Timur Tengah Berguncang, Ada Ambisi Israel di Balik Larangan Kepemilikan Senjata Nuklir Iran - Warta Ekonomi
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memaparkan syarat-syarat yang ia nilai mutlak harus dipenuhi dalam setiap kesepakatan dari Iran dan Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan bahwa tak boleh ada pengembangan senjata nuklir yang dilakukan oleh Teheran.
Dikutip dari Aljazeera, Netanyahu menyatakan skeptis terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan dari Iran-AS. Namun, ia mengungkapkan tbahwa perjanjian apa pun harus mencakup sejumlah elemen kunci, salah satunya pembongkaran infrastruktur nuklir dari Iran.
Baca Juga: Jelang Rapat Lanjutan Amerika Serikat-Iran, Begini Nasib Harga Minyak Hari Ini (16/2)
“Yang pertama, seluruh material uranium yang telah diperkaya harus keluar dari Iran,” kata Netanyahu.
Iran selanjutnya tidak boleh lagi memiliki kemampuan pengayaan uranium. Menurut Netanyahu, hal ini tidak cukup hanya dengan menghentikan proses pengayaan, melainkan harus membongkar peralatan dan infrastruktur yang memungkinkan pengayaan dilakukan sejak awal.
“Bukan sekadar menghentikan pengayaan, tetapi membongkar peralatan dan infrastruktur yang memungkinkan pengayaan itu sendiri,” ujar Netanyahu.
Syarat ketiga yang disorotinya adalah penyelesaian isu program rudal balistik dari Iran. Netanyahu juga menekankan pentingnya inspeksi berkelanjutan dan ketat terhadap program nuklir dari Teheran. Ia menegaskan bahwa mekanisme pengawasan harus bersifat nyata dan efektif.
Baca Juga: China Ikut Jadi 'Target' Rencana Serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran
“Harus ada inspeksi yang sesungguhnya, inspeksi substansial, bukan inspeksi dengan waktu pemberitahuan terlebih dahulu, melainkan pengawasan yang efektif untuk semua hal tersebut,”
Di sisi lain, hal ini juga menegaskan ambisi nuklir dari Israel. Negara tersebut merupakan satu-satunya negara yang secara luas diyakini memiliki senjata nuklir di Timur Tengah.
Israel juga merupakan satu-satunya negara yang bukan pihak dalam Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir. Hal ini merupakan salah satu penyebab ketegangan antara Iran dan Israel.
Baca Juga: Rezim Khamenei Bakal Tamat, Sekutu Amerika Serikat (AS) Tuntut Kehancuran Iran
Israel tidak secara resmi mengakui kepemilikan senjata nuklir, namun diperkirakan memiliki sekitar ratusan hulu ledak nuklir, dengan berbagai sistem pengiriman seperti rudal dan pesawat tempur, serta kemungkinan rudal jelajah dari kapal selam.
Adapun Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan sepakat untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran. Hal itu termasuk dengan mengurangi ekspor minyak dari negara tersebut ke China.
“Kami sepakat bahwa kami akan bertindak penuh dengan tekanan maksimum terhadap Iran. Hal itu termasuk terkait penjualan minyak dari negara itu ke China,” ujar Pejabat Gedung Putih, dikutip dari Axios.
Baca Juga: Sinyal Perang Dunia, Amerika Serikat (AS) Diam-diam Siapkan Operasi Militer Panjang di Iran
Trump di sisi lain juga dilaporkan tengah menyiapkan skenario operasi militer berkelanjutan selama berminggu-minggu terhadap Iran. Perencanaan kali ini dilaporkan jauh lebih kompleks dibandingkan operasi kedua negara yang sebelumnya menyasar fasilitas pengembangan nuklir dari Iran.