0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Kapal Induk Spesial

    Kapal Induk AS Rusak Parah dan Berlumuran Darah di Baliho Iran - SindoNews

    5 min read

     

    Kapal Induk AS Rusak Parah dan Berlumuran Darah di Baliho Iran


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Selasa, 27 Januari 2026 - 18:41 WIB


    Spanduk raksasa yang menggambarkan kapal induk AS dan bendera Amerika dipajang di Lapangan Enqelab (Revolusi) di Teheran, Iran, 25 Januari 2026. Foto/VCG

    TEHERAN - Satu papan reklame besar di alun-alun terkemuka yang menggambarkan kapal induk Amerika Serikat (AS) dengan jet tempur yang hancur di deknya dan aliran darah, telah diresmikan di Teheran. Keterangan pada gambar tersebut dalam bahasa Farsi dan Inggris berbunyi, “Jika Anda menabur angin, Anda akan menuai badai.”

    Alun-alun Enghelab digunakan untuk pertemuan yang diselenggarakan negara, dan pihak berwenang mengubah gambar balihonya berdasarkan acara-acara nasional. Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak penindakan berdarah terhadap protes nasional di Iran yang menyebabkan ribuan orang tewas dan puluhan ribu ditangkap. Trump telah mengancam tindakan militer.

    Korps Garda Revolusi Islam mengatakan mereka “memantau dengan cermat” tindakan Israel dan AS di kawasan tersebut karena kekhawatiran meningkat atas kemungkinan serangan terhadap Iran.

    Keyakinan AS bahwa operasi terhadap Iran akan “cepat dan bersih” didasarkan pada “pemahaman yang tidak lengkap” tentang kemampuan Teheran, lapor Press TV, mengutip seorang pejabat IRGC yang tidak disebutkan namanya.

    Komandan IRGC memperingatkan pekan lalu bahwa pasukannya "lebih siap dari sebelumnya, siap menembak" saat kapal perang AS berlayar menuju wilayah tersebut. Jenderal Mohammad Pakpour mengatakan AS dan Israel harus "menghindari kesalahan perhitungan".

    Presiden Donald Trump mengatakan Iran sedang mencari negosiasi dengan Washington saat AS meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah.

    Dalam wawancara dengan media berita Axios pada Senin malam, presiden AS mengatakan situasi dengan Iran "sedang berubah-ubah" setelah ia memerintahkan apa yang ia sebut sebagai "armada besar" ke wilayah tersebut, tetapi menambahkan ia percaya Teheran benar-benar ingin mencapai kesepakatan.

    Para pejabat Gedung Putih, yang dikutip Axios, mengatakan serangan militer tetap menjadi pilihan, menambahkan Trump belum membuat keputusan akhir. Presiden diperkirakan akan mengadakan konsultasi lebih lanjut pekan ini dan meninjau opsi militer tambahan, tambahnya.

    Sebelumnya pada hari Senin, USS Abraham Lincoln memasuki "wilayah tanggung jawab" Komando Pusat AS, menandai peningkatan signifikan dalam postur militer AS di dekat Iran.

    Berbicara tentang pengerahan pasukan, Trump mengatakan, “Kita memiliki armada besar di sebelah Iran. Lebih besar dari Venezuela.”

    Pada saat yang sama, Trump menekankan diplomasi tetap menjadi pilihan. “Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin berbicara,” ujar Trump.

    Baca juga: Kapal Induk USS Abraham Lincoln Siap Menyerang Iran dalam 1-2 Hari Mendatang

    (sya)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    7 Wilayah AS yang Diperoleh...

    7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain

    Komentar
    Additional JS