JAKARTA - Produsen mobil listrik asal China, BYD, mencatat lonjakan penjualan signifikan di Australia pada Januari dengan 5.001 unit terjual, melonjak 641% secara tahunan. Angka tersebut membuat BYD menjual 10 kali lebih banyak dibanding Tesla yang hanya membukukan 501 unit dan terperosok ke posisi ke-24.

Dikutip electrek.co, Data Federal Chamber of Automotive Industries menunjukkan BYD kini menjadi merek terlaris keenam secara nasional, menandai perubahan besar dalam peta persaingan kendaraan listrik di Australia. Sebaliknya, penjualan Tesla merosot 32% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dominasi BYD ditopang model baru seperti Sealion 7 yang mencatat 1.171 unit dan Atto 2 sebanyak 562 unit, dua produk yang bahkan belum hadir setahun lalu. Strategi harga agresif menjadi kunci, termasuk peluncuran Dolphin sebagai mobil listrik pertama di Australia dengan banderol di bawah 30.000 dolar Australia.

Kondisi Tesla dinilai melemah akibat keterbatasan stok pasca penjualan kuat di akhir tahun. Namun, tren penurunan lebih dari 30% secara tahunan menunjukkan tekanan persaingan yang kian nyata.

Invasi merek China juga terlihat dari daftar 10 besar penjualan nasional. Empat merek asal China yaitu BYD, GWM, Chery, dan MG  kini menempati posisi teratas, dengan tambahan gabungan 8.014 unit dibanding tahun lalu. Kenaikan ini bahkan menutup penurunan merek mapan seperti Toyota.

Secara keseluruhan, penjualan kendaraan listrik di Australia melonjak 93,3% menjadi 7.409 unit pada Januari, setara 8,4% dari total pasar mobil baru. Pertumbuhan tersebut hampir sepenuhnya disumbang merek non-Tesla.

Tren ini mempertegas pergeseran kekuatan global, setelah pada 2025 BYD untuk pertama kalinya mengungguli Tesla dalam penjualan mobil listrik murni secara tahunan.

Australia dinilai menjadi gambaran persaingan terbuka karena tidak menerapkan tarif impor terhadap EV China, berbeda dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa. Tanpa proteksi tersebut, Tesla menghadapi tekanan harga dan variasi produk dari pabrikan China.

Dengan lini produk yang terbatas pada Model 3 dan Model Y serta harga yang kurang kompetitif, Tesla mulai kehilangan dominasi. Meski masih mengandalkan jaringan pengisian daya Supercharger dan kekuatan merek, pasar Australia yang sensitif harga kini lebih memilih opsi bernilai ekonomis dari BYD.(DH)