Netizen Afrika Siap Puasa Nazar 120 Hari Jika Benar Netanyahu Tewas - Fajar
PAREPOS.FAJAR.CO.ID, INTERNASIONAL—Isu tewasnya Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terus merebak di jagad maya. Para netizen pun bereaksi beragam.
Seorang netizen dari Barry Dhan Noon berharap isu itu menjadi kenyataan. Jika benar, maka dia siap berpuasa selama 3 hari setelah Ramadhan sebagai wujud rasa syukurnya.
“Kalau itu benar, saya akan puasa 3 hari setelah Ramadhan,” kata Barry mengomentari status salah satu akun Facebook yang mengutip foto rekaan tewasnya Benjamin Netanyahu.
Mafu Sadam Gagamrl, komentator lainnya juga tak mau kalah. Dia menuliskan nazarnya berupa puasa selama sepekan jika Netanyahu benar-benar mati.
Namun komentar paling fenomenal datang dari akun netizen dari Afrika, Nwafour Soporuchi. Dia menyatakan siap puasa 120 hari setelah Ramadhan, asalkan Netanyahu benar-benar tewas.
“If true, i’m fasting additional 120 days after the Ramazan (jika benar, saya akan menambah 120 hari puasa setelah Ramadhan,” katanya.
Komentar Soporuchi ini pun langsung ditanggapi ratusan netizen. Dia mendapatkan like dari 16.523 orang, dan komentarnya ditanggapi secara positif oleh 663 orang.
Kabar tewasnya Netanyahu memang masih misteri, namun sudah menjadi konsumsi global. Kantor Berita Tasnim di Teheran, ikut mengklaim informasi bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, terbunuh atau terluka parah dalam serangan pembalasan baru-baru ini.
Tasnim berargumen ketidakhadiran Netanyahu selama empat hari di publik, pesan video yang dibatalkan, dan pembatalan kunjungan utusan tingkat atas AS yang tidak dapat dijelaskan, telah meningkatkan spekulasi tersebut. Apalagi, para pejabat Israel tetap diam total.
Sayangnya, Netanyahu tak pernah benar-benar mati. Ini bukan pertama kalinya dia diisukan tewas atau terbunuh dalam serangan militer. Beberapa hari setelah isu beredar, Netanyahu tampil di depan publik dan tetap memimpin penjajahan di Palestina, Lebanon dan Suriah. (aha)