0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Konflik Rusia Ukraina Spesial Ukraina Vladimir Putin Zelenskyy

    Zelensky Kesal Seluruh Pembangkit Listrik Ukraina Diserang Rusia, Sebut Putin Budak Perang - SindoNews

    6 min read

     

    Zelensky Kesal Seluruh Pembangkit Listrik Ukraina Diserang Rusia, Sebut Putin Budak Perang


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Minggu, 15 Februari 2026 - 13:06 WIB

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebut Presiden Rusia Vladimir Putin budak perang. Foto/X @ZelenskyyUa

    MUNICH - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich, menyampaikan kekesalannya atas serangan Rusia yang menargetkan seluruh pembangkit listrik di negaranya. Dia kemudian mengecam Presiden Vladimir Putin sebagai "budak perang".

    Zelensky juga menarik paralel antara perundingan Rusia-Ukraina saat ini tentang konsesi teritorial dan Perjanjian Munich 1938, ketika diktator Nazi Jerman Adolf Hitler memaksa konsesi teritorial dari kekuatan Eropa—setahun sebelum Perang Dunia II.

    Zelensky berbicara beberapa hari sebelum peringatan keempat invasi Moskow, yang telah menewaskan ratusan ribu orang, menghancurkan Ukraina timur dan memaksa jutaan orang mengungsi.

    Baca Juga: Bos NATO Ledek Rusia Siput yang Lambat, Moskow Ejek Balik Sekutu

    Kyiv dan sekutu Barat-nya menuduh Moskow sengaja membekukan penduduk Ukraina dengan serangannya terhadap jaringan energi.

    “Tidak ada satu pun pembangkit listrik di Ukraina yang tidak rusak akibat serangan Rusia,” kata Zelensky. “Tidak satu pun," katanya lagi, seperti dikutip dari AFP, Minggu (15/2/2026).

    “Namun kami masih menghasilkan listrik,” imbuh dia, seraya memuji ribuan pekerja yang memperbaiki pembangkit listrik.

    Sekali lagi, dia meminta Barat untuk mengirimkan sistem pertahanan udara ke Ukraina lebih cepat.

    Mengenai Putin, yang melancarkan perang pada Februari 2022, Zelensky mengatakan: “Dia mungkin menganggap dirinya sebagai tsar, tetapi pada kenyataannya dia adalah budak perang.”

    Rusia dan Ukraina akan mengadakan perundingan yang dimediasi Amerika Serikat minggu depan, dan Zelensky mengatakan Kyiv melakukan “segala upaya” untuk mengakhiri perang.

    Jaminan Keamanan untuk Ukraina

    Zelensky juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di sela-sela konferensi Munich.

    Rusia telah menuntut agar Ukraina menarik diri dari wilayah Donetsk dan menginginkan Kyiv untuk mengakui klaimnya atas wilayah Ukraina yang didudukinya. Ukraina telah menolak untuk menyerahkan wilayah timurnya.

    Mengenai perundingan sejauh ini, Zelensky mengatakan: “Amerika sering kembali ke topik konsesi, dan terlalu sering konsesi tersebut dibahas hanya dalam konteks Ukraina.”

    Dia juga membandingkan perundingan saat ini dengan Perjanjian Munich 1938, ketika kekuatan Eropa membiarkan Hitler mengambil sebagian Cekoslowakia hanya untuk kemudian Perang Dunia II pecah pada tahun berikutnya.

    “Akan menjadi ilusi untuk percaya bahwa perang ini sekarang dapat diakhiri dengan membagi Ukraina—sama seperti ilusi untuk percaya bahwa mengorbankan Cekoslowakia akan menyelamatkan Eropa dari perang besar,” kataya, memperingatkan.

    Kyiv melakukan segalanya untuk mengakhiri perang, katanya, yang menegaskan bahwa jaminan keamanan yang layak adalah satu-satunya cara untuk mencapai kesepakatan dan mencegah agresi Rusia di masa depan.

    “Dengan Rusia, Anda tidak dapat meninggalkan celah sekecil apa pun yang dapat digunakan Rusia untuk memulai perang,” katanya.

    Zelensky kembali berpendapat bahwa akan ada lebih banyak peluang untuk mengakhiri perang jika negara-negara Eropa memiliki kursi di meja perundingan—sesuatu yang ditentang Rusia.

    Perundingan pekan depan di Jenewa antara kedua pihak akan berlangsung setelah dua putaran negosiasi AS-Rusia-Ukraina di Abu Dhabi.

    Dalam unggahan media sosial, Zelensky mengatakan bahwa dia telah berbicara melalui telepon dengan utusan AS Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, menjelang perundingan tersebut.

    “Kami berharap pertemuan-pertemuan ini akan benar-benar produktif,” katanya.

    Namun, tanpa terobosan diplomatik sejauh ini, pemimpin Ukraina itu menyerukan kepada sekutu-sekutu Baratnya untuk mengambil keputusan politik yang lebih cepat.

    “Senjata berkembang lebih cepat daripada keputusan politik yang dimaksudkan untuk menghentikannya,” kata Zelensky. Dia mencatat bahwa drone Shahed rancangan Iran yang digunakan Rusia telah menjadi jauh lebih mematikan.

    Kembali ke pertanyaan tentang pemilu di Ukraina, Zelensky mengatakan bahwa pemilu akan diadakan setelah Kyiv menerima jaminan keamanan dan gencatan senjata telah disepakati.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    600 Tentara Korea Utara...

    600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina

    Komentar
    Additional JS