Iran Mencekam! Internet Mati Total di Seluruh Negeri Seiring Unjuk Rasa Meluas - SindoNews
2 min read
Iran Mencekam! Internet Mati Total di Seluruh Negeri Seiring Unjuk Rasa Meluas
Jum'at, 09 Januari 2026 - 16:18 WIB
A
A
A
TEHERAN - Pemadaman internet nasional dilaporkan terjadi di Iran pada hari Kamis (8/1/2026), menurut kelompok pemantau global NetBlocks. Protes telah meletus di seluruh negeri sejak akhir Desember, dipicu hiperinflasi dan krisis ekonomi yang berkepanjangan di republik Islam yang dikenai sanksi tersebut.
Tidak ada informasi lebih lanjut tentang pemadaman internet yang segera tersedia.
Kerusuhan nasional, yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir, dengan cepat menyebar ke beberapa kota dan dilaporkan menyebabkan bentrokan mematikan dengan otoritas Iran. Beberapa pengunjuk rasa menuntut pemulihan monarki.
Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang diasingkan, yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, menyerukan lebih banyak protes dalam unggahan video di X pada hari Rabu.
Laporan mengatakan setidaknya 21 orang telah tewas selama protes. Kantor berita Tasnim juga telah memposting video dari kota Qazvin di bagian utara negara itu, yang tampaknya menunjukkan serangan brutal terhadap seorang petugas keamanan.
Menurut sumber media tersebut, petugas itu tidak bersenjata dan "hanya mengajak orang-orang yang berada di jalan untuk menyampaikan protes mereka tanpa penghinaan dan kerusakan terhadap properti publik."
Presiden Masoud Pezeshkian memperingatkan pemasok domestik agar tidak menimbun atau menaikkan harga barang, demikian dilaporkan media pemerintah pada hari Kamis.
Ia mengatakan masyarakat tidak boleh mengalami kekurangan dan mendesak pemerintah memastikan pasokan yang cukup dan memantau harga secara ketat di seluruh negeri.
Namun, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan para perusuh harus "ditempatkan pada tempatnya."
Hakim tertinggi negara itu juga menuduh para demonstran "beroperasi sejalan" dengan Amerika Serikat dan Israel.
Baca juga: Fatah Murka UNRWA Pecat 575 Karyawan di Gaza
Tidak ada informasi lebih lanjut tentang pemadaman internet yang segera tersedia.
Kerusuhan nasional, yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir, dengan cepat menyebar ke beberapa kota dan dilaporkan menyebabkan bentrokan mematikan dengan otoritas Iran. Beberapa pengunjuk rasa menuntut pemulihan monarki.
Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang diasingkan, yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, menyerukan lebih banyak protes dalam unggahan video di X pada hari Rabu.
Laporan mengatakan setidaknya 21 orang telah tewas selama protes. Kantor berita Tasnim juga telah memposting video dari kota Qazvin di bagian utara negara itu, yang tampaknya menunjukkan serangan brutal terhadap seorang petugas keamanan.
Menurut sumber media tersebut, petugas itu tidak bersenjata dan "hanya mengajak orang-orang yang berada di jalan untuk menyampaikan protes mereka tanpa penghinaan dan kerusakan terhadap properti publik."
Presiden Masoud Pezeshkian memperingatkan pemasok domestik agar tidak menimbun atau menaikkan harga barang, demikian dilaporkan media pemerintah pada hari Kamis.
Ia mengatakan masyarakat tidak boleh mengalami kekurangan dan mendesak pemerintah memastikan pasokan yang cukup dan memantau harga secara ketat di seluruh negeri.
Namun, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan para perusuh harus "ditempatkan pada tempatnya."
Hakim tertinggi negara itu juga menuduh para demonstran "beroperasi sejalan" dengan Amerika Serikat dan Israel.
Baca juga: Fatah Murka UNRWA Pecat 575 Karyawan di Gaza
(sya)