0
News
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Nicolas Maduro Senjata Sonik Spesial Venezuela

    Trump Akui AS Gunakan Senjata Sonik Rahasia saat Culik Maduro di Venezuela - SindoNews

    5 min read

     

    Trump Akui AS Gunakan Senjata Sonik Rahasia saat Culik Maduro di Venezuela


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Jum'at, 23 Januari 2026 - 11:56 WIB

    Presiden Donald Trump akui AS gunakan senjata sonik rahasia saat menculik Presiden Nicolas Maduro di Venezuela. Foto/NDTV

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, untuk pertama kalinya, mengakui senjata sonik rahasia dikerahkan oleh pasukan militer Amerika selama serangan 3 Januari di Venezuela. Dalam serangan itu, pasukan khusus Amerika menculik Presiden Nicolas Maduro, dan istrinya; Cilia Flores.

    Pengakuan itu muncul setelah ada kesaksian tentang tentara Venezuela mengalami mimisan dan muntah darah akibat serangan senjata misterius.

    Baca Juga: AS Gunakan Senjata Misterius saat Culik Maduro, Bikin Tentara Venezuela Muntah Darah

    Berbicara di acara "Katie Pavlich Tonight" di NewsNation, Trump menyatakan bahwa tidak ada negara lain yang memiliki teknologi serupa.

    "AS memiliki senjata yang tidak diketahui negara lain," kata Trump, menggambarkan serangan 3 Januari sebagai "serangan yang luar biasa".

    Ketika ditanya apakah warga Amerika harus khawatir tentang kekuatan senjata tersebut, Presiden Trump, tanpa memberikan detail teknis, mengatakan, "Ya, ya...Itu sesuatu yang tidak ingin saya bicarakan...tidak ada negara lain yang memilikinya. Dan saya katakan mungkin lebih baik untuk tidak membicarakannya, tetapi kita memiliki beberapa senjata yang luar biasa."

    Laporan tentang penggunaan senjata sonik selama serangan militer AS di Venezuela bermunculan setelah Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt membagikan kesaksian yang diduga berasal dari salah satu pengawal Presiden Maduro sendiri, yang menggambarkan apa yang terjadi ketika senjata rahasia tersebut digunakan.

    Saksi mengatakan dia melihat sesuatu diluncurkan yang tidak bisa dia gambarkan dengan jelas, tetapi terasa seperti gelombang suara yang sangat kuat. "Tiba-tiba, saya merasa kepala saya meledak dari dalam," ujarnya. Dia lebih lanjut menyatakan bahwa alat itu menyebabkan beberapa tentara mimisan dan bahkan muntah darah, dengan banyak yang pingsan dan tidak dapat berdiri.

    Segera setelah Trump berbicara tentang senjata rahasia AS, Rusia menuntut informasi lebih lanjut tentang senjata tersebut. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa badan intelijen Rusia telah ditugaskan untuk memeriksa pernyataan Trump, menurut laporan The Global Times, Jumat (23/1/2026).

    "Kami memiliki layanan terkait yang tugasnya meliputi pengumpulan dan analisis informasi mengenai masalah ini. Mereka sedang menjalankan tugasnya. Tetapi dalam kasus ini, mungkin masih perlu bagi kami untuk mendengar klarifikasi tentang apa yang dimaksud oleh Presiden Amerika Serikat," imbuh dia.

    Awal bulan ini, pasukan khusus Delta Force AS menculik Maduro dan istrinya. Maduro sekarang menghadapi tuduhan terorisme narkoba di Amerika Serikat. Namun, dia telah menyatakan tidak bersalah.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Iran-Israel Perang,...

    Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

    Komentar
    Additional JS