0
News
    Home Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Negara Arab Minta Iran Tak Membalas Kalau AS Menyerang, Israel Desak Trump Tunda Serangan - Tribunnews.com

    10 min read

     

    Negara Arab Minta Iran Tak Membalas Kalau AS Menyerang, Israel Desak Trump Tunda Serangan

    Negara-negara Arab, termasuk Qatar, Arab Saudi, Oman, dan Mesir memperingatkan Teheran agar tidak membalas jika AS bertindak



    Negara Arab Minta Iran Tak Membalas Kalau AS Menyerang, Israel Desak Trump Tunda Serangan

    TRIBUNNEWS.COM - Israel dan beberapa negara Arab yang menjadi mitra Amerika Serikat (AS) dilaporkan mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menunda serangan militer apa pun terhadap Iran.

    Mereka satu suara, memperingatkan kalau serangan tersebut dapat memicu konflik regional yang lebih luas, demikian dilaporkan The New York Times pada Kamis (15/1/2026), mengutip keterangan dari pejabat senior AS dan sejumlah pejabat di kawasan tersebut.

    Baca juga: Arti Samar Ucapan Trump Soal Iran Runtuh Diguncang Kerusuhan: Reza Pahlavi Naik Tahta? 

    Menurut laporan tersebut, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam percakapan telepon pada Rabu meminta Trump untuk menunda tindakan yang direncanakan.

    Saat ini, rezim pemerintahan Iran terus menghadapi aksi protes dari rakyat mereka di seluruh negeri.

    Pada hari yang sama, Trump mengatakan kalau ia telah menerima informasi dari "sumber-sumber yang sangat penting di pihak lain" yang mengindikasikan kalau otoritas Iran telah menghentikan eksekusi dan menghentikan pembunuhan terhadap para demonstran, meskipun para pejabat AS memperingatkan bahwa opsi militer masih dalam pertimbangan.

    Netanyahu juga berbicara dengan Wakil Presiden AS JD Vance awal pekan ini, sementara para ajudan Trump bertemu di Gedung Putih untuk meng-assessment potensi serangan.

    PROTES DI IRAN - Tangkap layar YouTube Iran International, menampilkan situasi aksi protes yang terjadi di Iran, Januari 2026. Ribuan warga Iran turun ke jalan memprotes anjloknya mata uang dan inflasi tinggi, yang membuat kebutuhan pokok tak lagi terjangkau.
    PROTES DI IRAN - Tangkap layar YouTube Iran International, menampilkan situasi aksi protes yang terjadi di Iran, Januari 2026. Ribuan warga Iran turun ke jalan memprotes anjloknya mata uang dan inflasi tinggi, yang membuat kebutuhan pokok tak lagi terjangkau. (tangkapan layar)

    Negara Arab Minta Iran Tak Membalas Kalau AS Menyerang

    Negara-negara Arab, termasuk Qatar, Arab Saudi, Oman, dan Mesir, juga mendesak Washington untuk menghindari serangan.

    Seruan mereka itu sekaligus memperingatkan Teheran agar tidak membalas jika AS bertindak, demi mencegah meluasnya perang.

    "Kami percaya pada dialog, dan kami percaya dalam menyelesaikan setiap perbedaan pendapat di meja perundingan," kata Menteri Negara Saudi Adel al-Jubeir.

    Sementara itu, Pentagon telah menggunakan jeda tersebut untuk memindahkan pasukan tambahan dan sistem pertahanan udara ke wilayah tersebut, bahkan ketika para pejabat AS mengatakan ketegangan di sekitar pangkalan-pangkalan utama, termasuk Al Udeid di Qatar, telah sedikit mereda.

    Israel Naikkan Status Waspada ke Level Tertinggi

    Adapun Israel dilaporkan sudah menaikkan tingkat kewaspadaan keamanannya ke level tertinggi.

    Narasumber dari pihak keamanan Israel, menurut Channel 12 , mengkonfirmasi kalau pertanyaannya bukan lagi "Apakah Washington akan mengambil tindakan militer?" tetapi "Kapan serangan itu akan terjadi?".

    Artinya, AS dipastikan akan menyerang Iran, hanya waktunya masih menjadi misteri.

    Baca juga: Khamenei Unggah Foto Trump Seperti Firaun, AS Beri Kode Serang Iran Paling Cepat Pekan Depan

    Atas hal ini, sejumlah lembaga keamanan Israel khawatir Tel Aviv dapat menjadi sasaran respons Iran atas serangan Amerika tersebut. 

    Seorang pejabat pertahanan senior Israel mengatakan kepada Channel 12 Israel kalau balasan Iran kemungkinan menyasar juga Israel, yang dikenal sebagai sekutu utama AS di kawasan. 

    "Respons Iran bergantung pada skala operasi Amerika. Operasi terbatas mungkin tidak akan memengaruhi kita, tetapi operasi berskala besar akan memicu respons yang sedang kita persiapkan, baik secara defensif maupun ofensif," kata pejabat tersebut.

    Bendara Amerika Serikat (AS) dan Israel
    SEKUTU UTAMA - Bendara Amerika Serikat (AS) dan Israel yang bersekutu sama lainnya. AS dipastikan akan meneyrang Iran dalam waktu dekat, hal yang diprediksi akan memicu respons pembalasan Teheran ke Israel.

    Serangan AS Picu Perang Baru IranVs Israel

    Dia menambahkan, Israel tidak hanya bersiap untuk pertahanan internal, tetapi juga untuk melindungi kepentingan globalnya seperti kedutaan besar dan komunitas Yahudi.

    "Kesiapan telah mencapai puncaknya," klaimnya.

    Kabinet politik-keamanan Israel juga sudah mengadakan pertemuan pada Selasa malam, di mana para menteri menerima laporan intelijen tentang Iran dan semua skenario yang mungkin terjadi.

    Seperti diketahui, Iran dan Israel memang dua negara yang berkonflik lama.

    Israel melancarkan perang 12 hari melawan Iran pada bulan Juni, dimulai dengan serangan skala besar terhadap komandan militer senior Iran, ilmuwan nuklir, lokasi pengayaan uranium, dan program rudal balistik.

    Israel membenarkan serangan itu sebagai tindakan yang diperlukan untuk mencegah Iran melaksanakan rencananya membangun senjata nuklir dan menghancurkan negara Yahudi.

    Menurut Lembaga Penyiaran Israel "Kan", Israel meyakini bahwa Presiden AS Donald Trump akan melaksanakan ancamannya untuk menyerang, dan hal ini akan menyebabkan perang lain antara Israel dan Iran.

    Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memanggil mantan Menteri Urusan Strategis Ron Dermer untuk bertemu pada hari Minggu dengan para menteri senior dan pejabat keamanan, di tengah pertimbangan Amerika Serikat mengenai kemungkinan tindakan, menurut Channel 12 .

    Saluran tersebut melaporkan bahwa konsultasi Dermer berawal dari keputusan-keputusan penting yang mungkin akan diambil pemerintahan Trump terkait Iran.

    Dermer , sekutu lama Netanyahu yang mengundurkan diri dari jabatannya pada bulan November, bertanggung jawab mengawasi hubungan dengan pemerintahan Trump.

     

    (oln/anews/*)


    Komentar
    Additional JS