0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    3 Tentara AS Tewas, Trump Umumkan Perang Melawan Iran Terus Berlanjut - SindoNews

    6 min read

       

    3 Tentara AS Tewas, Trump Umumkan Perang Melawan Iran Terus Berlanjut


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Senin, 02 Maret 2026 - 08:23 WIB

    Presiden Donald Trump umumkan perang melawan Iran terus berlanjut setelah tiga tentara Amerika Serikat tewas. Trump menyatakan perang berlanjut sampai semua tujuan AS tercapai. Foto/White House

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan perang Amerika bersama Israel melawan Iran akan terus berlanjut hingga semua tujuan Washington tercapai.

    Trump, dalam sebuah video yang diunggah di Truth Social, juga mengonfirmasi bahwa tiga tentara militer AS telah tewas dalam serangan rudal Iran. Dia juga mengatakan kemungkinan akan ada lebih banyak korban, sembari bersumpah akan membalaskan kematian para tentara Amerika.

    Baca Juga: Perang Memanas, Serangan Rudal Iran Tewaskan 3 Tentara AS, 5 Lainnya Luka Parah

    "Operasi tempur terus berlanjut saat ini dengan kekuatan penuh, dan akan terus berlanjut sampai semua tujuan kita tercapai. Kita memiliki tujuan yang sangat kuat," kata Trump, seperti dikutip Reuters, Senin (2/3/2026).

    Trump mengatakan kepada NBC News dalam sebuah wawancara pada hari Minggu, “Kami memperkirakan akan ada korban jiwa dalam situasi seperti ini.”

    “Kami memiliki tiga korban, tetapi kami memperkirakan akan ada korban jiwa,” katanya. “Tetapi pada akhirnya ini akan menjadi hal yang hebat bagi dunia.”

    Komando Pusat (CENTCOM) Amerika juga mengonfirmasi kematian pertama di pihak militer AS.

    "Beberapa pasukan lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak,” kata komando tersebut, tanpa menyebutkan lokasinya.

    Rudal-rudal Iran telah menargetkan beberapa pangkalan Amerika di Bahrain, Irak, dan Kuwait sebagai bagian dari konflik tersebut, yang oleh Pentagon disebut Operation Epic Fury.

    Ini adalah korban jiwa AS pertama yang dikonfirmasi sejak Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Sabtu bahwa AS telah memulai operasi tempur besar-besaran terhadap Iran.

    Korban jiwa di pihak militer Amerika tersebut kemungkinan akan meningkatkan tekanan pada Gedung Putih dan Pentagon untuk merespons dengan tegas, berpotensi memperluas konflik di luar serangan terbatas menjadi kampanye militer yang lebih berkelanjutan.

    Operation Epic Fury—yang digambarkan oleh Trump sebagai pukulan yang diperlukan terhadap infrastruktur militer dan nuklir Iran—telah mendorong kedua musuh bebuyutan itu ke konfrontasi paling langsung dalam beberapa tahun terakhir.

    Iran telah meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke pasukan Amerika di wilayah Timur Tengah sejak serangan Amerika dan Israel dimulai, menurut seorang pejabat AS, sebagian besar di antaranya dicegat oleh pertahanan udara. Pejabat tersebut berbicara dalam kondisi anonim untuk membahas topik yang sensitif.

    Iran mengatakan telah membalas terhadap fasilitas militer AS di beberapa negara di Teluk Persia, serta meluncurkan rentetan rudal ke arah Israel. Ini termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab, dan pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain.

    Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania juga menjadi sasaran, menurut media pemerintah Iran, serta pangkalan AS di Irak utara.

    Partai Demokrat AS dengan cepat menempatkan tanggung jawab pada Presiden Trump.

    “Dia mencoba mengelak seolah-olah ‘oh, kita sedang berperang, dan sungguh mengerikan jika anggota militer terbunuh,’” kata Senator Andy Kim dari Partai Demokrat. “Dia memilih ini. Dia menempatkan [pasukan AS] dalam bahaya. Mereka tidak harus mati.”

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    3 Alasan Greenland Jadi...

    3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia

    Komentar
    Additional JS