0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    Apa Itu Patung Baal yang Dibakar dalam Peringatan Revolusi Iran? Ada Simbol Bintang Daud di Jidatnya - SindoNews

    6 min read

     

    Apa Itu Patung Baal yang Dibakar dalam Peringatan Revolusi Iran? Ada Simbol Bintang Daud di Jidatnya


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Minggu, 15 Februari 2026 - 06:25 WIB

    Patung Baal dengan simbol Bintang Daud di jidatnya dibakar di lapangan Isfahan pada puncak peringatan Revolusi Islam Iran, 11 Februari 2026. Foto/Iran International

    TEHERAN - Selama demonstrasi peringatan 47 tahun Revolusi Islam Iran 1979, para demonstran di beberapa kota membakar patung-patung besar sosok bertanduk dan berkepala banteng dengan simbol Bintang Daud (Magen David) di jidatnya. Patung-patung yang dibakar itu diidentifikasi oleh penyelenggara demonstrasi sebagai “Baal", dewa kuno yang kerap diperbincangkanpenganut Alkitab dan Islam.

    Pembakaran tersebut, yang terjadi secara bersamaan di berbagai kota pada 11 Februari 2026, dipresentasikan oleh penyelenggara sebagai protes simbolis yang terkait dengan teori konspirasi daring yang kembali mencuat seputar mendiang pengusaha Jeffrey Epstein dan dugaan pelecehan anak-anak oleh para elite Barat.

    Baca Juga: Mengapa Iran Sangat Sulit untuk Ditaklukkan Meski Dikeroyok AS dan Israel? Ini Analisisnya

    Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan bahwa patung tersebut mewakili "berhala Baal", yang digambarkan dalam teks-teks keagamaan sebagai dewa palsu yang terkait dengan penyimpangan dari monoteisme.

    Para peserta demonstrasi, yang meneriakkan "Matilah Israel" dan "Matilah Amerika", mengatakan bahwa tindakan tersebut melambangkan perlawanan terhadap apa yang mereka gambarkan sebagai sistem Barat yang korup dan ideologi Zionis.

    Gambar-gambar yang beredar di media Iran dan asing menunjukkan patung raksasa dengan kepala banteng yang dilalap api di Lapangan Azadi, Teheran. Ada juga gambar yang memperlihatkan angka "666".

    Media dan saluran garis keras Iran melaporkan bahwa pembakaran tersebut merupakan referensi simbolis terhadap dokumen-dokumen yang baru-baru ini dirilis oleh Departemen Kehakiman AS terkait dengan Epstein, yang didakwa pada tahun 2019 karena menjalankan jaringan perdagangan seks yang melibatkan gadis-gadis di bawah umur. Epstein meninggal di penjara pada tahun yang sama.

    Apa Itu Baal?

    Baal adalah dewa Kanaan dan dipuja oleh penduduk Levant selama akhir Zaman Perunggu di Asia Barat. Sebagian besar orang Yahudi modern dapat menelusuri warisan mereka ke orang Kanaan.

    Dewa Baal berubah menjadi dewa palsu dengan meluasnya adopsi monoteisme dan ejekan sastra terhadap Baal-Zebub/Beelzebub. Tulisan sastra Kristen, seperti Paradise Lost karya John Milton, memperkuat Baal sebagai dewa Setan.

    Beberapa cendekiawan berpendapat bahwa ada bukti arkeologis tentang pengorbanan anak kepada Baal selama akhir Zaman Perunggu. Jadi pembakaran patung Baal digunakan sebagai referensi simbolis kepada Jeffrey Epstein dan elite AS dan Zionis, yang telah dituduh melakukan pelecehan anak dalam berkas Epstein yang baru-baru ini dirilis oleh Departemen Kehakiman AS—yang kemudian dikenal sebagai Epstein Files.

    Spekulasi daring dalam beberapa minggu terakhir telah menghidupkan kembali tuduhan yang belum terverifikasi yang menghubungkan Epstein dengan dewa-dewa kuno seperti Baal atau Moloch, tokoh-tokoh yang dalam beberapa tradisi dikaitkan dengan pengorbanan anak.

    Para pemeriksa fakta dan media arus utama sebelumnya telah melaporkan bahwa banyak klaim tersebut berasal dari salah tafsir dokumen keuangan atau dari teori konspirasi internet yang sudah lama ada, termasuk tuduhan tentang "kuil" di pulau pribadi Epstein yang menurut media AS dirancang sebagai paviliun musik.

    Baal, sebuah gelar yang berarti "tuan" dalam bahasa Semit kuno, disembah oleh orang-orang Kanaan di Timur Dekat kuno dan digambarkan dalam teks-teks Yahudi, Kristen, dan Islam sebagai dewa palsu. Beberapa cendekiawan mengatakan bahwa bukti arkeologis tentang praktik pengorbanan anak di beberapa bagian Levant kuno terbatas, meskipun interpretasi masih diperdebatkan.

    Para penyelenggara demonstrasi Iran menggambarkan pembakaran patung itu sebagai "protes simbolis" yang bertujuan untuk menarik perhatian pada dugaan korupsi moral di Barat.

    Salah satu media konservatif mengaitkan inisiatif tersebut dengan Institut Masaf, sebuah kelompok yang terkait dengan propagandis Ali Akbar Raefipour, yang telah mempromosikan narasi anti-Barat dan anti-Zionis.

    Pembakaran terkoordinasi tersebut merupakan bagian dari acara peringatan yang lebih luas yang mencakup slogan anti-AS dan anti-Israel, pembakaran bendera, dan tampilan yang mengkritik pemerintah Barat.

    Sementara media pemerintah Iran membingkai tindakan tersebut sebagai pesan dari Teheran kepada dunia, beberapa ulama Iran menyatakan keprihatinan tentang simbolisme tersebut, dan pengguna daring memperdebatkan apakah tindakan itu sendiri berisiko menimbulkan konotasi keagamaan yang tidak disengaja.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Cilia Flores, Istri...

    Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela

    Komentar
    Additional JS