Iran Hantam Pembangkit Listrik Israel di Kota Hadera, Asap Tebal Membumbung Tinggi - Republika
Iran Hantam Pembangkit Listrik Israel di Kota Hadera, Asap Tebal Membumbung Tinggi
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Media Israel melaporkan asap tebal terlihat membumbung tinggi di dekat pembangkit listrik Rabin di kota Hadera pada Rabu (25/3/2026) menyusul serangkaian hantaman rudal dari Iran. Namun demikian, Perusahaan Listrik Israel mengeklaim bahwa tidak ditemukan kerusakan infrastruktur akibat serangan itu.
Yedioth Ahronoth dilansir Anadolu, melaporkan bahwa suara sirine terdengar di area metropolitan Tel Aviv dan bagian lain di Israel tengah. Sementara, Channel 12 melaporkan, serpihan dari rudal yang terintersep jatuh di sekitar 30 titik di pusat dan utara Isreal.
Channel 12 juga menyebut, luncuran rudal dari Iran menuju Israel tengah terdeteksi sebanyak tiga gelombang dalam 30 menit. Di Hadera, media Israel juga melaporkan api sempat berkobar tak lama setelah rudal-rudal Iran menghantam beberapa titik di kota pesisir itu.
Baca Juga :
Rudal Klaster Iran Bikin Kekacauan di Tel Aviv: Dua Orang Tewas, Bangunan Runtuh, Listrik PadamHalaman 2 / 2
Iran pada Ahad (22/3/2026) mengancam akan menyerang semua infrastruktur AS dan Israel di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas ancaman Donald Trump. Sebelumnya, Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit-pembangkit listrik di Iran jika dalam 48 jam, Teheran tak membuka blokir atas Selat Hormuz, ancaman yang kemudian dibatalkannya.
"Jika infrastruktur energi dan bahan bakar Iran diserang musuh, semua infrastuktur energi, informasi teknologi, dan penyulingan air milik rezim AS dan Israel di kawasan akan menjadi target," ujar juru bicara Pusat Markas Khatam al-Anbiya, badan yang mengawasi operasi militer Iran, dalam sebuah pernyataan dikutip Fars News Agency dilansir Anadolu.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengingatkan bahwa Iran tak akan tinggal diam jika infrastrukturnya diserang. Adapun, Selat Hormuz telah terganggu akibat perang sejak awal Maret dan memicu kenaikan harga minyak dunia.