Duet Maut Hizbullah-Iran Bombardir Israel Jenius, Pakar Militer Sepakat Langkah Ubah Arah Perang - Republika
Duet Maut Hizbullah-Iran Bombardir Israel Jenius, Pakar Militer Sepakat Langkah Ubah Arah Perang
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Sejumlah pakar dan analis militer dan politik menggambarkan serangan terhadap Israel, yang menargetkan wilayah luas di bagian utara dan tengahnya termasuk Kiryat Shmona, Haifa, Nahariya, dan Gilboa, sebagai serangan yang dikoordinasikan dan disinkronkan antara Iran dan Hizbullah.
Dilansir Aljazeera, Kamis (12/3/2026), serangan rudal Iran dan Lebanon menunjukkan kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam mengoordinasikan peluncuran rudal secara bersamaan, dengan menggunakan taktik ganda yang mencakup mengalihkan perhatian sistem Iron Dome Israel dan meluncurkan rudal presisi ke dalam wilayah Israel.
Profesor Studi Iran dan Timur Tengah di Universitas Nasional Australia, Alam Saleh, menjelaskan Iran belum menggunakan seluruh kemampuan rudalnya dan serangan saat ini merupakan tanggapan atas pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemampuan rudal Iran.
Saleh mencatat, Teheran belum mengaktifkan kelompok-kelompok regional lainnya seperti Houthi atau Pasukan Rakyat di Irak. Ini berarti bahwa Iran masih memiliki kartu strategis tambahan yang dapat digunakan di masa depan.
Dia juga menekankan pentingnya selat laut, terutama Selat Bab al-Mandab, dalam persamaan geografis dan ekonomi.
Iran bertaruh pada waktu dan perang atrisi (war atritation), yang merupakan faktor penting untuk kepentingannya, sementara Israel menghadapi tekanan terus-menerus pada masyarakat dan ekonominya akibat serangan rudal yang terus-menerus.
Sebaliknya, penulis dan analis politik Lebanon Amin Qamouriya fokus pada dimensi geografis sebagai kekuatan Iran, dengan menunjuk pada lokasinya yang membentang dari Laut Arab hingga Laut Kaspia, serta kemampuannya untuk berperang di lebih dari satu front dan di berbagai wilayah berkat sekutunya.
Halaman 2 / 6
Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem mengatakan pada Rabu (4/3/2026) malam bahwa partainya meluncurkan rudal ke Israel sebulan setelah berlakunya 15 tanggapan atas pelanggarannya di Lebanon selama gencatan senjata pada akhir November lalu.
Qassem menambahkan, dalam pidato yang direkam, bahwa kesabaran partainya memiliki batas, dan bahwa pelanggaran musuh Israel telah menjadi sangat besar.
Dia melanjutkan, Hizbullah mematuhi perjanjian gencatan senjata dan tidak membalas serangan berulang Israel agar tidak dituduh menghalangi diplomasi, sementara Israel tidak mematuhi ketentuan perjanjian tersebut.
Sekretaris Jenderal partai itu berbicara tentang dampak serangan Israel terbaru terhadap Lebanon. Warga di 500 desa dan kota terpaksa mengungsi serta menghancurkan properti.
Dia menyebutkan Israel telah membunuh 85 orang dan melakukan lebih dari 10 ribu pelanggaran sejak penandatanganan perjanjian gencatan senjata.
Qassem menegaskan, perlawanan adalah hak yang sah selama pendudukan Israel terus berlanjut.
Dia juga menyatakan partai mempunyai tugas menghentikan jalur berbahaya ini dengan terus-menerus melakukan agresi Israel-Amerika.
Qassem menggambarkan, “Israel sebagai ancaman eksistensial buat kita, rakyat kita, tanah air kita, dan seluruh kawasan," kata dia dikutip dari Aljazeera, Kamis (5/3/2026).
Dia menambahkan, masalahnya bukan pada senjata Hizbullah, melainkan pendudukan dan pelanggaran terus-menerus terhadap kedaulatan Lebanon.
Halaman 3 / 6
Penulis dan analis politik Muhannad Mustafa menyoroti kejutan yang dialami Israel, dengan menunjukkan bahwa Israel mengira telah menghancurkan kemampuan strategis dan rudal Hizbullah, tetapi serangan terbaru menunjukkan sebaliknya. Rudal-rudal baru ini adalah bagian dari pertempuran dengan Iran dan tidak terpisahkan darinya.
Dia mencatat, pekan kedua perang merupakan pekan biaya, karena selisih kemenangan besar dan biaya finansial dan militer mulai menyusut.
