tirto.id - Iran mengumumkan hari terakhir bulan suci Ramadhan adalah hari Jumat. Dus, di negara mayoritas Muslim Syiah itu, liburan Idul fitri 2026 dimulai pada hari berikutnya, Sabtu (21/3/2026).

Pengumuman bahwa Jumat (20/3/2026) merupakan hari ke-30 bulan Ramadhan yang penuh berkah disampaikan oleh kantor pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Selain di seluruh wilayah Iran, pengumuman tersebut juga digaungkan di Irak, yang juga memiliki mayoritas Syiah oleh ulama Syiah terkemuka di negara itu, Ayatollah Ali Al-Sistani.

Mengutip Arab News, waktu Idul Fitri ditentukan oleh penampakan bulan sabit, sesuai dengan kalender lunar Muslim. Tahun ini, hari terakhir Ramadhan bertepatan dengan Nowruz, tahun baru yang dirayakan di Iran pada ekuinoks musim semi.

Soal Ramadhan, dalam bulan yang penuh berkah ini ratusan juta Muslim di seluruh dunia berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam. Sedangkan puasa Ramadhan adalah salah satu dari lima rukun Islam, yang mengharuskan umat beriman untuk tidak makan, minum, merokok, dan berhubungan seks di siang hari.

Muslim yang taat juga didorong untuk menyumbangkan sebagian hartanya kepada orang miskin.

Sementara itu, Mojtaba Khamenei diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran bulan ini untuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dibunuh dalam serangan udara pada awal perang AS-Israel melawan republik Islam, yang oleh Iran dijuluki "perang Ramadhan."