0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    AS-Iran di Pintu Perang, Maskapai Besar Eropa Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah Termasuk Israel - Tribunnews

    8 min read

     

    AS-Iran di Pintu Perang, Maskapai Besar Eropa Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah Termasuk Israel



    Maskapai Belanda misalnya, KLM menangguhkan penerbangannya ke Tel Aviv, Dubai, Dammam, dan Riyadh hingga pemberitahuan lebih lanjut

    AS-Iran di Pintu Perang, Maskapai Besar Eropa Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah, Media Israel: Perkembangan Mengkhawatirkan 

    TRIBUNNEWS.COM - Maskapai penerbangan besar Eropa, termasuk Air France dan KLM, menangguhkan penerbangan ke beberapa wilayah Timur Tengah mulai Jumat (23/1/2026).

    Pembatalan sejumlah penerbangan ini atas alasan kekhawatiran keamanan seiring meningkatnya ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah Presiden AS, Donald Trump memperingatkan kalau "armada besar" AS sedang menuju ke Teluk.

    Baca juga: Perang Habis-habisan, Iran Dapat Suplai Propelan dari China Buat Rudal Hadapi Serangan Amerika

    Penangguhan penerbangan, kerap kali menjadi penanda A1 (tingkat kepastian) atas gentingnya situasi sebuah negara atau kawasan. 

    Hengkangnya para diplomat asing, menjadi penanda lain kalau situasi yang ada bertambah buruk.

    Baca juga: Situasi Memburuk, Selandia Baru Tutup Kedutaan Besar di Iran dan Evakuasi Para Diplomatnya

    Maskapai penerbangan Belanda, KLM Royal Dutch Airlines juga menghentikan penerbangannya ke kota-kota di Timur Tengah hingga pemberitahuan lebih lanjut.

    Maskapai itu menambahkan kalau mereka tidak akan terbang melalui wilayah udara beberapa negara di kawasan tersebut, termasuk Iran dan Irak. 

    Hal yang menarik, KLM  juga membatalkan dua penerbangan malam menuju Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, Israel pada Jumat.

    Dalam judul beritanya, surat kabar IsraelMaariv mengatakan kalau hal ini menjadi sinyal perkembangan situasi yang mengkhawatirkan, terutama mengingat ketegangan ekstrem di kawasan itu akibat langkah-langkah Amerika dan ancaman serangan terhadap Iran.

    Stasiun penyiaran publik Belanda NOS melaporkan pada Jumat bahwa KLM mengatakan telah menangguhkan penerbangannya ke Tel Aviv, Dubai, Dammam, dan Riyadh hingga pemberitahuan lebih lanjut, tanpa memberikan alasan di balik keputusan tersebut. 

    Maskapai itu menambahkan kalau mereka tidak akan terbang melalui wilayah udara Iran, Irak, Israel, dan beberapa negara Teluk lainnya. Maskapai tersebut mengatakan bahwa mereka sedang berhubungan dengan pihak berwenang Belanda.

    Air France mengatakan kalau mereka untuk sementara menghentikan layanan ke Dubai, dengan alasan situasi geopolitik di kawasan tersebut. 

    “Karena situasi terkini di Timur Tengah, perusahaan telah memutuskan untuk menangguhkan sementara layanan penerbangannya ke Dubai,” kata maskapai penerbangan nasional Prancis dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

    Maskapai tersebut menambahkan bahwa mereka "terus memantau perkembangan situasi geopolitik di wilayah yang dilayani dan dilintasi oleh pesawatnya" untuk memastikan "tingkat keselamatan dan keamanan tertinggi" saat mengoperasikan penerbangan.

    "Air France memantau situasi secara langsung dan akan memberikan informasi terbaru lebih lanjut tentang jadwal penerbangannya," kata maskapai Prancis tersebut.

    Sementara itu, maskapai penerbangan Jerman Lufthansa sebelumnya menyatakan bahwa mereka tidak akan mengoperasikan penerbangan "dari dan ke Teheran hingga dan termasuk 29 Maret."

    USS Harry S. Truman Carrier Strike Group (HSTCSG)
    USS Harry S. Truman Carrier Strike Group (HSTCSG) (X/CENTCOM)

    Ancaman Trump ke Iran

    Gangguan penerbangan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada Kamis (22/1/2026) mengancam bahwa "armada" AS sedang menuju ke Teluk.

    Trump menambahkan kalau Washington mengawasi Iran dengan cermat meskipun Teheran telah menangguhkan rencana eksekusi terhadap para demonstran di tengah tindakan keras pemerintahnya.

    Di sisi lain, Trump, saat berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, di mana ia meluncurkan 'Dewan Perdamaian' internasional juga mengisyaratkan kalau Iran bersedia untuk berdialog.

    “Kami sedang mengawasi Iran,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One dalam perjalanan kembali ke Washington dari Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

    “Kami memiliki banyak kapal yang menuju ke sana untuk berjaga-jaga. Kami memiliki armada besar yang menuju ke sana. Dan kita akan lihat apa yang terjadi.” kata Trump.

    Mengklaim keberhasilan menghentikan ratusan eksekusi di Iran di tengah protes kekerasan yang menewaskan ribuan orang, Trump berkata, “Kita memiliki pasukan besar yang menuju ke Iran. Saya lebih suka tidak melihat apa pun terjadi, tetapi kita mengawasi mereka dengan sangat cermat. Saya menghentikan 837 hukuman gantung pada hari Kamis. Mereka akan mati. Semua orang akan digantung. Ini seperti dari 1.000 tahun yang lalu.”

    Dia menambahkan, “Kita memiliki armada. Kita memiliki armada besar yang menuju ke arah sana, dan mungkin kita tidak perlu menggunakannya. Kita lihat saja nanti.”
     


    Komentar
    Additional JS