0
News
    Home Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Israel Nuklir Spesial

    Trump Klaim Terlibat Tak Langsung dalam Pembicaraan Nuklir Iran di Jenewa - suara Kalbar

    3 min read

     

    Trump Klaim Terlibat Tak Langsung dalam Pembicaraan Nuklir Iran di Jenewa

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (AP Photo/Evan Vucci)

    Suara Kalbar – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan berpartisipasi secara tidak langsung dalam pembicaraan dengan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Selasa (17/2/2026).

    “Jadi saya akan terlibat dalam pembicaraan tersebut secara tidak langsung, dan itu akan sangat penting, dan kita akan lihat apa yang bisa terjadi,” kata Trump kepada wartawan, Senin (16/2/2026).

    Putaran kedua negosiasi tidak langsung mengenai program nuklir Iran dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari di Jenewa.

    Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh utusan khusus presiden Steve Witkoff.

    Pembicaraan ini menjadi bagian dari upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan terkait program nuklir Iran yang kembali menjadi sorotan internasional.

    Pekan sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat akan mengerahkan kelompok tempur kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah.

    Langkah tersebut disebut sebagai antisipasi jika kesepakatan dengan Iran tidak tercapai dan situasi keamanan semakin memburuk.

    Pengerahan kekuatan militer tambahan dinilai sebagai sinyal bahwa Washington tetap menyiapkan opsi tekanan selain jalur diplomasi.

    Di sisi lain, Araghchi menegaskan bahwa Teheran tetap menganggap pengayaan uranium sebagai hak negara tersebut, bahkan jika kebijakan itu berpotensi memicu konflik.

    Pernyataan tersebut menegaskan perbedaan posisi mendasar antara Iran dan Amerika Serikat, yang masih menjadi tantangan utama dalam proses negosiasi.

    Pembicaraan di Jenewa dipandang sebagai momentum penting untuk menguji kemungkinan tercapainya kesepakatan baru mengenai program nuklir Iran.

    Meski kedua pihak masih memiliki perbedaan tajam, jalur diplomasi tetap dianggap sebagai opsi utama untuk mencegah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

    Sumber: Beritasatu.com

    IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS


    Komentar
    Additional JS