0
News
    Home Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial Berita Tameng Udara David’s Sling

    Israel Siaga Penuh! Gelar Uji Coba Tameng Udara David’s Sling di Tengah Bayang-Bayang Konflik Iran - Tribunnews

    7 min read

     

    Israel Siaga Penuh! Gelar Uji Coba Tameng Udara David’s Sling di Tengah Bayang-Bayang Konflik Iran

    Israel tingkatkan pertahanan udara lewat uji coba David’s Sling versi terbaru, siap hadapi rudal, drone, dan serangan di tengah ketegangan regional.

    Ringkasan Berita:
    • Sistem pertahanan udara David’s Sling versi terbaru diuji untuk meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman rudal, drone, dan serangan udara kompleks, berdasarkan pengalaman konflik dengan Iran pada Juni 2025.
    • David’s Sling terbukti mampu mencegat roket, rudal jarak menengah, rudal jelajah, pesawat tempur, dan drone hingga jarak 300 km, sekaligus mengurangi beban sistem Arrow 3 yang lebih mahal.
    • Uji coba ini memperkuat lapisan pertahanan udara Israel bersama Iron Dome, Iron Beam, dan Arrow.

    TRIBUNNEWS.COM - Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan kekhawatiran akan potensi ancaman dari IranIsrael mengumumkan keberhasilan serangkaian uji coba terbaru sistem pertahanan udara jarak menengah David’s Sling.

    Pengumuman ini disampaikan bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu ke Washington untuk bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di tengah meningkatnya kekhawatiran ketegangan antara AS dan Iran dapat berdampak langsung pada keamanan Israel.

    Berbeda dari senjata lainnya, sistem pertahanan udara David’s Sling dirancang berdasarkan pengalaman dari konflik 12 hari dengan Iran pada Juni 2025.

    David’s Sling, yang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Rafael, diklaim mampu mencegah berbagai ancaman udara pada jarak 40 hingga 300 kilometer.

    Termasuk roket dan rudal jarak menengah, rudal jelajah, pesawat tempur, dan kendaraan udara tak berawak.

    Meski tidak dirancang khusus untuk menghadapi rudal balistik jarak jauh, David’s sukses mencegat beberapa proyektil yang diluncurkan dari jarak sekitar 1.500 kilometer.

    Secara keseluruhan, militer Israel menyebut sekitar 85 persen dari sekitar 550 rudal balistik dan lebih dari 1.000 drone yang diluncurkan Iran selama konflik tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel.

    Selain digunakan untuk menghadang serangan Iran, David’s Sling juga digunakan untuk menghadapi roket jarak menengah yang ditembakkan oleh kelompok Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon.

    Dalam konflik tersebut, Israel menghadapi serangan rudal balistik dan drone dalam jumlah besar, sehingga pengujian kali ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman serupa di masa depan.

    Peningkatan Sistem Berdasarkan Pengalaman Perang

    Mengutip dari Times Of Israel, sejak beroperasi pada 2017, David’s Sling menjadi lapisan tengah dalam sistem pertahanan udara berlapis Israel.

    Sistem ini bekerja bersama Iron Dome dan Iron Beam untuk menghadapi ancaman jarak pendek, serta Arrow dan Arrow 3 untuk menahan rudal balistik jarak jauh.

    Baca juga: China Hadiahi Iran Miniatur Pesawat Tempur Siluman J-20 Mighty Dragon, Apa Artinya?

    Namun mengantisipasi serangan musuh, Israel meningkatkan kemampuan tempur sistem pertahanan udara David’s Sling versi terbaru.

    Sistem ini kini memiliki efektivitas pencegatan dan kemampuan operasional yang lebih tinggi, sehingga dapat menghadapi berbagai skenario kompleks yang meniru ancaman nyata.

    Pengujian terbaru menunjukkan, David’s Sling mampu menahan serangan besar-besaran, termasuk skenario yang meniru pengalaman Israel selama konflik dengan Iran pada Juni 2025.

    Keberhasilan uji coba ini diyakini akan memperkuat kapasitas sistem dalam menyelamatkan nyawa warga dan mencegah kerusakan signifikan pada infrastruktur.

    Selain itu David’s Sling versi baru diharap dapat mengurangi beban pada sistem Arrow 3 yang harganya lebih mahal.

    Dimana satu pencegatan menggunakan David’s Sling diperkirakan menelan biaya sekitar satu juta dolar AS, sementara satu intersepsi Arrow 3 dapat mencapai lebih dari 2,5 juta dolar AS.

    Dengan pengujian terbaru ini, Israel berharap dapat meningkatkan efektivitas pertahanan udaranya dan memastikan kemampuan menghadapi ancaman dari rudal dan serangan udara modern.

    Sekaligus menjaga stabilitas dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman di kawasan Timur Tengah.

    “Keberhasilan uji coba ini merupakan terobosan teknologi dan operasional yang meningkatkan kemampuan sistem, yang sebelumnya telah terbukti menyelamatkan nyawa dan mencegah kerusakan besar,” demikian pernyataan resmi kementerian Pertahanan Israel.

    Meski begitu Kementerian Pertahanan Israel menyatakan uji coba yang dilakukan bersifat kompleks.

    Mencakup berbagai skenario tempur yang dirancang untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang, termasuk rudal, drone, dan serangan udara modern.

    (Tribunnews.com / Namira)


    Komentar
    Additional JS