Influencer Nangis Diusir dari Pesawat, Netizen Bersatu Bela Maskapai - detik
Seorang influencer asal Amerika Serikat (AS) menangis usai diusir dari pesawat dan membagikan pengalamannya di TikTok. Alih-alih mendapat simpati, warganet justru ramai membela maskapai.
Dikutip dari AviationA24, Senin (30/3/2026), influencer AS itu bernama Joleen Weiss. Dia curhat sambil mencucurkan air mata di platform TikTok. Joleen menuding maskapai Ryanair memperlakukannya dengan buruk dan membuatnya batal terbang.
Setelah ditelusuri, ternyata Joleen tiba di Bandara Porto (OPO) dengan sangat terlambat sampai proses check-in sudah ditutup. Akibatnya, ia harus melewati pemeriksaan keamanan bandara dengan membawa tas yang seharusnya dimasukkan ke dalam bagasi pesawat.
Saat ia sampai di gerbang keberangkatan, seorang petugas gerbang memperhatikan bahwa ia sedang merekam. Tegas, petugas memintanya agar ia menghapus rekaman tersebut.
Petugas tersebut juga meminta Joleen untuk membuktikan bahwa video tersebut telah dihapus dari folder "baru-baru ini dihapus", dan memperingatkan bahwa polisi akan dipanggil jika ia menolak untuk mematuhi.
Di gerbang kedua, petugas mengenakan biaya tambahan sebesar USD 75 (Rp 1,2 jutaan) karena ia membawa semua tas yang harusnya masuk ke bagasi. Karena keterlambatannya, mau tak mau ia dikenakan biaya tambahan sesuai dengan kebijakan bagasi Ryanair yang telah dipublikasikan.
Joleen membayar biaya tersebut. Namun, saat ia naik pesawat, ia menoleh ke petugas gerbang dan memaki petugas.
"Kau jalang, dan bersikap baik kepada seseorang tidak membutuhkan biaya sepeser pun," dia memekik.
Komentar itu membuat petugas marah. Ia langsung dikeluarkan dari penerbangan dan gagal terbang.
Ia pikir dengan curhat ke medsos, netizen akan membelanya. Namun yang terjadi sebaliknya.
"Aku telah terbang dengan Ryanair hampir setiap penerbangan selama 10 tahun terakhir dan aku tidak pernah ditolak naik pesawat, tetapi aku juga tidak pernah menghina petugas gerbang secara verbal, jadi mungkin itu alasannya?" kata seorang netizen.
"Ketika Anda menyebut Ryanair, saya sangat siap untuk berada di pihak Anda. Namun, semua berbalik sampai dia mengatakan sisa ceritanya," warganet lain menimpali.
Semua detail di atas diambil dari versi kejadian Joleen sendiri. Namun, tampaknya ia tidak menyadari bagaimana perilakunya berkontribusi pada hasil tersebut.
Ryanair bukanlah maskapai penerbangan yang dikenal dengan layanan pelanggan yang ramah. Para pelancong yang memesan tiket dengan maskapai ini biasanya melakukannya dengan mengetahui reputasinya sebagai maskapai budget tanpa basa-basi. Lagi pula dalam konteks tersebut, tidak ada penumpang yang berhak menghina staf dan berharap untuk naik ke pesawat tanpa masalah.