Temuan Baru Ungkap Epstein Bukan Tewas Bunuh Diri, tetapi Dieksekusi Dalam Sel Isolasinya - Republika
Temuan Baru Ungkap Epstein Bukan Tewas Bunuh Diri, tetapi Dieksekusi Dalam Sel Isolasinya
Skandal Epstein menyeret sejumlah tokoh terkemuka dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman AS mengungkapkan informasi bertentangan dengan laporan resmi sebelumnya mengenai kematian miliarder AS Jeffrey Epstein.
Epstein dihukum karena kejahatan seksual dan dituduh melakukan perdagangan anak di bawah umur, terutama terkait dengan pernyataan pihak berwenang bahwa tidak ada seorang pun yang memasuki selnya pada malam kematiannya.
Rekaman kamera pengawas di penjara, yang dirilis oleh Departemen Kehakiman, menunjukkan sebuah benda oranye naik ke sayap terisolasi tempat Epstein ditahan, sekitar pukul 10:39 malam pada 9 Agustus 2019, beberapa jam sebelum dia ditemukan tewas di selnya, menurut laporan jaringan berita Amerika Serikat, CBS News, dikutip Aljazeera, Rabu (11/2/2026).
Penjelasan resmi pihak berwenang mengenai benda oranye misterius tersebut beragam. FBI menduga benda tersebut adalah tahanan lain, sedangkan kantor inspektur jenderal mengatakan benda tersebut adalah petugas yang membawa penutup oranye.
Analisis yang dilakukan CBS News terhadap rekaman tersebut, dengan bantuan para ahli independen, mengungkapkan gerakan benda oranye yang terlihat dalam rekaman tersebut saat menaiki tangga mirip dengan gaya berjalan narapidana yang mengenakan seragam oranye, bukan petugas.
Menurut jaringan CBS News, para pegawai penjara menegaskan membawa seorang narapidana ke sayap tertutup pada jam-jam seperti itu sangatlah tidak biasa.
Dia menyatakan, mengidentifikasi orang itu bisa membantu merekonstruksi kejadian, terutama karena orang tak dikenal itu muncul pada waktu yang sama dengan perkiraan waktu kematian Epstein menurut forensik.
Jaringan televisi Amerika itu juga menyoroti ketidakjelasan rekaman video, karena kamera pengawas satu-satunya di sudut itu tidak mencakup seluruh sudut, sehingga memungkinkan seseorang masuk tanpa terlihat dengan jelas.
Data yang baru-baru ini terungkap ini bertentangan dengan pernyataan sebelumnya dari pejabat Amerika Serikat, termasuk Menteri Kehakiman saat itu, Bill Barr, yang menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang memasuki kamar Epstein pada malam kematiannya.
Halaman 2 / 7
Pada 2023, seperti yang dikatakan mantan wakil direktur FBI, Dan Bongino, dalam sebuah wawancara pada tahun rekaman kamera pengawas dengan jelas menunjukkan bahwa Epstein adalah satu-satunya orang yang memasuki sayap yang terisolasi itu.
Menurut laporan CBS News, penyelidikan kematian Epstein melibatkan dua petugas yang bertanggung jawab pada malam itu, yaitu Tava Noel dan Getto Bonum, yang kemudian diketahui tidur antara tengah malam, menurut kesaksian rekannya Noel.
Jaringan tersebut menunjuk pada kebingungan dan kontradiksi dalam pernyataan petugas penjara mengenai tidur saat bertugas.
Selain itu juga menunjukkan kelalaian petugas yang bertugas di unit tersebut pada malam itu dalam melakukan penghitungan tahanan pada pukul tiga dan lima pagi, serta tidak melakukan pemeriksaan rutin yang wajib untuk memastikan keselamatan Epstein yang dilakukan setiap.
Laporan tersebut juga menunjukkan adanya ketidaksesuaian informasi mengenai tali gantung yang diduga digunakan Epstein untuk bunuh diri.
Menurut laporan inspektur jenderal mengenai hal ini, tali gantung yang ditemukan di tempat kejadian ternyata bukanlah tali yang digunakan dalam dugaan bunuh diri yang menyebabkan kematiannya.
Versi resmi mengatakan bahwa Epstein meninggal karena bunuh diri sekitar pukul 6:30 pagi, dan jenazahnya ditemukan saat sarapan pagi sedang dibagikan.
Namun, pertanyaan tentang keadaan kematiannya dan cara pihak berwenang menyelidiki insiden tersebut terus meningkat, terutama dengan adanya informasi baru yang terungkap dari rekaman kamera pengawas.
Halaman 3 / 7
Kumpulan dokumen baru yang dipublikasikan Departemen Kehakiman AS pada Jumat (30/1/2026) mengungkap detail mengejutkan terkait tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh politik dan ekonomi.
Kumpulan tersebut mencakup 3 juta dokumen terkait dengan terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein, serta 2.000 video, dan 180 ribu foto,
Wakil Menteri Kehakiman, Todd Blanche, mengatakan dalam konferensi pers, kumpulan besar berkas yang dipublikasikan pada Jumat tersebut merupakan akhir dari pengungkapan yang direncanakan pemerintahan Presiden Donald Trump berdasarkan undang-undang.
