Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial Vietnam

    Kekurangan Bahan Bakar, Vietnam Akan Kurangi Penerbangan Domestik - Kompas

    5 min read

     

    Kekurangan Bahan Bakar, Vietnam Akan Kurangi Penerbangan Domestik



    Ahmad Naufal Dzulfaroh

    Penulis

    HANOI, KOMPAS.com - Otoritas penerbangan nasional Vietnam akan menangguhkan hampir dua lusin penerbangan domestik per pekan mulai bulan depan.

    Kebijakan ini dikeluarkan karena keterbatasan pasokan bahan bakar yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Harga bahan bakar pesawat telah meroket sejak awal konflik lebih dari tiga minggu lalu, sehingga menyebabkan harga minyak melonjak dan memicu kekhawatiran akan kekurangan bahan bakar.

    Baca juga: Hemat Biaya Perang, Israel Mulai Pakai Amunisi Lama untuk Serang Iran

    "Vietnam Airlines berencana untuk menangguhkan sementara operasional di beberapa rute mulai 1 April yang berjumlah 23 penerbangan per minggu," kata otoritas penerbangan sipil negara itu dalam sebuah pernyataan pada Senin (24/3/2026) malam, dikutip dari AFP.

    Ketegangan Meruncing! Perang AS-Iran di Ambang Pintu

    "Pasokan bahan bakar penerbangan (Jet A-1) yang terbatas akibat konflik di Timur Tengah telah membuat maskapai penerbangan domestik berisiko kekurangan bahan bakar, sehingga memicu pengurangan penerbangan," tambahnya.

    Meski demikian, rute domestik utama dan penerbangan internasional tetap beroperasi.

    Maskapai penerbangan di Vietnam sedang mempertimbangkan untuk menambahkan biaya tambahan bahan bakar pada rute internasional yang mungkin akan diterapkan pada bulan April.

    Baca juga: Bawa 125 Orang, Pesawat Militer Kolombia Jatuh Saat Lepas Landas

    Vietnam baru-baru ini meminta dukungan bahan bakar dari beberapa negara, termasuk Qatar, Kuwait, Aljazair, dan Jepang.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Terbaru, mereka menandatangani kesepakatan dengan Rusia tentang produksi minyak dan gas di kedua negara.

    Di tempat lain di kawasan ini, maskapai penerbangan nasional Myanmar mengumumkan akan membatalkan beberapa penerbangan domestik karena keadaan yang tidak dapat dihindari. 

    Namun, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai pengumuman itu.

    Pekan lalu, United Airlines menyatakan, mereka mengurangi kapasitas penerbangan karena kenaikan biaya bahan bakar jet.

    Menurut perkiraan maskapai AS tersebut, harganya akan terus melonjak seiring berlanjutnya perang di Teluk.

    Baca juga: Dampak Perang Iran Lebih Mengerikan dari Gabungan 3 Krisis Minyak dalam Sejarah

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS