0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Perang Iran Memanas, Pasukan Operasi Khusus AS Tiba di Timur Tengah - detik

    5 min read

     

    Perang Iran Memanas, Pasukan Operasi Khusus AS Tiba di Timur Tengah

    Ilustrasi. (ABC Australia)
    Jakarta -

    Ratusan pasukan operasi khusus Amerika Serikat (AS) dilaporkan ke Timur Tengah. Pasukan operasi khusus ini dikerahkan di tengah AS bersama sekutunya, Israel, berperang melawan Iran.

    Dilansir Anadolu Agency, Senin (30/3/2026), menurut laporan media terkemuka AS, New York Times, ratusan personel operasi khusus AS, termasuk Army Rangers dan Navy SEALs, telah tiba di Timur Tengah seiring dengan peningkatan kemampuan militer Washington, mengutip dua pejabat militer AS.

    Para komando tersebut belum diberi misi spesifik, tetapi dapat dikerahkan di beberapa front potensial, kata laporan itu, mengidentifikasi Selat Hormuz dan situs nuklir Isfahan sebagai target potensial. Unit-unit elite ini juga dapat fokus pada perebutan Pulau Kharg, yang berfungsi sebagai pusat minyak utama bagi Iran.

    Total kehadiran pasukan AS di wilayah tersebut kini melebihi 50.000, yang kira-kira 10.000 lebih banyak dari jumlah biasanya. Peningkatan ini termasuk 5.000 marinir dan pelaut yang baru-baru ini ditempatkan di daerah tersebut untuk memberikan opsi tempur yang lebih luas.

    Pentagon juga baru-baru ini mengarahkan 2.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 untuk dikerahkan dalam jarak serang Republik Islam Iran. Meskipun lokasi pasti mereka masih dirahasiakan, para pejabat mengisyaratkan bahwa pasukan ini dapat mendukung operasi darat bersama marinir.

    Serangan udara AS dan Israel terhadap Iran terus berlanjut sejak 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei. Penutupan Selat Hormuz telah sangat mengganggu aliran minyak global, dengan sekitar 20 juta barel biasanya melewati jalur air tersebut setiap hari.

    Presiden AS Donald Trump mengancam untuk menghancurkan pusat ekspor minyak Iran di Pulau Kharg, sumur minyak, dan pembangkit listrik. Ancaman itu dilontarkan Trump jika Iran tidak segera menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang.

    "Kemajuan besar telah dicapai tetapi, jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, yang mungkin akan terjadi, dan jika Selat Hormuz tidak segera 'Dibuka untuk Bisnis,' kami akan mengakhiri 'kunjungan' kami yang menyenangkan di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua Pembangkit Listrik, Sumur Minyak, dan Pulau Kharg mereka (dan mungkin semua pabrik desalinasi!), yang sengaja belum kami 'sentuh'," kata Trump dilansir AFP, Senin (30/3).

    Simak Video 'Kilang Minyak di Haifa Israel Terbakar seusai Diserang Rudal':

    (rfs/dek)

    Komentar
    Additional JS