6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran, dari Kharg hingga Qeshm - SindoNews
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran, dari Kharg hingga Qeshm
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Selasa, 31 Maret 2026 - 15:40 WIB
Setidaknya ada enam pulau yang jadi target invasi darat AS di Iran. Foto/X/@ArmyRecognition
TEHERAN - Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan beberapa opsi militer terhadap Iran , dengan fokus pada pulau-pulau kunci di Teluk Persia.
Melansir India Times, pulau-pulau tersebut penting secara strategis karena kedekatannya dengan Selat Hormuz, titik hambatan energi yang kritis, dan perannya dalam industri minyak dan pertahanan militer Iran. Para pejabat memperingatkan bahwa merebut dan mempertahankan wilayah Iran akan jauh lebih berisiko daripada tindakan AS apa pun sejauh ini dalam konflik tersebut.
Pentagon dilaporkan sedang mengembangkan rencana untuk pukulan telak, yang dapat mencakup operasi darat dan pengeboman, beberapa sumber mengatakan kepada Barak Ravid dari Axios. Opsi yang tersedia termasuk merebut kapal-kapal di dekat Selat Hormuz atau menyerang pulau-pulau tertentu, termasuk pusat ekspor minyak utama Iran, Pulau Kharg.
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran, dari Kharg hingga Qeshm
1. Pulau Kharg
Sekitar 15 mil dari pantai Iran, Pulau Kharg menangani sekitar 90% ekspor minyak mentah negara itu. Pulau ini juga memiliki sumber daya air tawar yang membantu menopang ribuan penduduk dan infrastruktur utama. Perairannya yang dalam memungkinkan kapal tanker minyak besar untuk berlabuh, yang berarti serangan langsung dapat dengan cepat mengganggu ekspor minyak Iran, yang sebagian besar mengalir ke China.
Namun, menginvasi dan menguasai Kharg akan menempatkan pasukan AS lebih langsung dalam garis tembak daripada kampanye udara yang sedang berlangsung.
2. Pulau Larak
Pulau Larak terletak di titik tersempit Selat Hormuz dan merupakan titik kunci bagi ekspor minyak Iran. Iran menggunakan Larak, yang memiliki jaringan bunker dan kapal serang yang mampu menghancurkan kapal kargo, untuk memantau dan mempertahankan kendali atas selat tersebut.
Merebut Larak dapat membatasi kemampuan Iran untuk mengganggu kapal dan memasang ranjau di selat tersebut, dan mungkin membantu AS mematahkan cengkeraman Iran pada lalu lintas. Namun, pulau itu dibentengi dengan kuat dan akan menjadi target yang sulit.
3 - 5. Abu Musa, Tunb Besar, Tunb Kecil
Pulau Abu Musa dan Tunb terletak di dekat pintu masuk barat Selat Hormuz, antara Iran dan Uni Emirat Arab. Meskipun diklaim oleh UEA, Iran telah mendudukinya secara paksa sejak tahun 1971. Pulau-pulau tersebut berfungsi sebagai pos militer Iran yang dilengkapi dengan rudal, drone, dan kemampuan pemasangan ranjau.
Pentagon dilaporkan telah menyarankan untuk merebut Abu Musa. Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menulis di X pada hari Rabu bahwa intelijen Iran menunjukkan “musuh Iran, dengan dukungan sebuah negara di kawasan itu, sedang mempersiapkan operasi untuk menduduki salah satu pulau Iran.”
Dia menambahkan, “Jika mereka mengambil tindakan apa pun, semua infrastruktur vital negara regional itu akan menjadi sasaran tanpa batas oleh serangan tanpa henti.”
6. Pulau Qeshm
Qeshm adalah pulau terbesar di Teluk Persia, terletak di lepas pantai selatan Iran dekat Selat Hormuz. Pulau ini menyimpan rudal anti-kapal, ranjau, drone, dan pesawat serang lainnya di terowongan bawah tanah. Menurut Al Jazeera, Qeshm kadang-kadang digambarkan sebagai "sumbat di jalur transit energi paling vital di dunia."
Iran menuduh AS menyerang pabrik desalinasi di Qeshm pada awal perang, mengganggu pasokan air ke desa-desa setempat, tuduhan yang dibantah AS. Dengan luas sekitar 558 mil persegi, Qeshm akan menjadi target yang sangat besar, dan tidak ada tanda-tanda pendudukan yang direncanakan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain