0
News
    Home Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    Trump Tolak Desakan Netanyahu, Tetap Ingin Lanjutkan Negosiasi dengan Iran - Viva

    5 min read

     

    Trump Tolak Desakan Netanyahu, Tetap Ingin Lanjutkan Negosiasi dengan Iran

    VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Rabu, 11 Februari 2026, bahwa pembicaraan dengan Iran harus dilanjutkan, dan menolak desakan perdana menteri Israel untuk mengambil sikap yang lebih keras terhadap Teheran.

    Israel Gabung Board of Peace Bentukan Trump, Bagaimana Sikap RI?

    "Tidak ada kesepakatan pasti yang dicapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai atau tidak," kata Trump di media sosial setelah pertemuan mereka selama tiga jam.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    "Jika bisa, saya memberi tahu Perdana Menteri bahwa itu akan menjadi pilihan. Jika tidak, kita hanya perlu melihat apa hasilnya," kata Trump, menambahkan pengingat tentang serangan AS tahun lalu terhadap program nuklir Iran.

    Prabowo Dipastikan Hadiri KTT Perdana Board of Peace di AS Pekan Depan

    Netanyahu sebelumnya berupaya mendesak AS agar program rudal balistik Republik Islam itu dimasukkan dalam kesepakatan negosiasi antara Teheran dan Washington. Netanyahu bergegas ke Washington untuk pertemuan ketujuhnya dengan Trump sejak pemimpin AS itu kembali berkuasa.

    Kantor Netanyahu mengatakan bahwa selama pembicaraan dengan Trump, perdana menteri Israel telah "menekankan pada kebutuhan keamanan negara Israel sehubungan dengan negosiasi" tentang Iran.

    Semakin Menekan, Trump Ngotot Ingin Lucuti Kemampuan Nuklir Iran

    Trump telah mengisyaratkan tindakan militer AS terhadap Iran menyusul tindakan keras Teheran yang mematikan terhadap para demonstran, tetapi pada saat yang sama Washington dan Teheran memulai kembali pembicaraan pekan lalu dengan pertemuan di Oman.

    Pembicaraan telah ditangguhkan setelah serangan AS terhadap situs-situs atom Iran selama perang 12 hari Israel dengan Iran Juli lalu.

    Pertemuan Tertutup

    Pertemuan Gedung Putih diadakan secara tertutup, dengan Netanyahu masuk melalui pintu samping tanpa menerima pengawal kehormatan tradisional. Trump dan Netanyahu terlihat berjabat tangan dalam sebuah foto yang dirilis oleh kantor perdana menteri Israel.

    Netanyahu mengatakan saat ia berangkat ke Washington bahwa pembicaraannya akan "pertama dan terutama" tentang negosiasi Iran, sambil menambahkan bahwa mereka juga akan membahas Gaza dan isu-isu regional lainnya.

    "Saya akan menyampaikan kepada presiden pandangan kami mengenai prinsip-prinsip untuk negosiasi," katanya dalam sebuah pernyataan video. Kantor Netanyahu mengatakan ia akan menyoroti persenjataan rudal Iran.

    Kekhawatiran Israel mencapai puncaknya selama perang yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun lalu, di mana Iran meluncurkan gelombang rudal balistik dan proyektil lainnya ke wilayah Israel, menghantam area militer dan sipil.

    Sambil meningkatkan harapan akan kesepakatan nuklir, Trump juga meningkatkan ancaman kemungkinan tindakan militer AS terhadap Iran.

    Ia memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan media berita Axios pada hari Selasa bahwa ia "sedang mempertimbangkan" untuk mengirim kelompok serang kapal induk kedua ke wilayah tersebut.

    "Entah kita akan membuat kesepakatan atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat keras seperti terakhir kali," kata Trump. "Kita memiliki armada yang sedang menuju ke sana dan satu lagi mungkin akan menyusul."

    Sejauh ini, Iran telah menolak untuk memperluas pembicaraannya dengan Amerika Serikat di luar masalah program nuklirnya, meskipun Washington juga menginginkan program rudal balistik Teheran dan dukungannya terhadap kelompok militan regional dibahas.

    Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada hari Rabu bahwa Teheran "tidak akan menyerah pada tuntutan yang berlebihan" terkait program nuklirnya. Namun ia menegaskan bahwa negaranya "tidak berupaya untuk memperoleh senjata nuklir."

    Kunjungan Netanyahu juga akan mencakup isu-isu lain, dari Gaza hingga Tepi Barat. Ia secara resmi bergabung sebagai anggota "Dewan Perdamaian" Trump selama pertemuan pada Rabu pagi dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, kata kantor PM Israel.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Kelompok tersebut awalnya dimaksudkan untuk mengawasi gencatan senjata Gaza, tetapi Trump sekarang memposisikannya sebagai saingan potensial bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    Pertemuan itu juga terjadi di tengah meningkatnya kemarahan internasional atas tindakan Israel untuk memperketat kendali atas Tepi Barat yang diduduki dengan mengizinkan para pemukim untuk membeli tanah langsung dari pemilik Palestina. (CNA)


    Komentar
    Additional JS