0
News
    Home Ayatollah Ali Khamenei Berita Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah Mojtaba Khamenei Spesial

    Siapa Mojtaba Khamenei? Putra Ali Khamenei yang Disebut Calon Pemimpin Baru Iran Gantikan Sang Ayah - Tribunnews

    9 min read

      

    Siapa Mojtaba Khamenei? Putra Ali Khamenei yang Disebut Calon Pemimpin Baru Iran Gantikan Sang Ayah

    Mojtaba Khamenei disebut sebagai kandidat kuat pemimpin tertinggi Iran setelah tewasnya Ali Khamenei dalam serangan AS–Israel.

    Ringkasan Berita:
    • Mojtaba Khamenei disebut sebagai kandidat kuat pemimpin tertinggi Iran setelah kematian ayahnya, Ali Khamenei, dalam serangan AS–Israel.
    • Putra kedua Khamenei itu dikenal berpengaruh di lingkaran kekuasaan Iran dan memiliki hubungan dekat dengan IRGC meski tidak pernah memegang jabatan publik.
    • Keputusan pemimpin baru Iran akan ditentukan oleh Majelis Pakar di tengah situasi perang dan ketidakstabilan politik di negara tersebut.

     

    TRIBUNNEWS.COM - Nama Mojtaba Khamenei kembali menjadi sorotan setelah kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

    Khamenei terbunuh dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran pada Sabtu (28/2/2026), akhir pekan kemarin.

    Sejumlah media Barat dan Israel melaporkan Mojtaba Khamenei kini muncul sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.

    Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi dari otoritas Iran terkait proses suksesi tersebut.

    Profil Mojtaba Khamenei

    Dilansir dari berbagai laporan media internasional, Mojtaba Khamenei merupakan putra kedua Ali Khamenei.

    Al Jazeera menulis, Mojtaba dikenal sebagai ulama garis keras yang memiliki pengaruh kuat di lingkaran dalam kekuasaan Iran.

    Mojtaba dilaporkan selamat dari serangan yang menewaskan ayahnya karena tidak berada di lokasi saat kompleks kediaman pemimpin tertinggi di Teheran diserang.

    Meski tidak pernah mencalonkan diri dalam pemilihan umum atau memegang jabatan publik, Mojtaba selama bertahun-tahun disebut memiliki pengaruh besar di balik layar pemerintahan Iran.

    Kedekatan dengan Garda Revolusi Iran

    Mojtaba diketahui memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), kekuatan militer elit yang menjadi pilar utama kekuasaan negara tersebut.

    Dalam beberapa tahun terakhir, nama Mojtaba semakin sering disebut sebagai calon penerus utama Ali Khamenei yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.

    Jika Mojtaba benar-benar naik menjadi pemimpin tertinggi, banyak analis menilai hal itu dapat memperkuat dominasi faksi garis keras dalam pemerintahan Iran.

    Situasi tersebut juga berpotensi memperkecil peluang negosiasi dengan negara Barat dalam waktu dekat, terutama di tengah meningkatnya konflik regional.

    Baca juga: Putra Ali Khamenei, Mojtaba, Dilaporkan Terpilih Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran Berikutnya

    Sosok yang Jarang Muncul di Publik

    Isu suksesi pemimpin tertinggi di Iran merupakan topik yang sangat sensitif.

    Mojtaba Khamenei sendiri jarang tampil di depan publik dan hampir tidak pernah memberikan pidato politik atau khutbah terbuka.

    Bahkan banyak warga Iran yang mengaku belum pernah mendengar langsung suaranya meski namanya sering disebut dalam lingkaran kekuasaan.

    Tuduhan Peran dalam Penindasan Demonstrasi

    Sejumlah kelompok oposisi Iran selama hampir dua dekade juga menuduh Mojtaba terlibat dalam penindasan terhadap demonstrasi anti-pemerintah.

    Tuduhan tersebut antara lain terkait dengan penanganan aksi protes besar yang dikenal sebagai Gerakan Hijau Iran 2009 setelah kemenangan pemilu presiden yang kontroversial oleh Mahmoud Ahmadinejad.

    Sejak saat itu, pasukan paramiliter Basij yang berada di bawah pengaruh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kerap menjadi ujung tombak dalam meredam berbagai gelombang protes nasional di Iran.

    Kontroversi Kekayaan dan Jaringan Ekonomi

    Selain peran politiknya, beberapa laporan media Barat juga menyebut Mojtaba memiliki jaringan ekonomi luas yang diduga terkait dengan berbagai aset di sejumlah negara.

    Namun tuduhan tersebut belum pernah secara resmi dikonfirmasi dan Mojtaba sendiri tidak pernah memberikan tanggapan publik.

    Status Keulamaan Mojtaba

    Dari sisi keagamaan, Mojtaba Khamenei saat ini menyandang gelar hojatoleslam, yaitu tingkat ulama menengah dalam hierarki ulama Syiah.

    Status ini sempat menimbulkan perdebatan karena posisi pemimpin tertinggi Iran biasanya dipegang oleh ulama dengan gelar ayatollah yang lebih tinggi.

    Proses Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran

    Meski demikian, sejarah mencatat bahwa ayahnya, Ali Khamenei, juga belum menyandang gelar ayatollah ketika pertama kali diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 1989 setelah kematian Ruhollah Khomeini.

    Saat itu aturan konstitusi Iran diubah untuk memungkinkan pengangkatannya.

    Baca juga: Iran Pertahankan Dinasti Politik Khamenei, Mojtaba Naik Tahta dengan Dukungan Garda Revolusi

    Majelis Pakar Tentukan Suksesi

    Saat ini, proses pemilihan pemimpin tertinggi baru Iran secara resmi berada di tangan lembaga ulama yang dikenal sebagai Assembly of Experts yang beranggotakan 88 orang.

    Sambil menunggu keputusan lembaga tersebut, pemerintahan sementara Iran disebut dijalankan oleh dewan tiga tokoh penting yang terdiri dari ulama konservatif Alireza Arafi, kepala peradilan Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, serta presiden Iran saat ini Masoud Pezeshkian.

    Keputusan mengenai pemimpin tertinggi baru Iran kemungkinan akan diumumkan setelah situasi keamanan negara stabil di tengah serangan udara intensif yang masih berlangsung.

    (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)


    Komentar
    Additional JS