0
News
    Home Berita Drone Dunia Internasional Featured Konflik Rusia Ukraina Rusia Spesial Ukraina

    Rusia Kirim 100 Drone ke Ukraina Usai Trump Klaim Putin Setop Serangan - deitk

    5 min read

     

    Rusia Kirim 100 Drone ke Ukraina Usai Trump Klaim Putin Setop Serangan

    Serangan drone Rusia memicu kerusakan pada mobil-mobil di Kyiv, Ukraina, pada 20 Januari lalu (dok. AFP)
    Kyiv -

    Otoritas Ukraina melaporkan bahwa militer Rusia meluncurkan lebih dari 100 rudal dan satu rudal ke wilayahnya dalam semalam. Serangan terbaru Rusia ini terjadi sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Presiden Vladimir Putin setuju untuk menghentikan serangan selama sepekan.

    Trump tidak menjelaskan lebih lanjut soal pengumumannya yang mengklaim Putin menyetujui jeda serangan selama seminggu terhadap ibu kota dan kota-kota lainnya di Ukraina tersebut.

    Sejauh ini, Rusia belum memberikan komentar langsung terkait hal tersebut.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan jeda serangan itu hanya berlaku untuk serangan Moskow terhadap sektor energi Kyiv. Dikatakan juga oleh Zelensky bahwa dirinya mengandalkan AS untuk memastikan Rusia mematuhinya.

    Angkatan Udara Ukraina dalam pernyataan terbaru seperti dilansir AFP, Jumat (30/1/2026), mengatakan bahwa Rusia kembali menyerang wilayahnya pada Kamis (29/1) malam hingga Jumat (30/1) dini hari waktu setempat.

    "Pada dini hari tanggal 30 Januari (dari 29 Januari pukul 18.00 waktu setempat), musuh meluncurkan sebuah rudal balistik Iskander-M dari wilayah Voroznezh, serta sebanyak 111 drone tempur," kata Angkatan Udara Ukraina.

    Rentetan serangan udara Rusia terhadap infrastruktur listrik Ukraina dalam beberapa hari terakhir, telah memutus aliran listrik dan pemanas bagi jutaan orang di tengah suhu yang membekukan saat musim dingin melanda.

    Trump, dalam pernyataan pada Kamis (29/1), mengatakan bahwa dirinya "secara pribadi" meminta Putin untuk menghentikan serangan karena suhu dingin yang menyelimuti Ukraina. Dia menyebut jeda serangan Rusia akan berlangsung selama seminggu.

    "Karena cuacanya sangat dingin... Saya secara pribadi meminta Presiden Putin untuk tidak menyerang Kyiv dan kota-kota di sekitarnya selama seminggu," kata Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih.

    "Dan dia setuju untuk melakukannya, dan harus saya katanya, itu sangat baik," klaim Trump, sembari mengatakan dirinya percaya Putin akan menghormati kesepakatan itu.

    Namun faktanya, pada Kamis (29/1) malam, Gubernur wilayah Zaporizhzhia di Ukraina bagian selatan mengatakan bahwa Rusia menyerang sebuah gedung permukiman di wilayahnya, hingga melukai satu orang.

    Simak juga Video: Zelensky Sebut Rusia Serang Kereta Api di Kharkiv, 4 Orang Tewas

    (nvc/ita)

    Komentar
    Additional JS