Serangan Udara Rusia Gempur Jaringan Listrik Ukraina, Zelenskyy Sebut Moskow Tembakkan 300 Drone - Kompas TV
Serangan Udara Rusia Gempur Jaringan Listrik Ukraina, Zelenskyy Sebut Moskow Tembakkan 300 Drone
KIEV, KOMPAS.TV - Militer Rusia dilaporkan kembali meluncurkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina, Selasa (13/1/2026).
Serangan itu dilaporkan menggempur jaringan listrik di sejumlah wilayah, termasuk kawasan ibu kota Kiev, saat Ukraina dilanda musim dingin.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut Rusia menembakkan hampir 300 drone, 18 rudal balistik, dan tujuh rudal jelajah ke berbagai wilayah Ukraina dalam semalam.
Zelenskyy menjelaskan, serangan udara Rusia yang mengenai sebuah depot pengiriman di Kharkiv menewaskan empat orang.
Serangan Rusia pun disebutnya melumpuhkan jaringan listrik untuk ratusan ribu rumah tangga di Kiev.
Baca Juga: Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal Balistik Terbaru, Sebut Balasan atas Serangan ke Rumah Putin
Kiev dilaporkan mengalami krisis energi selama beberapa hari terakhir.
Wali Kota Kiev Vitali Klitschko mengatakan serangan udara Rusia menyebabkan pemadaman listrik massal.
Associated Press melaporkan, per Selasa (13/1), lebih dari 500 kompleks permukiman masih tanpa listrik.
Sebagian besar Kiev tertutup salju dengan temperatur bisa mencapai minus 12 derajat Celsius.
Sebelumnya, Rusia dilaporkan juga meluncurkan serangan udara besar-besaran pada akhir pekan lalu.
Moskow dilaporkan menggunakan rudal hipersonik dalam serangan tersebut.
Serangan terus-menerus Rusia membuat Amerika Serikat (AS) menuduh Moskow menciptakan "eskalasi yang berbahaya" saat pemerintahan Donald Trump mengupayakan perundingan damai.
Wakil Dutas Besar AS untuk PBB Tammy Bruce menyatakan, Washington mengecam "jumlah korban yang mengejutkan" selama konflik dan mengutuk aksi Rusia menyerang infrastruktur energi Ukraina.
Baca Juga: Balas Rudal Hipersonik Moskow, Drone Ukraina Bakar Depot Minyak Rusia