0
News
    Home Amerika Serikat Berita BRICS Dunia Internasional Featured G7 Spesial

    Pilih Gandeng BRICS, Negara Maju G7 Bakal Melawan AS? - SindoNews

    3 min read

     

    Pilih Gandeng BRICS, Negara Maju G7 Bakal Melawan AS?

    Minggu, 11 Januari 2026 - 09:13 WIB
    G7 seharusnya tidak diposisi sebagai kelompok anti-BRICS, ketika Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap kelompok tersebut. Foto/Dok
    A
    A
    A
    JAKARTA - Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan, bahwa G7 seharusnya tidak diposisi sebagai kelompok anti- BRICS . Seperti diketahui Prancis bakal mengambil alih kepresidenan G7 tahun ini, bertepatan dengan India yang mengambil peran yang sama di BRICS.

    Kepresidenan G7 Prancis akan menempatkan negara itu di jantung multilateralisme, kata Macron dalam pidato tahunan kepada duta besar Prancis yang menguraikan prioritas kebijakan luar negeri negara tersebut.

    "G7 seharusnya bukan klub anti-China atau klub anti-BRICS," kata Macron.

    Ia juga menambahkan, "kita juga tidak bisa membiarkan BRICS menjadi klub anti-G7." Baca Juga: Duel Ekonomi BRICS vs G7, Siapa yang Paling Kuat di 2026?

    Presiden Prancis itu juga menekankan perlunya memerangi fragmentasi dunia. Menurutnya kepresidenan India dapat membantu BRICS menjadi jembatan menuju kelompok negara maju .

    “Dengan India memegang kepresidenan BRICS, saya berharap dapat bekerja sama dengannya untuk menciptakan jembatan… Menjembatani kelompok-kelompok G7 dan BRICS, adalah prioritas yang sangat penting bagi saya,” katanya.



    Mengumpulkan klub-klub ini menjadi sangat penting menurut Macron, serta bekerja dengan BRICS menjadi krusial mengingat bobot demografis dari negara-negara penting ini. Baca Juga: Babak Baru BRICS 2026, Bakal Dipimpin India di Tengah Gejolak Era Trump

    Pernyataan ini muncul saat Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar mengunjungi Prancis untuk mengadakan pembicaraan bilateral, dan di tengah reaksi global terhadap penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya oleh AS.

    Presiden Prancis juga menegaskan bakal membalas kunjungan India pada bulan Februari 2026, mendatang. Komentar Macron tentang BRICS menjadi penting karena Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap kelompok tersebut.

    Tahun lalu, Trump mengancam tarif tambahan 10% terhadap negara-negara yang sejalan dengan BRICS. Trump juga dilaporkan mendukung RUU yang diusulkan untuk memperkenalkan undang-undang sanksi baru terhadap mitra Rusia, yang bakal menargetkan India dan China.

    RUU tersebut dibuat oleh Senator Lindsey Graham, seorang yang dikenal keras, akan mengizinkan tarif hingga 500% pada impor dari negara-negara yang terus membeli produk energi Rusia.
    (akr)
    Komentar
    Additional JS