0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Israel Lebanon Spesial

    Israel Bombardir Lebanon, 12 Orang Tewas dan Puluhan Terluka - Tribunnews

    4 min read

     

    Israel Bombardir Lebanon, 12 Orang Tewas dan Puluhan Terluka

    Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai puluhan lainnya di wilayah timur dan selatan Lebanon. LEMBAH BEKAA

    Bangunan tersebut saat ini digunakan sebagai dapur umum untuk mendistribusikan bantuan makanan kepada warga.

    Ein el-Hilweh merupakan kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon dan menjadi tempat tinggal puluhan ribu orang.

    Pada November tahun lalu, serangan Israel di kamp yang sama menewaskan 13 orang, termasuk 11 anak-anak, menurut kantor hak asasi manusia PBB.

    Israel mengatakan serangan saat itu menargetkan Hamas, namun kelompok tersebut membantah memiliki fasilitas militer di kamp pengungsi Lebanon.

    Meski gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah telah disepakati pada November 2024, serangan Israel ke Lebanon masih terus terjadi.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut militer Israel telah melancarkan lebih dari 10.000 serangan udara dan darat dalam setahun sejak gencatan senjata berlaku.

    Kantor hak asasi manusia PBB juga mencatat sedikitnya 108 warga sipil tewas akibat serangan Israel sejak kesepakatan tersebut, termasuk perempuan dan anak-anak.

    Pemerintah Lebanon sebelumnya mengajukan pengaduan kepada Dewan Keamanan PBB terkait pelanggaran berulang yang dilakukan Israel.

    Baca juga: Media Ibrani: Hujan Rudal Iran dari Lebanon, Irak, dan Yaman Kepung Israel Jika AS Serang Teheran

    Beirut mendesak komunitas internasional menekan Israel untuk menghentikan serangan dan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon.

    Israel hingga kini masih menduduki lima wilayah di Lebanon selatan, yang menghambat upaya rekonstruksi desa-desa perbatasan serta menghalangi puluhan ribu warga kembali ke rumah mereka.

    Serangan terbaru ini dikhawatirkan semakin memperburuk situasi keamanan di kawasan perbatasan Lebanon-Israel.

    (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)


    Komentar
    Additional JS