Sosial Media
0
Perang Nuklir
Menampilkan postingan dengan label Perang Nuklir
Putin Diklaim Bakal Ubah Doktrin Nuklir Rusia, Bisa Memicu Perang Nuklir?  Kompas.tv - 2 September 2024, 13:12 WIB  putin-diklaim-bakal-ubah-doktrin-nuklir-rusia-bisa-memicu-perang-nuklir  MOSKOW, KOMPAS.TV - Presiden Rusia Vladimir Putin diklaim akan ubah doktrin nuklir Rusia sebagai respons eskalasi yang dilakukan Barat di perang Ukraina.  Rencana perubahan doktrin nuklir Rusia itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov, Minggu (1/9/2024).  Doktrin nuklir Rusia yang berlaku saat ini ditetapkan dengan dekrit Putin pada 2020.  Baca Juga: Zelenskyy Salah Perhitungan Serang Kursk, Pasukan Rusia Malah Makin Dekat ke Kota Penting Ukraina  Pada doktrin tersebut, Rusia bisa menggunakan senjata nuklir jika menerima serangan nuklir dari musuh, atau serangan konvensional yang mengancam eksistensi  Beberapa analis militer Rusia yang agresif telah menekan Putin untuk menurunkan ambang batas penggunaan nuklit, untuk “menyadarkan” musuh-musuh Rusia di Barat.  Jika perubahan doktrin nuklir itu sesuai dengan keinginan mereka, maka dikhawatirkan bisa memicu perang nuklir.  Putin sendiri pada Juni mengungkapkan bahwa doktrin nuklir merupakan instrument hidup yang bisa berubah, tergantung situasi dunia.  Pernyataan Ryabkov sendiri menjadi yang paling jelas, bahwa perubahan doktrin nuklir akan dilakukan.  “Pekerjaan itu saat ini tengah berada di tingkatan berikutnya, dan ada niatan yang jelas untuk melakukan koreksi,” katanya dikutip dari The Strait Times.  Ia mengatakan keputusan itu berhubungan dengan peningkatan eskalasi dari Barat, yang ia sebuh sebagai musuh, sehubungan dengan konflik di Ukraina.  Adapun Moskow menuduh Barat telah menggunakan Ukraina sebagai projesi untuk meningkatkan perang terhadap mereka, yang bertujuan menimbulkan kekalahan strategis pada Rusia dan memecah belahnya.  AS dan sekutunya menyangkal hal tersebut, dan mengatakan bahwa mereka membantu Ukraina mempertahankan diri dari perang agresi gaya colonial yang dilakukan Rusia.  Baca Juga: Paus Fransiskus Berangkat ke Indonesia Sore Nanti, Gunakan Pesawat dengan Teknologi Inovatif  Putin sendiri sejak melakukan invasi ke Ukraina pada Februari 2022, terus mengancam siapa pun yang berusaha menganggunya akan mendapatkan konsekusi yang tak pernah dihadapi sebelumnya.  Ia pun sejak itu terus mengeluarkan pernyataan bahwa apa yang dilakukan Barat dengan Ukraina merupakan ancaman perang nuklir.  Putin juga mengumumkan pengerahan senjata taktis nuklir Barat di Belarusia.   Sumber : The Strait Times  Kunjungan Paus ke Indonesia - Kompas TV

Putin Diklaim Bakal Ubah Doktrin Nuklir Rusia, Bisa Memicu Perang Nuklir? Kompas.tv - 2 September 2024, 13:12 WIB putin-diklaim-bakal-ubah-doktrin-nuklir-rusia-bisa-memicu-perang-nuklir MOSKOW, KOMPAS.TV - Presiden Rusia Vladimir Putin diklaim akan ubah doktrin nuklir Rusia sebagai respons eskalasi yang dilakukan Barat di perang Ukraina. Rencana perubahan doktrin nuklir Rusia itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov, Minggu (1/9/2024). Doktrin nuklir Rusia yang berlaku saat ini ditetapkan dengan dekrit Putin pada 2020. Baca Juga: Zelenskyy Salah Perhitungan Serang Kursk, Pasukan Rusia Malah Makin Dekat ke Kota Penting Ukraina Pada doktrin tersebut, Rusia bisa menggunakan senjata nuklir jika menerima serangan nuklir dari musuh, atau serangan konvensional yang mengancam eksistensi Beberapa analis militer Rusia yang agresif telah menekan Putin untuk menurunkan ambang batas penggunaan nuklit, untuk “menyadarkan” musuh-musuh Rusia di Barat. Jika perubahan doktrin nuklir itu sesuai dengan keinginan mereka, maka dikhawatirkan bisa memicu perang nuklir. Putin sendiri pada Juni mengungkapkan bahwa doktrin nuklir merupakan instrument hidup yang bisa berubah, tergantung situasi dunia. Pernyataan Ryabkov sendiri menjadi yang paling jelas, bahwa perubahan doktrin nuklir akan dilakukan. “Pekerjaan itu saat ini tengah berada di tingkatan berikutnya, dan ada niatan yang jelas untuk melakukan koreksi,” katanya dikutip dari The Strait Times. Ia mengatakan keputusan itu berhubungan dengan peningkatan eskalasi dari Barat, yang ia sebuh sebagai musuh, sehubungan dengan konflik di Ukraina. Adapun Moskow menuduh Barat telah menggunakan Ukraina sebagai projesi untuk meningkatkan perang terhadap mereka, yang bertujuan menimbulkan kekalahan strategis pada Rusia dan memecah belahnya. AS dan sekutunya menyangkal hal tersebut, dan mengatakan bahwa mereka membantu Ukraina mempertahankan diri dari perang agresi gaya colonial yang dilakukan Rusia. Baca Juga: Paus Fransiskus Berangkat ke Indonesia Sore Nanti, Gunakan Pesawat dengan Teknologi Inovatif Putin sendiri sejak melakukan invasi ke Ukraina pada Februari 2022, terus mengancam siapa pun yang berusaha menganggunya akan mendapatkan konsekusi yang tak pernah dihadapi sebelumnya. Ia pun sejak itu terus mengeluarkan pernyataan bahwa apa yang dilakukan Barat dengan Ukraina merupakan ancaman perang nuklir. Putin juga mengumumkan pengerahan senjata taktis nuklir Barat di Belarusia. Sumber : The Strait Times Kunjungan Paus ke Indonesia - Kompas TV

Ini Respons China soal Strategi Perang Nuklir AS yang Sangat Rahasia - Sindonews
Additional JS