Menlu Rusia Tegaskan Dewan Perdamaian Trump Tak Bisa Gantikan PBB, Singgung Ambisi AS - Viva
VIVA – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait konflik Gaza tidak bisa menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di tengah meningkatnya perdebatan soal dominasi Washington dalam mekanisme perdamaian internasional.
Pernyataan itu disampaikan Lavrov pada Rabu saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Dewan Perdamaian mengambil alih fungsi PBB dalam menangani situasi di Gaza. "Tidak. Ini cerita yang berbeda," kata Lavrov, Rabu, 11 Februari 2026.
Menurutnya, Amerika Serikat selama ini kurang menyukai mekanisme PBB karena prosesnya menuntut kompromi antarnegara. AS, kata Lavrov, cenderung menginginkan format yang memberi mereka kendali lebih besar dalam menentukan arah penyelesaian konflik.
AS "tidak menyukai PBB" terlepas dari afiliasi politik, karena di sana "Anda harus membujuk seseorang" dan mendorong kompromi, imbuhnya.
"Mereka ingin agar mekanisme itu menyerupai dewan perdamaian. Mereka akan berkata, 'Kami akan mengelolanya,' mereka akan memutuskan, dan Anda berkumpul di sana dan mencari solusi," katanya.
Sebelumnya pada Januari, Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian dan mengundang para pemimpin dari sekitar 50 negara untuk bergabung dalam inisiatif tersebut.
Di sisi lain, Rusia membuka peluang dukungan finansial terhadap badan baru itu. Presiden Vladimir Putin menyatakan Moskow siap mengalokasikan dana sebesar 1 miliar dolar AS (hampir Rp17 triliun) yang berasal dari aset Rusia yang sebelumnya dibekukan Amerika Serikat.
"Kita bisa mentransfer 1 miliar dolar AS dari aset Rusia yang dibekukan di bawah pemerintahan AS sebelumnya ke Dewan Perdamaian," kata Putin dalam pertemuan dengan anggota tetap Dewan Keamanan Rusia pada Rabu (21/1).
Meski demikian, Putin menegaskan keputusan akhir mengenai partisipasi Rusia akan diambil setelah Kementerian Luar Negeri mempelajari dokumen terkait dan melakukan konsultasi dengan mitra strategis.
Ia juga menekankan bahwa Rusia secara konsisten mendukung berbagai upaya yang bertujuan memperkuat stabilitas internasional.