AS Bombardir Isfahan Iran dengan Bom Penghancur Bunker, Picu Bola Api Menjulang ke Langit - SindoNews
AS Bombardir Isfahan Iran dengan Bom Penghancur Bunker, Picu Bola Api Menjulang ke Langit
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Selasa, 31 Maret 2026 - 11:28 WIB
AS dilaporkan bombardir kota Isfahan di Iran dengan bom penghancur bunker, yang memicu bola api raksasa menjulang ke langit. Foto/TruthSocial @realDonaldTrump
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah membombardir kota Isfahan, Iran, dengan bom penghancur bunker, pada Selasa (31/3/2026). Presiden AS Donald Trump telah membagikan video ledakan besar di Iran tanpa menjelaskan konteksnya.
Meski demikian, laporan media Amerika menyebutkan video yang dibagikan Trump—yang menunjukkan serangkaian ledakan dahsyat, diikuti oleh kebakaran besar yang menerangi langit malam dengan warna oranye—merupakan gambar dari pengeboman di Isfahan.
Baca Juga: Pasukan Khusus AS Sudah Mendarat di Timur Tengah, Bakal Invasi Darat ke Iran?
Isrel dilaporkan ikut bergabung dalam serangan tersebut, yang diklaim menargetkan depot amunisi utama di Isfahan, sebuah kota di Iran dengan populasi 2,3 juta jiwa dan rumah bagi pangkalan udara Badr.
Menurut seorang pejabat AS yang dikutip oleh The Wall Street Journal, pasukan AS menyerang depot amunisi di Isfahan dengan bom penghancur bunker seberat 2.000 pon (sekitar 907 kilogram).
"Sejumlah besar bom penghancur bunker, atau amunisi penetrator, digunakan untuk serangan itu," kata pejabat tersebut.
Laporan tersebut mengeklaim bahwa serangan ini memicu serangkaian ledakan sekunder yang dahsyat yang mengirimkan bola api dan gelombang kejut yang menjulang ke langit di seluruh area. Serangan tersebut telah meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi saat perang memasuki bulan kedua, bahkan ketika Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan Turki bertemu untuk mencari jalan keluar diplomatik.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa Iran mungkin telah memindahkan persediaan uranium yang sangat diperkaya, diperkirakan sekitar 540 kg, ke fasilitas bawah tanah di Isfahan. Kota itu juga pernah menjadi target serangan AS pada Juni tahun lalu di bawah Operasi Midnight Hammer, yang berfokus pada fasilitas nuklir Iran.
Laporan tentang serangan tersebut muncul sehari setelah Trump, pada hari Senin, mengancam akan menghancurkan sumber daya energi Iran dan infrastruktur vital lainnya secara luas, termasuk fasilitas nuklir dan instalasi pengolahan air, jika kesepakatan untuk mengakhiri perang tidak tercapai "dalam waktu singkat".
Trump mengatakan AS akan menghancurkan situs energi Iran jika diskusi dengan "rezim baru dan lebih masuk akal" tidak menghasilkan kesepakatan dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali menuduh bahwa Iran hampir membangun senjata nuklir, sebuah klaim yang tidak didukung oleh badan pengawas nuklir PBB; IAEA.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

6 Fakta Buster GBU-57, Bom Bunker AS yang Serang Iran
X