Berkas-berkas investigasi kasus Epstein, yang dituduh mengelola jaringan eksploitasi seksual dan pemerkosaan yang luas dan yang ditemukan tewas di selnya pada 2019, kembali memicu kontroversi di Amerika Serikat setelah sebagian dari berkas tersebut diungkapkan kepada publik.
Berikut ini fakta-fakta seputar skandal terbesar di dunia yang melibatkan tokoh-tokoh terkemuka dalam kasus yang populer dengan sebutan Epstein Files, dikutip dari Aljazeera, Senin (2/2/2026).
Pertama, Gates membantah
Di satu sisi, pendiri dan mantan CEO Microsoft, Bill Gates, membantah tuduhan pemerkosaan dan eksploitasi anak di bawah umur yang disebutkan dalam bocoran itu.
Berkas-berkas baru berisi beberapa email yang mengklaim bahwa Gates mencoba menyembunyikan penyakit menular seksual yang dideritanya dari mantan istrinya, Melinda, setelah Gates diduga menjalin hubungan dengan beberapa wanita Rusia.
Seorang juru bicara Gates mengatakan kepada BBC, tuduhan ini tidak benar dan konyol dan menegaskan Gates tidak ada hubungannya dengan tuduhan tersebut.
نائب وزيرة العدل الأمريكية تود بلانش يعلن نشر أكثر من ثلاثة ملايين صفحة إضافية مرتبطة بملفات إبستين#الأخبار pic.twitter.com/2iIxxB2EWt — قناة الجزيرة (@AJArabic) January 31, 2026
Halaman 4 / 7
Kedua, bocoran Pangeran Andrew
Beberapa email yang baru-baru ini dirilis menunjukkan, Jeffrey Epstein meminta Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew dari Inggris, untuk mengeluarkan pernyataan yang mengatakan dirinya bukan pelaku pelecehan anak dan bahwa dia telah ditipu agar mempercayai tuduhan palsu terhadapnya.
Korespondensi ini terjadi setelah Epstein dihukum pada 2008 atas tuduhan eksploitasi anak di bawah umur untuk prostitusi.
Dalam korespondensi tersebut, pada Agustus 2009, Sarah berterima kasih kepada Epstein karena telah menjadi saudara yang selalu dia impikan.
Dia mengatakan, dirinya belum pernah terpengaruh oleh kebaikan seorang teman seperti yang dia rasakan sekarang.
Dokumen-dokumen tersebut juga menunjukkan Epstein menerima dan mengirim beberapa artikel berita terkait mantan duchess, tentang perceraiannya dengan saudara laki-laki raja, Andrew Mountbatten-Windsor, dan kondisi keuangannya.
Andrew mengundurkan diri dari tugas-tugas kerajaannya pada 2019 dan gelar "Yang Mulia" serta gelar pangeran dicabut darinya, sementara mantan Duchess Sarah juga mendapat kritik karena menulis surat kepada Epstein setelah dia dihukum.
Ketiga, hubungan dengan Mossad
Dokumen-dokumen tersebut mencakup sejumlah percakapan antara Epstein dan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, di mana "Mossad" disebutkan dalam pembicaraan kedua belah pihak pada dua kesempatan.
Halaman 5 / 7
Menurut dokumen tersebut, Epstein meminta Barak dalam email yang dikirimkan kepadanya pada 17 Desember 2018 untuk secara eksplisit menyatakan dia tidak bekerja untuk Mossad.
Dalam email lain pada 9 November 2017, Epstein menulis kepada Barak, "Apakah Boies meminta bantuan Anda untuk mencari mantan agen Mossad untuk melakukan penyelidikan kotor? Hal ini sering dibicarakan di media."
Sebaliknya, Barak tidak menyinggung hal ini dalam balasannya, dan hanya meminta Epstein untuk menghubunginya.
Keempat, dugaan bunuh diri
Dokumen terbaru yang dirilis mencakup email antara para penyelidik tentang kematian Epstein, termasuk catatan dari salah satu penyelidik bahwa pesan terakhirnya tidak terlihat seperti pesan bunuh diri, dan berbagai penyelidikan menyimpulkan kematian Epstein adalah bunuh diri.
Catatan tersebut juga mengungkapkan tipu muslihat yang digunakan oleh petugas penjara untuk menipu media yang berkumpul di luar saat jenazah Epstein dibawa keluar.
Kotak dan seprai digunakan untuk membentuk sesuatu yang tampak seperti jenazah, dan diletakkan di dalam truk putih bertuliskan "Kantor Kepala Dokter Forensik".
Para wartawan mengikuti truk tersebut saat meninggalkan penjara, tanpa mengetahui bahwa jenazah Epstein yang sebenarnya telah dipindahkan ke dalam kendaraan hitam yang pergi tanpa diketahui siapa pun.
