0
News
    Home Berita Featured Inggris Melania Trump Spesial

    Penjualan Tiket Melempem, Dokumenter Melania Trump Gagal Menarik Penonton Inggris - SindoNews

    6 min read

     

    Penjualan Tiket Melempem, Dokumenter Melania Trump Gagal Menarik Penonton Inggris


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Jum'at, 30 Januari 2026 - 18:17 WIB


    Film dokumenter resmi tentang Melania Trump menghadapi tantangan serius di pasar bioskop Inggris. Foto/Page Six.

    JAKARTA - Film dokumenter resmi tentang Melania Trump menghadapi tantangan serius di pasar bioskop Inggris. Meski dirilis secara luas di lebih dari 100 layar, penjualan tiket dokumenter produksi Amazon MGM Studios tersebut dilaporkan masih jauh dari harapan.

    Dikutip dari The Guardian, Chief Executive Vue, salah satu jaringan bioskop terbesar di Inggris, Tim Richards, mengakui bahwa penjualan tiket film Melania sejauh ini tergolong “soft”.

    Baca juga: Film Melania Trump Akan Premier pada 29 Januari Serentak di 20 Tempat

    Bahkan, pada penayangan perdana Jumat sore di bioskop flagship Vue Islington, London, hanya satu tiket yang terjual untuk jadwal pukul 15.10, sementara pemutaran pukul 18.00 baru mencatat dua pemesanan.

    Kondisi serupa terjadi di sejumlah cabang Vue lainnya. Hingga waktu publikasi, seluruh kursi untuk puluhan jadwal penayangan di Blackburn, Castleford, dan Hamilton masih kosong. Situasi sedikit lebih baik terjadi di beberapa bioskop Cineworld, meski penjualan tetap terbatas hanya pada hitungan satuan tiket.

    Baca juga: Motif Tersembunyi Victoria Beckham di Film Dokumenter Netflix

    Peluncuran dokumenter ini berlangsung di tengah persaingan ketat dengan beragam film lain yang lebih beragam secara genre. Di pekan yang sama, bioskop Inggris juga menayangkan film aksi Jason Statham Shelter, horor Primate, komedi drama Bradley Cooper Is This Thing On?, hingga film terbaru Richard Linklater Nouvelle Vague.

    Richards mengungkapkan bahwa Vue menerima banyak kritik dari publik terkait keputusan menayangkan film tersebut. Namun ia menegaskan pihaknya tidak melakukan sensor terhadap film yang telah lolos klasifikasi British Board of Film Classification (BBFC). Menurutnya, bioskop tidak berperan sebagai penentu layak atau tidaknya sebuah film diputar.

    Baca juga: Not Far From Home, Seri Mini Dokumenter tentang Ketangguhan Imigran di Taiwan

    Seorang analis industri film menduga strategi distribusi dokumenter Melania menggunakan pendekatan “four-walling”, yakni skema di mana distributor membayar biaya tetap kepada bioskop agar film tetap diputar, terlepas dari potensi pendapatan tiket.

    Strategi ini dinilai menjelaskan mengapa banyak bioskop menerima film dengan prospek komersial yang relatif terbatas, di saat film-film kandidat penghargaan tengah berebut layar.

    Amazon MGM Studios diketahui membeli hak dokumenter ini dengan nilai sekitar 40 juta dolar AS dan menggelontorkan dana promosi global hingga 35 juta dolar AS. Namun, kampanye pemasaran besar tersebut lebih banyak difokuskan di Amerika Serikat, termasuk iklan televisi, billboard, hingga promosi di venue ikonik The Sphere di Las Vegas.

    Film Melania mendokumentasikan 20 hari menjelang kembalinya Donald Trump ke panggung kekuasaan pada Januari 2025. Film ini telah diputar secara eksklusif di Gedung Putih dan dijadwalkan menggelar pemutaran resmi di Kennedy Center, Washington, sebelum dirilis di 27 negara.

    Meski proyeksi pendapatan domestik AS sempat direvisi naik hingga 5 juta dolar AS untuk akhir pekan pembuka, prospek pasar Inggris masih sulit diprediksi. Dengan skala rilis yang sangat luas—jauh melampaui rata-rata dokumenter—angka pendapatan per layar berpotensi menjadi sorotan negatif jika minat penonton tidak meningkat.

    Sebagai perbandingan, dokumenter Prime Minister tentang Jacinda Ardern hanya meraih £33.000 pada akhir pekan pembuka di Inggris, sementara Becoming Victoria Wood mencatat £21.000 pada debutnya awal tahun ini.

    Di tengah sepinya penjualan tiket, Donald Trump justru mempromosikan film tersebut melalui media sosial dengan klaim bahwa tiket “terjual habis dengan cepat”. Melania Trump sendiri bertindak sebagai produser eksekutif dan disebut memiliki kendali kreatif signifikan, mulai dari penyuntingan hingga strategi promosi global.

    Dokumenter ini juga menandai kembalinya sutradara Brett Ratner ke industri film setelah bertahun-tahun absen. Meski sempat menuai kontroversi di masa lalu, Ratner kembali aktif menyutradarai proyek besar, termasuk rencana lanjutan waralaba Rush Hour.

    (nnz)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Upaya Pembunuhan yang...

    Upaya Pembunuhan yang Gagal, Narasi Pahlawan Dimainkan Trump

    Komentar
    Additional JS