Langka, Korsel Protes Amerika soal Jet Tempur AS dan China Nyaris Bentrok - SindoNews
Langka, Korsel Protes Amerika soal Jet Tempur AS dan China Nyaris Bentrok
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Selasa, 24 Februari 2026 - 08:39 WIB
Korea Selatan protes pada Amerika Serikat atas insiden jet tempur AS dan China nyaris bentrok di wilayah udara dekat Korea Selatan dan China. Foto/Tallon Bratton/US Air Force
SEOUL - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menyampaikan protes kepada Pasukan Amerika Serikat di Korea (USFK) atas insiden jet tempur Amerika dan China nyaris bentrok di wilayah udara dekat dua negara Asia tersebut. Protes ini menjadi tindakan langka mengingat Seoul merupakan sekutu Washington.
Menurut laporan Yonhap, protes diajukan oleh Kementerian Pertahanan Nasional Korea Selatan.
Baca Juga: Hampir Perang, Pesawat Tempur AS dan China Saling Berhadapan di Dekat Korea Selatan
Laporan itu menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan (Menhan) Korsel Ahn Gyu-back menghubungi komandan USFK, Jenderal Angkatan Darat Xavier Brunson, setelah mengetahui insiden hari Rabu lalu.
Ketua Kepala Staf Gabungan Korsel Jenderal Jin Yong-sung juga menyampaikan kekhawatiran kepada Brunson, lanjut laporan itu, mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya.
Menurut laporan Yonhap, sekitar 10 pesawat tempur F-16 Fighting Falcon AS sedang berlatih di atas Laut Kuning ketika mereka memasuki area di antara zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Korea Selatan dan China. Beijing mengirimkan pesawat tempurnya sebagai respons, yang mengakibatkan apa yang digambarkan Yonhap sebagai "situasi buntu yang jarang terjadi", meskipun tidak sampai terjadi bentrokan.
Militer Korea Selatan telah diberitahu sebelumnya tentang latihan AS tersebut, tetapi tidak diberikan rinciannya.
Juru bicara USFK, David Kim, menolak berkomentar tentang laporan protes tersebut pada hari Senin melalui pesan teks kepada Stars and Stripes.
Seorang juru bicara yang bertugas di Komando Indo-Pasifik AS juga menolak berkomentar melalui telepon pada hari Minggu di Hawaii. Pentagon tidak dapat dihubungi setelah jam kerja melalui telepon atau email.
Mayor Kippun Sumner, juru bicara untuk Sayap Tempur ke-51 di Pangkalan Udara Osan, selatan Seoul, mengatakan melalui email pada hari Senin bahwa sayap tersebut "saat ini tidak membahas masalah tersebut."
Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Chung Binna, mengatakan kepada wartawan pada hari Senin di Seoul, "Ahn menerima panggilan telepon pada hari Rabu."
“Namun, tidak pantas untuk mengonfirmasi percakapan tersebut karena pihak lain terlibat,” katanya.
“Sejauh yang saya tahu, tidak ada komunikasi dengan China," imbuh dia.
Media pemerintah China, Global Times, melaporkan pada hari Jumat bahwa militer China merespons dengan sangat cepat terhadap insiden tersebut, yang menunjukkan bahwa militer selalu siap siaga dan kesiapan tempur semakin diperketat selama hari libur.
Insiden itu terjadi pada hari kedua Tahun Baru Imlek. "Selama beberapa tahun, China telah memperlakukan perairan di sekitarnya sebagai jalur krisis dan gesekan strategis yang berkelanjutan dengan hampir semua negara tetangganya,” kata Benjamin Blandin, seorang peneliti di Dewan Studi Asia Pasifik Yokosuka, melalui email pada hari Senin.
“Untuk waktu yang lama, insiden di laut mendominasi ketegangan regional,” tulisnya.
“Namun, baru-baru ini, kita telah melihat peningkatan yang signifikan dalam pertemuan Angkatan Laut-Angkatan Udara dan [antar-Angkatan] Udara. Episode terbaru di Laut Kuning mencerminkan evolusi tersebut," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

J-10 China Jagoan Pakistan Pemangsa 5 Jet Tempur India