IRGC Kembali Kirim Peringatan, bakal Hancurkan Sekutu AS di Teluk jika Fasilitas Energi Diserang - Kompas TV
TEHERAN, KOMPAS.TV - Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) kembali mengirim peringatan untuk Amerika Serikat (AS) dan Israel terkait serangan ke fasilitas energi negara tersebut.
IRGC menegaskan gelombang pembalasan atas serangan ke fasilitas energi Iran "belum selesai."
Sebelumnya, Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke Arab Saudi sebagai balasan atas serangan Israel di ladang gas Pars Selatan, Iran.
Juru bicara IRGC menyatakan, jika AS-Israel mengulangi serangan ke infrastruktur energi Iran, maka respons dari Teheran akan "semakin besar."
"Kami memperingatkan musuh bahwa kalian telah membuat kesalahan besar dengan menyerang infrastruktur energi Iran," kata juru bicara IRGC dikutip ISNA via Al Jazeera, Kamis (19/3).
"Jika ini terulang lagi, serangan selanjutnya ke infrastruktur energi kalian dan sekutu-sekutu kalian tidak akan berhenti hingga hancur sepenuhnya," imbuhnya.
Baca Juga: Suasana Ramadan di Kamboja, Juga Diwarnai Tradisi Ngabuburit tapi Tak Semeriah di Indonesia
Pada Rabu (18/3), IRGC mengancam akan menyerang fasilitas energi di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga Qatar sebagai balasan atas serangan Israel.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan Iran menembakkan empat rudal balistik ke arah Riyadh dan wilayah timur negara itu. Arab Saudi menyatakan rudal balistik tersebut berhasil disergap.
Serangan balasan Iran pun menuai respons keras dari Arab Saudi.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al-Saud menyatakan bahwa Riyadh memiliki kesabaran yang terbatas dan bakal mengambil tindakan.
"Saya kira penting bagi Iran untuk memahami bahwa Kerajaan (Saudi), serta mitra-mitra yang telah diserang, memiliki kapasitas dan kapabilitas yang sangat signifikan yang bisa dikeluarkan saat dibutuhkan," kata Faisal.
Baca Juga: Menlu Iran Tegaskan Pembunuhan Ali Larijani Tak Akan Goyahkan Sistem Pemerintahan