FBI Selidiki Bos Kontraterorisme yang Mengundurkan Diri Karena Perang Iran - Detik
FBI Selidiki Bos Kontraterorisme yang Mengundurkan Diri Karena Perang Iran
Biro Investigasi Federal (FBI) telah membuka penyelidikan terhadap seorang pejabat senior kontraterorisme Amerika Serikat (AS) yang mengundurkan diri sebagai protes terhadap perang Iran. Menurut laporan media AS, pengunduran diri diduga karena membocorkan informasi rahasia.
Dilansir AFP, Kamis (19/3/2026), Joseph Kent menjabat sebagai direktur Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC) hingga pengunduran dirinya pada Selasa (17/3), dengan menulis surat kepada Presiden AS Donald Trump bahwa ia tidak dapat "dengan hati nurani yang baik mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran."
"Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat," kata Kent, seorang mantan anggota pasukan khusus berusia 45 tahun.
Penyelidikan FBI terhadap Kent telah berlangsung sebelum pengunduran dirinya, menurut laporan dari berbagai media termasuk New York Times dan CBS, keduanya mengutip sumber anonim yang mengetahui situasi tersebut.
Satu sumber mengatakan kepada situs berita Semafor bahwa penyelidikan tersebut "berlangsung selama berbulan-bulan". FBI tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Kent pernah menjadi sekutu Trump dan diangkat oleh politikus Republikan itu untuk memimpin NCTC, tempat ia bekerja di bawah Tulsi Gabbard untuk menganalisis dan mengoordinasikan respons AS terhadap ancaman terorisme dan menjabat sebagai penasihat utama kontra-terorisme untuk Presiden.
Pada Selasa (17/3), Trump menuduh Kent "sangat lemah dalam hal keamanan" dan mengatakan bahwa "situasi yang baik bahwa dia keluar."
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menolak apa yang disebutnya "klaim palsu" dalam surat pengunduran diri Kent, menyebut "menghina dan menggelikan" anggapan bahwa keputusan untuk berperang dibuat "berdasarkan pengaruh orang lain."
"Seperti yang telah dinyatakan Presiden Trump dengan jelas dan eksplisit, ia memiliki bukti yang kuat dan meyakinkan bahwa Iran akan menyerang Amerika Serikat terlebih dahulu," kata Leavitt.
Tonton juga video "Detik-detik Setelah Bom Meledak di Klinik California, FBI: Terorisme!"
(rfs/imk)