Israel Akui Kewalahan Dengan Serangan Rudal Iran Rata-Rata 10 per Hari - Wartakotalive
Israel Akui Kewalahan Dengan Serangan Rudal Iran yang Rata-Rata 10 per Hari
WARTAKOTALIVECOM — Intensitas serangan rudal dalam konflik antara Iran dan Israel dilaporkan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, ketegangan di kawasan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Juru Bicara Angkatan Darat Israel, Effie Defrin, mengungkapkan bahwa saat ini Iran menembakkan rata-rata sekitar 10 rudal per hari ke wilayah Israel.
Angka tersebut jauh menurun dibandingkan dengan intensitas serangan di awal pecahnya konflik.
Menurut Defrin, pada fase awal operasi militer, Iran sempat merencanakan peluncuran rudal dalam jumlah besar, bahkan mencapai ratusan unit.
Namun realisasi di lapangan tidak sepenuhnya sesuai rencana tersebut. Pada hari pertama perang, jumlah rudal yang ditembakkan tercatat kurang dari 100 unit.
Angka itu kemudian menurun drastis pada hari kedua menjadi sekitar setengahnya.
Setelah dua hari pertama, tren penurunan terus berlanjut dengan kecepatan yang signifikan.
Defrin menegaskan bahwa saat ini frekuensi peluncuran telah berada pada level yang relatif lebih rendah dibandingkan fase awal konflik.
“Jumlah peluncuran rudal menurun dengan sangat cepat. Rata-rata saat ini berkisar sekitar 10 rudal per hari,” ujar Defrin dalam pernyataan resminya.
Penurunan ini dinilai mencerminkan perubahan dinamika strategi militer Iran di tengah tekanan operasional maupun respons pertahanan Israel.
Meski begitu, pihak militer Israel tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi eskalasi sewaktu-waktu masih terbuka.
Di sisi lain, sistem pertahanan udara Israel disebut terus bekerja secara intensif untuk mengantisipasi setiap ancaman yang masuk.
Pemerintah Israel juga masih mempertahankan status siaga di sejumlah wilayah yang dianggap rawan serangan.
Para analis menilai bahwa meskipun jumlah rudal yang diluncurkan menurun, konflik belum memasuki fase deeskalasi.
Penurunan intensitas bisa jadi merupakan bagian dari penyesuaian taktik, bukan indikasi melemahnya kapasitas militer secara keseluruhan.
Situasi ini sekaligus menunjukkan bahwa konflik antara Iran dan Israel tidak hanya bergantung pada kekuatan militer semata, tetapi juga dipengaruhi oleh kalkulasi strategis, tekanan internasional, serta dinamika politik di kawasan Timur Tengah yang kompleks.
Hingga kini, belum ada indikasi kuat bahwa kedua pihak akan segera menempuh jalur diplomasi.
Ketegangan yang masih tinggi membuat kawasan tetap berada dalam bayang-bayang konflik berkepanjangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Rudal-Iran-hancurkan-rumah-sakit-Israel.jpg)