Menlu Iran Sebut China Ikut Bantu Negaranya Lawan AS dan Israel -,VIVA
Iran, VIVA –Tidak hanya Rusia, China juga disebut turut membantu Iran dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini diungkap langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, beberapa hari setelah ia mengonfirmasi bahwa negaranya juga mendapat dukungan dari Rusia
“Rusia dan China adalah mitra strategis kami, dan kami sudah lama menjalin kerja sama yang erat, yang masih terus berlanjut hingga sekarang, termasuk kerja sama militer,” ujar Araghchi, dalam wawancara dengan MS Now dikutip dari laman NY Post, Selasa 17 Maret 2026
Araghchi mengungkap keterlibatan China hanya beberapa hari setelah ia menyatakan bahwa peran Rusia dalam konflik tersebut bukan rahasia.
“Kerja sama militer antara Iran dan Rusia bukan hal baru. Ini bukan rahasia,” kata Araghchi dalam program Meet the Press di NBC pada hari Minggu, 15 Maret lalu.
Ia tidak merinci bentuk bantuan militer yang diterima Iran dari China dan Rusia, namun menggambarkan hubungan tersebut sebagai kerja sama yang baik.
Di sisi lain, saat ditanya mengenai serangan yang dilakukan pemerintahan Trump terhadap target militer di Pulau Kharg situs ekspor minyak penting Iran Araghchi bersumpah akan menyerang negara-negara tetangga jika infrastruktur energi Iran ikut menjadi sasaran.
Ia juga menuduh Uni Emirat Arab mengizinkan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran dari wilayahnya.
Pihak Uni Emirat Arab membalas tuduhan tersebut dengan menyebut Iran menjalankan kebijakan yang membingungkan dan kehilangan arah, dalam pernyataan yang disampaikan oleh Anwar Gargash, penasihat Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
“UEA berhak membela diri dari agresi terorisme yang dipaksakan kepadanya. Namun, kami tetap mengedepankan akal sehat dan rasionalitas, menjaga sikap menahan diri, serta mencari jalan keluar bagi Iran dan kawasan,” demikian isi pernyataan tersebut.
Beda Pernyataan dengan Pihak Rusia
Kabar mengenai keterlibatan Rusia ini bertolak belakang dengan pernyataan pejabat Kremlin kepada pihak diplomatik Amerika Serikat sebelumnya.
Duta Besar Steve Witkoff mengatakan kepada CNBC bahwa para pemimpin Rusia telah meyakinkan Presiden Donald Trump bahwa mereka tidak memberikan informasi intelijen kepada Iran, dalam percakapan telepon pada hari Senin.
“Saya bisa katakan bahwa kemarin, dalam percakapan dengan Presiden Trump, pihak Rusia menyatakan bahwa mereka tidak berbagi informasi… jadi kita bisa saja memegang pernyataan mereka, karena memang itu yang mereka sampaikan,” ujar Witkoff kepada CNBC.
Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyatakan dukungan yang tak tergoyahkan untuk Iran dan mengucapkan selamat kepada pemimpin tertinggi barunya pada hari Senin.
“Saya yakin Anda akan melanjutkan pekerjaan ayah Anda dengan terhormat dan mampu menyatukan rakyat Iran,” kata Putin dalam pesannya kepada Ayatollah baru Iran, Mojtaba Khamenei.
Sebagai informasi, Mojtaba Khamenei diangkat menjadi ayatollah oleh majelis ahli Iran pada hari Senin, setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.