Sementara Israel terus menerima serangan rudal, yang menambah beban pada institusi militer dan pemerintah, serta mengancam citra pencapaian yang telah dibangun Israel sejak dimulainya perang.
Serangan bersamaan dan terkoordinasi
Beberapa jam terakhir ini terjadi eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam serangan rudal terhadap Israel, Iran dan Hizbullah melakukan serangan simultan dan terkoordinasi yang menargetkan wilayah luas di utara dan tengah Israel, yang menyebabkan sirene peringatan berbunyi dan ledakan hebat di Yerusalem, Tel Aviv, Kiryat Shmona, Haifa, Safed, Beit She'an, dan seluruh wilayah Galilea.
Serangan tersebut tidak berhenti di sebagian besar wilayah utara, tetapi meluas hingga mencakup sekitar 100 lokasi, yang menunjukkan besarnya serangan dan sasarannya yang mencakup wilayah geografis yang luas.
Serangan tersebut terjadi bersamaan dengan peluncuran rudal Iran ke tengah Israel, termasuk Yerusalem dan Tel Aviv, yang oleh para ahli digambarkan sebagai serangan terkoordinasi dalam taktik yang terpadu.
Eskalasi rudal yang intensif ini menandai fase baru dalam konfrontasi Israel-Iran-Lebanon, di mana Hizbullah dan Iran mengandalkan taktik yang terkoordinasi dan terencana untuk melemahkan pertahanan Israel dan menciptakan dampak politik dan militer yang langsung.
Tahap ini tampaknya menjadi ujian bagi kemampuan baru Hizbullah dan kemampuan Iran dalam mengelola konflik regional, sementara Israel menghadapi tantangan yang semakin besar dalam melindungi warga sipil dan mengelola operasi militernya di front Lebanon dan Iran.
Halaman 4 / 6
Lembaga penyiaran Israel mengatakan Hizbullah meluncurkan roket ke arah utara Israel untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata pada November 2024, tanpa ada pernyataan dari partai tersebut hingga saat ini.
Serangan itu merupakan "balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei" dan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan Israel yang terus-menerus terhadap Lebanon.
Dikutip dari Aljazeera, Senin (2/3/2026), Tentara Israel mengkonfirmasi bunyi sirene peringatan di beberapa wilayah di utara Israel setelah peluncuran proyektil dari Lebanon.
Tentara Israel mengatakan Angkatan Udara telah mencegat sebuah rudal yang diluncurkan dari Lebanon dan rudal-rudal lainnya jatuh, namun tidak menyebabkan kerusakan atau korban jiwa.
Koresponden Aljazeera, mengutip media Israel, mengatakan bahwa tentara memantau peluncuran enam roket dari Lebanon.
Aksi Hizbullah tak menggubris seruan dari Perdana Menteri Nawaf Salam yang mengingatkan berbagai pihak untuk menahan diri dan tak menyeret Lebanon dalam konflik. Nawaf menulis melalui platform X:
"Menghadapi perkembangan berbahaya yang terjadi di kawasan ini, saya kembali menghimbau seluruh rakyat Lebanon untuk bersikap bijaksana dan patriotik, dengan mengutamakan kepentingan Lebanon dan rakyat Lebanon di atas segalanya," sambil menambahkan: "Kami tidak akan menerima siapa pun yang membawa negara ini ke dalam petualangan yang mengancam keamanan dan persatuannya."
رئيس وزراء لبنان: لن نقبل أن يُدخل أحد البلاد في مغامرات تهدد أمنها ووحدتها#عاجل pic.twitter.com/pzwJkWIZ2g — قناة الجزيرة (@AJArabic) February 28, 2026
Halaman 5 / 6
Dia menyatakan waktu berjalan untuk kepentingan Iran yang udah 40 tahun terbiasa menghadapi krisis dan blokade, sambil menegaskan Amerika Serikat sedang menghadapi tekanan internal, termasuk pemilihan sela, yang memengaruhi keputusan strategisnya.
Qamouriya juga menyoroti perubahan dalam kepemimpinan Hizbullah, di mana para pemimpin lama digantikan oleh pemimpin baru yang tidak dikenal di dalam Lebanon dan bahkan oleh orang-orang terdekat, sehingga semakin sulit untuk menargetkan mereka dan meningkatkan unsur kejutan dalam operasi.
Dia mencatat, operasi yang sedang berlangsung dengan nama "Al-Asf Al-Ma'kul" mungkin hanya awal, dengan kemungkinan gelombang yang lebih intensif di kemudian hari, menegaskan bahwa keseimbangan militer dan tekanan saat ini terhadap Israel meningkatkan biaya perang secara signifikan.
