Qatar Spesial

    Iran Serang Ladang Gas Cair Terbesar di Dunia di Qatar yang Terkait dengan AS - Tribunnews

    6 min read

     

    Iran Serang Ladang Gas Cair Terbesar di Dunia di Qatar yang Terkait dengan AS


    QatarEnergy, perusahaan minyak milik negara Qatar, mengatakan bahwa kerusakan parah terjadi setelah Kota Industri Ras Laffan menjadi sasaran serangan

    Iran Serang Ladang Gas Cair Terbesar di Dunia di Qatar yang Terkait dengan AS
    Ringkasan Berita:
    • Kementerian Dalam Negeri Qatar sebelumnya mengatakan bahwa personel pertahanan sipil sedang menghadapi kebakaran di daerah Ras Laffan setelah serangan Iran.
    • Kementerian mengatakan bahwa kebakaran di daerah Ras Laffan pada awalnya dapat dikendalikan, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

     

    SERAMBINEWS.COM - QatarEnergy, perusahaan minyak milik negara Qatar, mengatakan bahwa kerusakan parah terjadi setelah Kota Industri Ras Laffan menjadi sasaran serangan rudal, tak lama setelah kementerian dalam negeri negara tersebut melaporkan kebakaran akibat serangan Iran di daerah tersebut.

    "Tim tanggap darurat segera dikerahkan untuk mengatasi kebakaran yang diakibatkannya," kata eksportir LNG terbesar kedua di dunia itu dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu. 

    Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dan semua personel diperhitungkan, katanya.

    Dalam sebuah pernyataan, Qatar mengutuk serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya. 

    Baca juga: Israel Menggila Lagi, Bombardir Ladang Gas Iran, Terlihat Kobaran Api Besar

    Iran bersikeras menargetkan Qatar dan negara-negara tetangganya dengan "pendekatan yang tidak bertanggung jawab", tambah kementerian luar negeri Qatar.

    Kementerian Dalam Negeri Qatar sebelumnya mengatakan bahwa personel pertahanan sipil sedang menghadapi kebakaran di daerah Ras Laffan setelah serangan Iran.

    Kementerian mengatakan bahwa kebakaran di daerah Ras Laffan pada awalnya dapat dikendalikan, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

    Peringatan evakuasi untuk beberapa fasilitas minyak

    Ras Laffan, terletak 80 km sebelah utara Doha, adalah pusat industri energi dan menampung beberapa perusahaan internasional.

    Ras Laffan ditengarai dioperasikan oleh Qatar dengan dukungan saham atau keterlibatan perusahaan minyak AS.

    Iran sebelumnya mengeluarkan peringatan evakuasi untuk beberapa fasilitas minyak di seluruh Arab Saudi, UEA, dan Qatar, termasuk Kilang Ras Laffan, mengatakan mereka akan menjadi sasaran serangan "dalam beberapa jam mendatang", media pemerintah Iran melaporkan.

    Instalasi LNG Ras Laffan Qatar sedang dievakuasi, sebuah sumber dengan pengetahuan tentang masalah ini mengatakan pada hari Rabu, menyusul ancaman Iran untuk menyerang fasilitas energi Teluk.

    Fasilitas Energi di Negara Teluk yang Terkait dengan AS

    Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengatakan fasilitas produksi energi regional yang terkait dengan Amerika Serikat akan menjadi abu ketika pasukan elit bersiap untuk menanggapi serangan terhadap lokasi produksi gas alam Iran.

    Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya IRGC Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari mengatakan pada hari Rabu bahwa serangan Iran akan menargetkan negara-negara yang wilayahnya digunakan untuk melancarkan serangan udara terhadap fasilitas gas Iran pada hari sebelumnya.

    “Infrastruktur bahan bakar, energi dan gas alam dari sumber invasi akan dibakar dan menjadi abu sesegera mungkin,” kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi.

    Sebelumnya pada hari Rabu, IRGC mengeluarkan catatan peringatan kepada orang-orang yang tinggal di dekat lima fasilitas produksi energi utama di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar, untuk segera mengungsi guna melindungi kehidupan mereka dari serangan balasan Iran.

    Peringatan itu muncul tepat setelah Kementerian Perminyakan Iran mengatakan empat fasilitas penyulingan di Asaluyeh, sebuah kota pesisir Teluk Persia yang menjadi rumah bagi instalasi pengolahan gas Iran, telah mengalami kerusakan akibat serangan udara AS-Israel.

    Sementara itu, komandan Laksamana Muda Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri mengatakan dalam sebuah postingan di akun X-nya bahwa pasukan tersebut telah memperbarui targetnya untuk memasukkan “instalasi minyak yang terkait dengan AS.”

    Tangsiri mengatakan IRGC akan menembaki instalasi tersebut dengan paksa dan dengan kekuatan penuh.

    “Kami memperingatkan warga dan pekerja untuk menjauhkan diri dari instalasi ini,” katanya dalam postingan.

    Iran telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS dan aset lainnya di negara-negara regional sejak dimulainya agresi AS-Israel pada 28 Februari.

    Namun, infrastruktur minyak dan gas terhindar untuk mencegah gangguan besar terhadap pasokan energi regional dan internasional.

    Pihak berwenang Iran telah memperingatkan bahwa fasilitas tersebut juga akan diserang jika lokasi terkait di Iran terkena serangan.

    Serangan hari Rabu dan tanggapan yang direncanakan Iran diperkirakan akan menyebabkan lonjakan besar dalam harga energi internasional, dengan para analis memperingatkan bahwa mereka bisa jauh melebihi $ 150 per barel, naik hampir tiga kali lipat dibandingkan sebelum agresi terhadap Iran.(*)


    Komentar
    Additional JS