Kelima, mengirim undangan
Dokumen-dokumen menunjukkan bahwa pendiri Tesla, miliarder Elon Musk, telah mengirim pesan kepada Epstein antara 2012 dan 2013 mengenai kunjungan ke kompleksnya yang terkenal di pulau miliknya, yang menjadi lokasi banyak tuduhan pelecehan seksual.
Epstein bertanya dalam email tentang berapa banyak orang yang ingin dibawa Musk dengan helikopter, dan Musk menjawab bahwa kemungkinan besar hanya dia dan pasangannya saat itu, dan menulis, "Hari/malam apa yang akan menjadi pesta terbesar di pulau kami?" menurut catatan Departemen Kehakiman.

Halaman 6 / 7
Tidak jelas apakah kunjungan tersebut benar-benar terjadi, dan juru bicara perusahaan Musk, Tesla dan X, tidak menanggapi pesan dari Associated Press yang meminta komentar.
Keenam, Menteri Perdagangan AS
Epstein juga mengundang Menteri Perdagangan AS Howard Lotnik ke pulau itu pada Desember 2012, dan istri Lotnik menerima undangan itu dengan antusias.
Dia mengatakan mereka akan tiba dengan kapal pesiar bersama anak-anak mereka. Mereka telah bertemu dengannya pada acara lain pada 2011 dan dokumen menunjukkan bahwa mereka bertukar email dengannya 6 tahun kemudian mengenai pembangunan gedung di seberang rumah mereka.
Lotnik menjauhkan diri dari Epstein, menggambarkannya sebagai menjijikkan dan pada 2025, dia mengatakan dirinya telah memutuskan hubungan dengannya selama beberapa dekade. Ia tidak menanggapi permintaan komentar dari Associated Press melalui email pada Jumat sore.
Ketujuh, hubungannya dengan politisi Amerika
Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa Epstein bertukar ratusan pesan teks ramah dengan Steve Bannon, penasihat utama Presiden Donald Trump, beberapa bulan sebelum kematian Epstein.
Mereka membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan politik dan perjalanan, serta film dokumenter yang konon direncanakan oleh Bannon untuk membantu memperbaiki citra Epstein.
Pada Maret 2019, Bannon bertanya kepada Epstein apakah ia dapat menyediakan pesawatnya untuk mengantarnya dari Roma.
Dua bulan kemudian, Epstein menulis kepada Bannon, "Sekarang Anda bisa mengerti mengapa Trump terbangun di tengah malam dengan keringat dingin ketika mendengar bahwa kita adalah teman."

Halaman 7 / 7
Namun, konteks dokumen yang dirilis tidak jelas, dengan banyak bagian yang dihapus dan sedikit pengaturan, sementara Bannon tidak menanggapi permintaan komentar dari Associated Press.
Bocoran tersebut juga menampilkan percakapan pada 2018 tentang ancaman Presiden AS Donald Trump saat itu untuk memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang baru saja ditunjuknya setahun sebelumnya.
Pada periode yang hampir sama, Epstein juga menghubungi Kathy Romler, pengacara dan mantan pejabat Gedung Putih selama masa pemerintahan mantan Presiden AS Barack Obama.
Dalam tanggapannya, Rumpler mengatakan melalui juru bicaranya bahwa dia terkait dengan Epstein secara profesional selama bekerja sebagai pengacara di sektor swasta dan bahwa dia sekarang menyesali hubungan yang pernah mengikatnya dengan Epstein.
Dalam surat yang penuh dengan kesalahan ejaan, Epstein memperingatkan Partai Demokrat dan meminta mereka untuk berhenti mendemonisasi Trump dengan menggambarkannya sebagai sosok seperti mafia, meskipun dia menggambarkan presiden itu sebagai orang yang terobsesi.
Kedelapan, tuntutan para korban
Di sisi lain, sekelompok korban Epstein mengungkapkan ketidakpuasan mereka atas penyembunyian nama-nama orang yang terlibat dalam pelecehan tersebut, meskipun identitas mereka telah diungkapkan dalam dokumen yang baru-baru ini dipublikasikan.
Menurut surat kabar New York Times, sekelompok yang terdiri dari 18 korban Epstein mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa dokumen yang dipublikasikan tidak cukup untuk meminta pertanggungjawaban rekan-rekannya dalam kejahatan tersebut.
Pernyataan itu menambahkan, "Sekali lagi, nama dan detail para korban diungkapkan, sementara nama-nama pria yang telah mengeksploitasi kami tetap dirahasiakan dan dilindungi. Ini adalah hal yang mengerikan."
Kelompok itu menegaskan bahwa kasus ini belum berakhir, dan mereka berjanji akan terus berjuang sampai semua pelaku diadili."
Perlu dicatat bahwa berkas kasus ini berisi nama-nama banyak tokoh dunia terkemuka selain yang disebutkan di atas, seperti mantan Presiden AS Bill Clinton, Presiden AS saat ini Donald Trump, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, penyanyi Michael Jackson, mantan Gubernur New Mexico Bill Richardson, dan tokoh-tokoh lainnya.