Galilea Porak Poranda Dihujani Roket Iran-Hizbullah _%- Republika
Galilea Porak Poranda Dihujani Roket Iran-Hizbullah
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Rudal-rudal Iran dan Hizbullah kembali meluncur ke wilayah Israel pada Jumat dini hari. Salvo rudal tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan parah dan banyak korban di wilayah Galilea.
Media Israel melaporkan bahwa jumlah orang yang terluka akibat roket yang jatuh di wilayah Galilea di Israel utara telah meningkat menjadi 80 orang.
Media-media ini juga melaporkan bahwa ratusan rumah di wilayah Galilea di Israel utara rusak akibat serangan roket selama serangan simultan yang dikaitkan dengan Iran dan Hizbullah.
Insiden ini memicu ketegangan antara pemerintah setempat dan tentara Israel mengenai cara mengelola situasi keamanan.
Media Israel melaporkan bahwa sekitar 300 rumah rusak di Galilea akibat jatuhnya roket yang menimpa sebuah bangunan, sementara layanan ambulans Israel melaporkan bahwa 80 orang terluka dalam berbagai tingkat akibat insiden tersebut.
Media tersebut menjelaskan bahwa serangan itu terjadi sebagai bagian dari tiga gelombang roket berturut-turut yang menargetkan Israel utara dalam waktu satu jam saat fajar pada hari Jumat. Pada saat yang sama tercatat sebuah bangunan di daerah Kiryat Tivon dekat kota Haifa rusak setelah terkena roket, tanpa ada korban luka yang dilaporkan.
Breaking | Israeli defenses fail to intercept a missile over northern occupied Palestine pic.twitter.com/ANGZPT2ubA — Quds News Network (QudsNen) March 13, 2026
Media Israel juga melaporkan pada Jumat pagi bahwa sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran yang menargetkan Eilat dan Lembah Arava berhasil dicegat, tanpa ada laporan korban cedera.
Sedangkan Channel 12 mengungkapkan pertengkaran sengit yang terjadi pada hari Kamis antara kepala otoritas lokal di Israel utara dan komandan tentara Divisi Galilea, Yuval Gaz.
Menurut saluran tersebut, para pemimpin pemerintah daerah mengungkapkan kemarahan mereka terhadap cara tentara menangani perkembangan keamanan, dan menuduh tentara menyesatkan mereka mengenai durasi sirene yang berbunyi sekitar sepuluh menit, selain meremehkan kemungkinan eskalasi.
Pejabat setempat mengatakan kepada komandan militer bahwa apa yang terjadi membantah “narasi yang telah dipromosikan selama setahun penuh bahwa Hizbullah sudah disingkirkan dari dekat perbatasan dan tidak memiliki kemampuan untuk meluncurkan rudal anti-tank.”
Saluran tersebut mengutip para pejabat di Komando Utara Angkatan Darat yang mengatakan bahwa "pertempuran saat ini bersifat defensif, sementara Iran tetap menjadi arena utama dan bukan Lebanon."
Halaman 2 / 3
Kementerian Kesehatan Israel mengatakan pada hari Kamis bahwa 2.745 orang telah terluka dalam serangan rudal dan drone Iran sejak akhir bulan lalu. Pernyataan ini pertama kalinya Israel mengakui masifnya dampak serangan balasan Iran.
Anadolu mengutip pernyataan kementerian menambahkan bahwa 85 orang masih dirawat di rumah sakit, termasuk 11 orang dalam kondisi serius. Kementerian mengatakan bahwa 179 orang terluka dalam serangan Iran dalam 24 jam terakhir, termasuk empat orang terluka sedang dan 18 orang terluka akibat gelombang kejut.
Menurut Institut Studi Keamanan Nasional di Universitas Tel Aviv, 14 warga Israel telah tewas dalam serangan Iran sejak dimulainya serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Israel menerapkan sensor ketat terhadap pelaporan korban yang disebabkan oleh rudal yang diluncurkan oleh Iran dan Hizbullah atau dicegat oleh pertahanannya dan juga melarang peredaran rekaman terkait.
Breaking | Direct missile impact in northern occupied Palestine pic.twitter.com/fIb5lFSaDl — Quds News Network (QudsNen) March 13, 2026
Israel dan Amerika terus melakukan serangan gabungan terhadap Iran sejak 28 Februari, menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk sejumlah pejabat tinggi. Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang merupakan rumah bagi aset militer AS.
Tentara Iran mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka melancarkan serangan pesawat tak berawak selama beberapa jam terakhir yang menargetkan beberapa situs strategis militer dan keamanan Israel.
Menurut pernyataan itu, drone Iran menyerang menara kendali di Pangkalan Udara Palmachim dekat Tel Aviv, sebuah fasilitas yang digunakan untuk peluncuran satelit dan pengujian rudal. Pangkalan ini juga merupakan tempat penempatan sistem pertahanan udara seperti David’s Sling, serta UAV Hermes 900.
Pasukan Iran juga menargetkan Pangkalan Udara Ovda, pangkalan pelatihan angkatan udara Israel yang strategis. Pangkalan tersebut sebelumnya pernah menampung jet tempur F-22 AS.
Halaman 3 / 3
Selain itu, drone Iran menyerang markas Shin Bet, yang digambarkan sebagai pusat operasional aparat keamanan internal rezim Israel. Fasilitas ini bertanggung jawab untuk mengoordinasikan operasi keamanan internal dan mengawasi perlindungan pejabat senior dan infrastruktur penting di seluruh wilayah pendudukan.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada hari Rabu mengumumkan bahwa gelombang ke-40 Operasi Janji Sejati 4 dilakukan di bawah seruan "Ya Amir al-Mu'minin", berkoordinasi dengan Perlawanan Islam di Lebanon - Hizbullah.
Menurut kantor hubungan masyarakat IRGC, operasi tersebut melibatkan peluncuran rudal Qadr, Emad, Kheibar-Shekan, dan Fattah ke lebih dari 50 sasaran di Tel Aviv, Al-Quds, dan Haifa, serta pangkalan AS di wilayah tersebut, termasuk Pangkalan Udara Al-Azraq dan Pangkalan Udara Al-Kharj.
IRGC, untuk pertama kalinya, menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan dengan koordinasi bersama dengan kekuatan Perlawanan Islam. Pada saat yang sama, Hizbullah mengumumkan Operasi Devoured Straw dengan menembakkan lebih dari seratus roket ke wilayah utara Palestina yang diduduki.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa media Israel telah mengakui adanya peningkatan nyata dalam peluncuran rudal dari Iran ke arah “Israel” selama 24 jam terakhir, seiring dengan meningkatnya korban jiwa.