0
News
    Home Dunia Internasional Featured Gholamreza Soleimani Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Siapa Gholamreza Soleimani? Komandan Pasukan Basij Iran yang Merintis Karier dari Sukarelawan - SindoNews

    7 min read

     

    Siapa Gholamreza Soleimani? Komandan Pasukan Basij Iran yang Merintis Karier dari Sukarelawan


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:26 WIB

    Gholamreza Soleimani dikenal merintis karier dari sukarelawan. Foto/X/Gholamreza Soleimani

    TEHERAN - Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani, kepala pasukan paramiliter Basij Iran , telah tewas dalam perang AS-Israel di negara tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengkonfirmasi.

    Dalam pernyataan yang dibagikan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pada hari Selasa, IRGC mengatakan bahwa pria berusia 62 tahun itu tewas dalam "serangan oleh musuh Amerika-Zionis".

    Siapa Gholamreza Soleimani? Komandan Pasukan Basij Iran yang Merintis Karier dari Sukarelawan

    1. Jadi Komanda Basij selama 6 Tahun

    Soleimani adalah komandan pasukan keamanan internal terkuat di negara itu selama enam tahun terakhir dan seorang veteran Perang Iran-Irak, yang telah bertempur di garis depan.

    Seiring meningkatnya penargetan Basij dan aparat militer lainnya oleh pasukan AS dan Israel, Soleimani muncul sebagai tokoh sentral dalam perang yang telah menyebabkan tewasnya tokoh-tokoh politik dan militer terkemuka Iran.


    2. Dari Sukarelawan hingga Jenderal

    Soleimani lahir pada tahun 1964 di kota Farsan di provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari. Karier militernya ditempa di parit-parit Perang Iran-Irak 1980-1988.

    Ia tidak memiliki hubungan keluarga dengan Qassem Soleimani, mendiang komandan Pasukan Quds, sayap rahasia elit Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang dibunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad pada tahun 2020.

    Pada musim semi tahun 1981, Gholamreza Soleimani dikerahkan ke garis depan Shush di perbatasan Irak sebagai sukarelawan remaja. Selama konflik delapan tahun yang melelahkan, ia berpartisipasi dalam beberapa serangan besar, termasuk Operasi Tariq al-Qods, Fath ol-Mobin, dan Beit ol-Moqaddas, bertugas sebagai pejuang dan komandan batalion.

    Ia bergabung dengan IRGC pada tahun 1982.

    Setelah perang, Soleimani memegang banyak komando regional tingkat tinggi. Perannya yang paling menonjol dimulai pada tahun 2006 ketika ia mengambil alih komando Korps Saheb al-Zaman di provinsi Isfahan, menjadi komandan pertama yang secara bersamaan mengawasi pasukan Basij lokal dan unit tempur IRGC formal. Pada Juli 2017, ia secara resmi dipromosikan ke pangkat brigadir jenderal.

    3. Kandidat Doktor yang Fokus Mengkaji Sejarah Islam Iran

    Menurut biografi resminya yang diterbitkan oleh media Iran, ia memiliki gelar sarjana sejarah dari Universitas Isfahan. Ia juga seorang kandidat doktor yang sedang mempersiapkan untuk mempertahankan tesisnya dalam sejarah Islam Iran meskipun media pemerintah tidak menyebutkan institusi tersebut.

    Pada 2 Juli 2019, Khamenei menunjuk Soleimani sebagai kepala Basij, pasukan paramiliter sukarelawan di bawah IRGC. Basij bertugas menegakkan keamanan internal melalui cabang-cabang lokal di seluruh negeri.

    Baik Basij maupun IRGC dibentuk pada tahun 1979 setelah revolusi Islam menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang didukung AS.

    4. Memperkuat Basijd dengan Budaya Perlawanan

    Dekrit resmi tersebut menugaskan Soleimani untuk “meningkatkan Basij dan budaya perlawanan” sambil memperluas kelompok bersenjata dan memperdalam nilai-nilai revolusioner di kalangan pemuda Iran.

    Sebagai komandan Basij, Soleimani sering dikerahkan untuk meredam kerusuhan domestik. Pada November 2019, beberapa bulan setelah ia mengambil alih komando, Basij sangat terlibat dalam penindasan kekerasan terhadap protes anti-pemerintah di seluruh negeri.

    5. Memimpin 450.000 Personel

    Pasukan paramiliter dengan perkiraan 450.000 personel ini sering dikerahkan untuk menekan protes terhadap pemerintah dan telah memainkan peran utama dalam menekan pemberontakan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Revolusi Hijau 2009 dan protes 2022-2023 setelah kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi.

    Baru-baru ini, pasukannya dikerahkan pada bulan Januari untuk menekan demonstrasi anti-pemerintah di seluruh Iran, di mana ribuan warga Iran dilaporkan tewas.

    Sebagai pembela setia pemerintah Iran, Soleimani telah dikenai sanksi oleh banyak negara dan organisasi Barat, termasuk AS, Uni Eropa, Inggris, dan Kanada.

    Pada tahun 2021, Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepadanya, dengan mencatat bahwa pasukan Basij di bawah komandonya menggunakan kekerasan mematikan terhadap demonstran yang tidak bersenjata.

    (ahm)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    27 Negara Ini Terdeteksi...

    27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran

    Komentar
    Additional JS