Rusia Bersedia Ambil Uranium yang Diperkaya dari Iran - SindoNews
Rusia Bersedia Ambil Uranium yang Diperkaya dari Iran
Kamis, 05 Februari 2026 - 18:09 WIB
Warga melintasi mural anti-Amerika di Iran. Foto/irna
MOSKOW - Rusia bersedia mengambil sisa uranium yang diperkaya milik Iran. Tawaran itu diungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova.
“Pada saat yang sama, penting untuk dicatat bahwa persediaan tersebut milik Iran. Keberadaannya sama sekali tidak bertentangan dengan kewajiban Teheran berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir,” ungkap Zakharova dalam pengarahan pada hari Rabu, seperti dikutip Kommersant.
Teheran memiliki hak penuh atas material tersebut, termasuk memutuskan apakah akan mengambilnya dari wilayah Iran dan ke mana akan mengekspornya, tambahnya.
Pernyataan ini muncul di tengah upaya internasional mengatasi krisis antara Teheran dan Washington. Selama beberapa pekan terakhir, Washington telah mengerahkan sistem pertahanan udara tambahan ke pangkalan-pangkalan di seluruh Timur Tengah, termasuk baterai Patriot dan THAAD, dan mengirimkan 'armada' yang dipimpin USS Abraham Lincoln ke Laut Arab.
Washington telah memberi sinyal bahwa meskipun ancaman langsung tindakan militer telah mereda, AS tetap memiliki kemampuan merespons jika diperlukan.
Tuntutan utama AS meliputi pembatasan pengayaan uranium dan pembatasan program rudal balistik Iran. Iran menegaskan program nuklirnya murni untuk tujuan damai.
Surat kabar Kuwait Al-Jarida melaporkan pada hari Senin bahwa kemungkinan serangan langsung AS terhadap Teheran telah berkurang, dan diplomasi telah diberi kesempatan baru setelah mediasi intensif – terutama oleh Rusia dan Turki, bersama dengan Qatar.
Moskow pertama kali mengusulkan memindahkan uranium yang diperkaya dari Iran musim panas lalu, dengan mengatakan mereka dapat memindahkan dan memproses ulang uranium tersebut dan kemudian mengembalikannya ke fasilitas nuklir Iran.
Rusia juga memberi tahu Iran, AS, dan Badan Energi Atom Internasional tentang usulannya. Namun, otoritas Iran tidak memberikan tanggapan pasti secara publik.
Pada bulan Januari, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan Rusia tetap siap membantu menghindari eskalasi antara AS dan Iran.
Baca juga: Jeffrey Epstein Diminta Awasi dengan Cermat Arab Saudi saat Pembersihan Elite di Ritz Carlton
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Dzikry Lazuardi, Analis Persija yang Dipercaya John Herdman Masuk Tim Pelatih Timnas