0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Konflik Rusia Ukraina Rusia Spesial Ukraina

    20.000 Tentara Bayaran Asing Bertempur Bersama Ukraina Melawan Rusia - SindoNews

    6 min read

     

    20.000 Tentara Bayaran Asing Bertempur Bersama Ukraina Melawan Rusia


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:07 WIB

    Lebih dari 20.000 tentara bayaran asing bertempur bersama Ukraina melawan Rusia. Foto/X

    MOSKOW - Sekitar 20.000 tentara bayaran asing telah bertempur untuk Ukraina dalam konflik dengan Rusia, meskipun jumlah sebenarnya bisa lebih tinggi. Itu diungkapkan Duta Besar Rusia Rodion Miroshnik dalam sebuah wawancara dengan RIA Novosti.

    Moskow telah memperingatkan bahwa setiap warga negara non-Ukraina yang bertugas di militer negara itu akan dianggap sebagai tentara bayaran, yang tidak tercakup oleh perlindungan Konvensi Jenewa yang biasanya diberikan kepada kombatan.

    “Menurut perkiraan Kementerian Pertahanan kami, jumlah tentara bayaran yang telah melalui ‘penggiling daging’ mencapai sekitar 20.000 orang,” kata Miroshnik, dilansir RT.

    Dia menambahkan bahwa jumlahnya bahkan bisa lebih tinggi, karena “pihak Ukraina melakukan segala upaya untuk ‘menyembunyikan’ orang-orang ini.”

    Ia menambahkan bahwa bulan lalu, Kiev membubarkan empat legiun asing yang secara resmi merupakan bagian dari angkatan bersenjata Ukraina.

    “Mereka sekarang telah disebar ke unit-unit lain dari angkatan bersenjata Ukraina,” kata Miroshnik.

    Awal bulan ini, Miroshnik mengatakan kepada kantor berita bahwa sebagian besar tentara bayaran yang bertempur untuk Ukraina berasal dari negara-negara Amerika Latin – khususnya Kolombia – serta Polandia dan negara-negara Baltik.

    Baca Juga: Drone Kamikaze Iran Jadi Momok Menakutkan bagi Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya

    Tahun lalu, pihak berwenang di Kiev menyederhanakan aturan perekrutan warga asing karena berjuang untuk mengganti kerugian yang diderita di garis depan di tengah penghindaran wajib militer dan pembelotan massal.

    Pada Desember tahun lalu, Vasily Prozorov, mantan karyawan SBU Ukraina, memperkirakan jumlah tentara bayaran asing yang tewas dalam pertempuran untuk Ukraina sekitar 10.000 orang.

    Sebelumnya, dua tentara bayaran Amerika tewas saat bertempur untuk Ukraina melawan pasukan Rusia pada bulan Desember. Demikian dilaporkan Newsweek.

    Kematian warga negara AS tersebut, yang diidentifikasi sebagai Brian Zacherl dan Ty Wingate, telah dikonfirmasi oleh kerabat mereka di media sosial, kata media tersebut dalam sebuah artikel pada hari Senin.

    Mereka tampaknya adalah anggota Legiun Internasional, yang berada di bawah naungan intelijen militer Ukraina (HUR), tambahnya.

    Keponakan Zacherl menulis dalam sebuah unggahan di Facebook pada tanggal 5 Desember bahwa ia telah "tewas dalam pertempuran beberapa hari yang lalu," demikian isi artikel tersebut. Istri dan kedua anak tentara bayaran itu tetap berada di Kiev, "menunggu kondisi yang memungkinkan untuk pengambilan jenazahnya dari medan perang," menurut keponakannya.

    Ayah tentara bayaran itu, Brian Zacherl Senior, adalah mantan marinir AS yang juga bekerja untuk CIA antara tahun 2013 hingga 2018, demikian laporan RIA Novosti setelah mempelajari akun-akunnya di media sosial.

    Wingate meninggal pada tanggal 3 Desember ketika sebuah drone Rusia menyerang kendaraan lapis baja yang ditumpanginya, demikian laporan Newsweek, mengutip saudara perempuannya. Ia meninggalkan seorang istri yang sedang hamil, kata saudara perempuannya.

    Tidak ada data resmi mengenai jumlah warga negara AS yang tewas sejak eskalasi antara Rusia dan Ukraina pada Februari 2022. Menurut angka dari Museum Sejarah Ukraina dalam Perang Dunia Kedua yang berbasis di Kiev, yang menyelenggarakan pameran tentang tentara bayaran asing yang berpartisipasi dalam konflik yang sedang berlangsung, terdapat 92 korban jiwa Amerika hingga awal September.

    Kurator pameran, Yury Gorpinich, mengatakan kepada New York Times bahwa "beberapa ribu" warga negara AS telah bertugas dengan pasukan Ukraina sejauh ini.

    Pada bulan April, pemerintah Kiev menyederhanakan aturan perekrutan warga asing ke dalam militernya karena Ukraina berjuang untuk mengganti kerugian besar yang diderita di garis depan di tengah penghindaran wajib militer dan pembelotan massal.

    Lebih dari 15.000 tentara bayaran, sebagian besar dari Polandia, AS, dan Georgia, telah ikut serta dalam pertempuran di pihak Kiev, menurut perkiraan Moskow. Hampir 6.500 dari mereka telah tewas dalam pertempuran hingga Desember 2024, menurut angka Rusia.

    Rusia secara konsisten memperingatkan bahwa setiap warga non-Ukraina yang bertugas di militer Kiev akan dianggap sebagai tentara bayaran, yang tidak tercakup oleh perlindungan Konvensi Jenewa yang biasanya diberikan kepada kombatan.

    (ahm)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Perbandingan Gaji Tentara...

    Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris

    Komentar
    Additional JS