Hizbullah 2.0
Ahli militer dan strategi Brigadir Jenderal Elias Hanna menggambarkan apa yang terjadi sebagai "Hizbullah 2.0", karena konfrontasi saat ini ditandai dengan hubungan baru antara front Iran dan Lebanon.
Ini dengan mengandalkan rudal dalam jumlah besar (lebih dari 100 rudal sekaligus) yang mencerminkan adanya persediaan yang besar dan strategi yang diperhitungkan untuk meningkatkan konfrontasi.
Hanna berbicara tentang apa yang disebutnya sebagai kebutaan intelijen Israel, karena Hizbullah mampu meluncurkan rudal secara bersamaan dari berbagai lokasi meskipun Israel mendominasi udara dan intelijen. Ini menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan kontrol yang tinggi serta manajemen operasi yang fleksibel.
Dia menambahkan, operasi ini mengungkapkan bahwa inisiatif saat ini ada di tangan Hizbullah, berbeda dengan periode sebelumnya ketika Israel menguasai informasi dan mencoba membongkar jaringan kepemimpinan militer partai tersebut.
Halaman 6 / 6
Dia melanjutkan, Israel ingin melakukan ekspansi dan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengumumkan upayanya untuk mendirikan "Israel Raya".
Qassem mengkritik pemerintah Lebanon dan menganggapnya sejalan dengan tuntutan Israel melalui upayanya untuk melucuti senjata Hizbullah.
Dia menilai keputusan pemerintah pada Agustus 2025 melemahkan Hizbullah dan memberikan legitimasi pada agresi.
Hizbullah telah menembakkan rudal dan drone ke beberapa target di Israel, serta menyerang kendaraan dan pasukan Israel di seberang perbatasan, yang mengakibatkan setidaknya dua tentara Israel terluka.
Sementara itu, kemarin, Hizbullah Lebanon merilis cuplikan video dari operasi yang mereka lakukan kemarin, Selasa, yang menargetkan sebuah tank Israel di pinggiran kota Kfar Kila, Lebanon selatan, saat mereka mengakui bahwa dua tentara mereka terluka.
Rekaman Hezbollah menunjukkan pemantauan cermat terhadap tank Merkava di daerah Tel al-Nahhas dekat Kafr Kila, kemudian menargetkannya dengan rudal Kornet sebelum terkena tembakan langsung dan terbakar.
Dalam konteks yang sama, tentara pendudukan mengumumkan bahwa dua tentara terluka akibat serangan rudal anti-tank terhadap pasukannya di selatan Lebanon.
Sementara itu, Hizbullah mengumumkan pada malam hari bahwa mereka menargetkan pangkalan Tel Hashomer di tenggara Tel Aviv dengan serangkaian rudal berkualitas.
Sebelumnya mengatakan, mereka telah melakukan serangan dengan pesawat tak berawak dan rudal sejak fajar yang menargetkan lokasi dan markas komando militer di tengah dan utara Israel.
Partai tersebut mengatakan dalam dua pernyataan terpisah bahwa mereka menargetkan tank Merkava dan truk pengangkut tentara di desa Hula dengan senjata yang sesuai, dan berhasil mengenai sasaran secara langsung.
Partai tersebut menyebutkan dalam pernyataannya bahwa serangan mereka merupakan tanggapan atas agresi kriminal Israel yang menimpa puluhan kota dan desa di Lebanon, termasuk pinggiran selatan Beirut.
Kemarin Selasa, radio resmi Israel mengonfirmasi masuknya pasukan darat ke selatan Lebanon, sementara surat kabar Haaretz menyebutkan niat tentara pendudukan untuk mengosongkan garis desa pertama dan kedua di selatan Lebanon.
Dalam konteks ini, tentara pendudukan pada siang hari ini memperingatkan semua penduduk selatan Lebanon untuk segera mengungsi dan menuju ke utara Sungai Litani, di tengah eskalasi serangan terhadap Lebanon sejak Senin, bersamaan dengan perang yang dilancarkan bersama Amerika Serikat terhadap Iran sejak Sabtu lalu.
Tentara pendudukan melancarkan serangan ofensif setelah Hizbullah mengumumkan pemboman sebuah lokasi militer di utara Israel pada Senin dini hari, dan angkatan udara Israel melakukan serangkaian serangan udara terhadap pinggiran selatan dan wilayah-wilayah di selatan Lebanon.