Iran Segera 'Bungkus' Rudal Jelajah Anti Kapal dari China, Bisa Tembus Pertahanan AL Tercanggih - Republika
Iran Segera 'Bungkus' Rudal Jelajah Anti Kapal dari China, Bisa Tembus Pertahanan AL Tercanggih
CM-302 merupakan rudal jelajah supersonik yang terbang rendah di atas permukaan laut

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran dikabarkan segera merampungkan kesepakatan senjata besar dengan China untuk mengakuisisi rudal jelajah anti-kapal CM-302. Laporan Reuters yang mengutip enam sumber terpercaya menyebutkan bahwa langkah ini akan meningkatkan kemampuan serangan laut Teheran secara signifikan di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Rudal CM-302 merupakan rudal jelajah supersonik yang dirancang terbang rendah di atas permukaan laut dengan jangkauan sekitar 290 kilometer. Teknologi ini diklaim mampu menembus sistem pertahanan udara angkatan laut yang canggih. Para pakar senjata menilai pengerahan sistem ini dapat menjadi ancaman serius bagi aset angkatan laut Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut.
Baca Juga :
Pihak Yaqut Pertanyakan Kerugian Negara Kuota Haji Rp 1 T yang Disebutkan KPK: Tidak JelasBersamaan dengan negosiasi rudal tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengintensifkan latihan militer di sepanjang pantai selatan. Unit Pasukan Darat IRGC berpartisipasi dalam "Latihan Gabungan 1404" untuk meningkatkan kesiapan tempur menghadapi eskalasi ancaman.
Latihan ini melibatkan penggunaan micro-drone, amunisi loitering, dan sistem drone Shahed-136. Komandan Pasukan Darat IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Karami, menyatakan seluruh unit, termasuk divisi rudal, artileri, dan lapis baja, telah menerapkan langkah-langkah pertahanan yang terukur.
Rudal Khorramshahr-4
Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya mengerahkan Khorramshahr-4—rudal balistik hipersonik paling mutakhir Iran—di kota rudal yang baru diresmikan. Upacara tersebut dihadiri Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi dan Panglima Angkatan Dirgantara IRGC Brigadir Jenderal Majid Mousavi.
Rudal Khorramshahr-4 memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer dan membawa hulu ledak seberat 1.500 kilogram, dengan tingkat akurasi sekitar 30 meter. Kecepatannya mencapai Mach 16 di luar atmosfer dan Mach 8 di dalam atmosfer, sehingga secara signifikan mempersempit waktu reaksi sistem pertahanan udara lawan.
Rudal ini dilengkapi kendaraan masuk ulang bermanuver (MaRV), sistem pemandu fase menengah, jejak radar rendah, serta ketahanan tinggi terhadap perang elektronik, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan Iran menembus sistem pertahanan canggih.
Peluncuran Khorramshahr-4 bertepatan dengan pengumuman Iran mengenai pergeseran doktrin militernya dari defensif ke ofensif, serta menjelang rencana putaran perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat di Muscat.

Baca Juga :
Rudal Canggih Iran Berkecepatan Tinggi Kejutkan Dunia, Mampu Berputar-putar Memburu Target
Halaman 2 / 2
Diplomasi nuklir di Jenewa
Di sisi diplomasi, putaran ketiga negosiasi nuklir tidak langsung yang dimediasi oleh Oman dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Kamis mendatang. Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menegaskan, Teheran tetap mengutamakan diplomasi daripada perang.
"Kami menggunakan semua alat pencegahan untuk mencegah kesalahan perhitungan dari pihak lawan," ujar Mohajerani.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan pilihannya untuk menempuh jalur negosiasi, namun ia memperingatkan adanya konsekuensi militer jika kesepakatan gagal dicapai. Saat ini, Pentagon terus memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut, yang disebut sebagai pengerahan terbesar sejak 2003.
Kecelakaan helikopter di Isfahan
Di tengah perkembangan strategis ini, sebuah insiden kecelakaan dilaporkan terjadi di dalam negeri Iran. Sebuah helikopter tentara Iran jatuh saat misi pelatihan di daerah Dorcheh, Provinsi Isfahan.
Kantor Berita Mehr melaporkan insiden tersebut menewaskan empat orang, termasuk pilot, kopilot, dan dua warga sipil di lokasi kejadian. Helikopter tersebut jatuh di kawasan pasar grosir buah dan sayur. Hingga kini, otoritas setempat masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Analisis strategis
Palestine Chronicle menulis, konvergensi pengadaan rudal, latihan militer skala besar, dan negosiasi nuklir menunjukkan kawasan Teluk berada di ambang konfrontasi. Iran tampak menjalankan strategi ganda: memperkuat posisi pencegahan militer sambil tetap membuka pintu diplomasi.
Risiko konflik tetap tinggi mengingat perencanaan militer Israel dan dinamika politik di Washington maupun Teheran. Meskipun demikian, para aktor utama dinilai memahami biaya besar dari perang berskala penuh, sehingga hasil pertemuan di Jenewa dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu stabilitas kawasan.