Empat Bulan Diskon, Arab Saudi Pecahkan Rekor Pengiriman Minyak ke China - SindoNews
Empat Bulan Diskon, Arab Saudi Pecahkan Rekor Pengiriman Minyak ke China
Jum'at, 13 Februari 2026 - 07:34 WIB
Pemandangan udara menunjukkan sebuah kapal tanker minyak mentah di terminal minyak di lepas pantai Pulau Waidiao, Zhoushan, Provinsi Zhejiang, China, pada 4 Januari 2023. FOTO/China Daily via Reuters
SINGAPURA - Ekspor minyak mentah Arab Saudi ke China diproyeksikan mencapai rekor tertinggi pada Maret menyusul kebijakan pemangkasan harga jual resmi (OSP) yang dilakukan kerajaan selama empat bulan berturut-turut. Langkah ini berhasil menarik permintaan besar dari kilang-kilang mitra di negara tersebut.
"Perusahaan minyak milik negara Saudi Aramco akan mengirimkan setidaknya 58 juta barel ke China pada Maret, atau sekitar 1,87 juta barel per hari," kata sumber perdagangan sebagaimana dirangkum dari rekapitulasi alokasi ke kilang-kilang China. Adapun volume tersebut melonjak dibandingkan dua bulan sebelumnya berada di bawah 50 juta barel menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2022.
Baca Juga: Venezuela Kembali Kirim Minyak Mentah ke Israel, Pertama Sejak Maduro Diculik AS
Sejumlah perusahaan China disebut meningkatkan pengambilan minyak mentah Saudi pada Maret, meliputi PetroChina, Rongsheng Petrochemical, dan Sinochem. Namun, Hengli Petrochemical tercatat tidak melakukan pengangkutan untuk bulan ketiga berturut-turut. Aramco maupun perusahaan penyulingan yang disebutkan belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.
Tingginya minat impor dipicu kebijakan pemotongan harga secara agresif Arab Saudi. OSP Maret untuk minyak mentah Arab Light ditetapkan setara rata-rata Oman/Dubai, turun dari premi USD0,30 pada Februari. Penurunan ini sekaligus menjadi pemangkasan bulan keempat secara beruntun.
Catatan Reuters menunjukkan, harga jual Maret tersebut merupakan yang terendah sejak Desember 2020. Meski pemangkasan hanya 30 sen atau lebih kecil dari perkiraan pasar, insentif harga tetap efektif mendongkrak volume pembelian dari China.
Baca Juga: Kelabuhi Sanksi AS, Tanker Minyak Rusia Jadikan Singapura Transit Bayangan
Para analis menilai langkah Saudi memangkas harga merupakan strategi mempertahankan pangsa pasar di Asia, khususnya China, di tengah tekanan pasokan global. Dengan pengiriman Maret yang diprediksi mencapai rekor, posisi Saudi sebagai pemasok utama minyak mentah ke China kembali menguat. Kenaikan impor ini juga mencerminkan pemulihan aktivitas industri China pascaperayaan Tahun Baru Imlek.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Balas Netanyahu, Pejabat Arab Saudi: Pindahkan Israel ke Alaska