0
News
    Home Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Nuklir Spesial

    Semakin Menekan, Trump Ngotot Ingin Lucuti Kemampuan Nuklir Iran - Viva

    4 min read

      

    Semakin Menekan, Trump Ngotot Ingin Lucuti Kemampuan Nuklir Iran

    VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap kukuh menginginkan Iran untuk menjamin tidak memiliki senjata nuklir, dan mempertimbangkan berbagai opsi untuk berurusan dengan Teheran. Hal tersebut ditegaskan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, Rabu, 11 Februari 2026.

    Trump Tolak Desakan Netanyahu, Tetap Ingin Lanjutkan Negosiasi dengan Iran

    "Presiden telah memberi tahu seluruh tim seniornya bahwa kita harus mencoba untuk mencapai kesepakatan yang memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir," kata Vance kepada wartawan sebelum meninggalkan Azerbaijan.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    "Namun, jika kita tidak dapat mencapai kesepakatan itu, maka ada opsi lain yang tersedia. Jadi saya pikir presiden akan terus mempertahankan opsi-opsinya," tambahnya.

    Trump Siapkan "Kejutan" Buat Iran saat Netanyahu Menuju AS

    Sebelumnya pada Selasa, Trump mengatakan bahwa dia sedang mempertimbangkan kemungkinan mengerahkan kelompok serang kapal induk kedua ke Timur Tengah sebagai persiapan untuk kemungkinan kegagalan negosiasi dengan Iran.

    Vance menambahkan bahwa AS sekarang fokus pada masalah senjata nuklir, bukan terkait perubahan rezim di Iran.

    Rupiah Menguat usai Rilis Survei Tingkat Kepuasan Masyarakat atas Kinerja Prabowo

    "Jika rakyat Iran ingin menggulingkan rezim, itu terserah rakyat Iran. Yang menjadi fokus kita saat ini adalah fakta bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Itu telah menjadi fokus kebijakan presiden, bahkan sejak pemerintahan pertama," kata Vance ketika ditanya pertanyaan terkait.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Pada 6 Februari lalu, pembicaraan antara delegasi AS dan Iran mengenai program nuklir Iran diadakan di ibu kota Oman, Muscat. Trump mengatakan pembicaraan berjalan dengan baik.

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Minggu, 8 Februari 2026 menyatakan bahwa Teheran bersikeras pada haknya untuk memperkaya uranium, bahkan jika hal ini berpotensi memicu perang. Pernyataan itu sekaligus menegaskan Tegeran tegas menolak tuntutan AS untuk "zero" pengayaan uranium.


    Komentar
    Additional JS