0
News
    Home Berita Drone Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah Spesial

    Muat 2 Juta Barrel Minyak, Kapal Tanker Raksasa Terbakar Diserang Drone - Kompas

    5 min read

     

    Muat 2 Juta Barrel Minyak, Kapal Tanker Raksasa Terbakar Diserang Drone

    DUBAI, KOMPAS.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah sebuah kapal tanker minyak mentah raksasa diserang dan terbakar di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Senin (30/3/2026).

    Harga minyak mentah dunia melonjak setelah kabar serangan terhadap kapal yang mampu mengangkut 2 juta barel minyak senilai lebih dari 200 juta dollar AS tersebut tersiar. 

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Kapal Al-Salmi berbendera Kuwait yang sedang bermuatan penuh menjadi sasaran serangan drone, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (31/3/2026). 

    Baca juga: Lega Kapal Tanker Diizinkan Lewat Hormuz, PM Malaysia Berterima Kasih ke Iran

    Otoritas Dubai menyatakan bahwa api telah berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

    Kapal Selam Ghadir-Rudal Fattah Iran: Taktik "Duo Hantu", Mampu Tembus Radar Kapal Induk AS

    Meski demikian, pemilik kapal, Kuwait Petroleum Corp, tengah melakukan penilaian terhadap kerusakan yang terjadi.

    "Pekerjaan sedang dilakukan untuk menilai kerusakan," tulis pihak Kuwait Petroleum Corp sembari memperingatkan adanya potensi tumpahan minyak.

    Insiden ini langsung memicu gejolak ekonomi. 

    Di AS, harga rata-rata bensin melampaui 4 dollar AS per galon untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Baca juga: Kapal Tanker Rusia Bermuatan 1 Juta Barel Minyak Dihantam Drone

    Trump ngamuk

    Menanggapi insiden tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi dan sumur minyak Iran jika Teheran tidak segera membuka Selat Hormuz.

    Melalui media sosial, Trump menegaskan bahwa AS sedang bernegosiasi dengan rezim yang lebih masuk akal untuk mengakhiri perang. 

    Namun, dia juga memberikan peringatan terakhir yang sangat agresif terkait blokade Selat Hormuz.

    "Kemajuan besar telah dicapai, tetapi jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, dan jika Selat Hormuz tidak segera terbuka untuk bisnis, kami akan mengakhiri 'kunjungan' indah kami di Iran dengan meledakkan dan memusnahkan seluruh pembangkit listrik, sumur minyak, dan Pulau Kharg mereka," tulis Trump.

    Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menambahkan bahwa Trump ingin mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu 6 April. 

    Leavitt juga menyebutkan adanya kemungkinan Trump meminta negara-negara Arab untuk membiayai biaya perang ini.

    "Itu adalah gagasan yang saya tahu dia miliki dan sesuatu yang menurut saya akan Anda dengar lebih banyak darinya," ujar Leavitt.

    Baca juga: Alasan Teknis Mengapa Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz Jadi Mimpi Buruk AS

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS