0
News
    Home Bangladesh Bbm Berita Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah Pendidikan Spesial

    Krisis BBM Imbas Perang Timur-Tengah, Bangladesh Dan Pakistan Liburkan Sekolah - RM ID

    4 min read

     

    Krisis BBM Imbas Perang Timur-Tengah, Bangladesh Dan Pakistan Liburkan Sekolah

    Ilustrasi. Foto: ZUMA Press Wire via Reuters Connect

    RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Bangladesh dan Pakistan terpaksa menutup sementara universitas dan sekolah mulai pekan ini demi menghemat pasokan listrik serta bahan bakar akibat memburuknya krisis energi imbas eskalasi konflik di Timur Tengah.

    Di Bangladesh, otoritas setempat menginstruksikan seluruh universitas negeri dan swasta, sekolah dengan kurikulum asing, hingga pusat bimbingan belajar untuk ditutup mulai Senin (09/03/26). Langkah ini secara efektif memajukan jadwal libur panjang Idul Fitri bagi institusi pendidikan di seluruh penjuru negeri.

    Penutupan kampus diyakini akan memangkas beban jaringan listrik secara signifikan dengan menghentikan operasional pendingin ruangan (AC), laboratorium, dan asrama. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat mengurai kemacetan lalu lintas perkotaan yang kerap memicu pemborosan bahan bakar.

    Baca juga : Agrovoltaics, Jalan Tengah Energi Surya Dan Perlindungan Lahan Tani

    Langkah drastis ini diambil lantaran Bangladesh sangat rentan terhadap guncangan rantai pasok global, mengingat 95 persen kebutuhan energinya bergantung pada impor.

    "Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mengurangi konsumsi dan memastikan stabilitas pasokan listrik, bahan bakar, dan impor," ujar seorang pejabat senior kementerian energi Bangladesh dilansir Reuters.

    Keparahan krisis gas ini bahkan telah memaksa Dhaka untuk menghentikan operasional empat dari lima pabrik pupuk milik negara. Pasokan gas yang tersisa kini dialihkan sepenuhnya ke pembangkit listrik untuk mencegah pemadaman massal, sementara pemerintah mulai membatasi penjualan bahan bakar harian untuk meredam panic-buying.

    Baca juga : Status TNI Siaga 1, Politisi-Pengusaha Sambut Positif

    Langkah penghematan serupa turut diambil oleh negara tetangganya, Pakistan. Pemerintah federal mulai menutup kegiatan operasional sekolah pada Selasa (10/03/26) guna memangkas konsumsi bahan bakar dari bus antar-jemput dan kendaraan pribadi pengantar siswa.

    Perdana Menteri Shehbaz Sharif saat ini juga tengah mematangkan rencana konservasi energi nasional. Opsi yang diusulkan mencakup penerapan kembali sistem kerja dari rumah (work-from-home) bagi pegawai sektor swasta maupun publik, serta penyelenggaraan rapat pemerintahan secara virtual.

    Meski demikian, kebijakan di Pakistan justru memicu polemik di tengah masyarakat. Publik menyoroti inkonsistensi pemerintah karena di saat sekolah ditutup demi penghematan BBM, sementara acara berskala besar yang mengundang kemacetan lalu lintas seperti festival Mashion Bazaar, perayaan Jashn-e-Baharan, hingga turnamen Liga Super Pakistan tetap diizinkan beroperasi seperti biasa.

    Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

    Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


    Komentar
    Additional JS