Ditanya soal Kesehatannya, Trump Maki-maki Reporter: Kamu Menjijikkan - Kompas
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memarahi seorang reporter Reuters yang bertanya tentang kondisi kesehatannya setelah membatalkan sejumlah kampanye tatap muka menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections).
Trump bahkan melontarkan sejumlah komentar bersifat personal kepada reporter tersebut, mulai dari menyebutnya sakit hingga mengatakan penampilannya buruk.
Insiden itu terjadi pada Kamis (29/10/2026), ketika Trump berbicara kepada wartawan setelah kembali ke Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland dari kampanye di South Carolina.
Baca juga: Trump Incar Suara Pemilih Pedesaan, Janjikan Rp 272 T untuk Petani Jelang Pemilu Sela
Reporter Reuters Jacob Bogage awalnya bertanya mengapa Trump membatalkan rencana kunjungan kampanye ke Kansas yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (31/10/2026).
Trump Ngamuk, Obama Ejek Gedung Putih Bawa-bawa Saddam Hussein & Cheesecake Factory
Trump menjawab bahwa kondisinya sangat baik dan mengingatkan bahwa dirinya baru saja menggelar kampanye yang sukses.
Namun, Bogage kemudian menanyakan apakah keputusan Trump tidak datang ke Kansas berkaitan dengan kondisi kesehatannya atau kelelahan akibat terlalu sering bepergian.
"Kamu yang sakit karena menanyakan pertanyaan itu. Kamu sakit," jawab Trump, sebagaimana dikutip The Hill.
Trump kemudian melanjutkan dengan menyebut reporter tersebut menjijikkan dan mengomentari kondisi fisiknya.
"Kamu sudah mengikutiku selama dua minggu. Aku merasa sempurna. Kamu menjijikkan. Jaga kondisi tubuhmu. Penampilanmu buruk sekali," kata Trump.
Dalam rekaman percakapan yang diunggah PBS News, Trump juga sempat mempertanyakan tempat reporter tersebut bekerja dan menyebut Reuters sebagai media yang buruk.
Trump batalkan Kampanye di Kansas dan Iowa
Pertanyaan Bogage muncul setelah Trump membatalkan rencana menghadiri kampanye langsung di Kansas.
Kunjungan tersebut awalnya dijadwalkan untuk menggalang dukungan bagi kandidat Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026.
Beberapa jam setelah pembatalan kampanye Kansas diumumkan, Trump juga membatalkan agenda serupa di Iowa.
Menurut People, pembatalan itu terjadi setelah Trump menggelar 25 kampanye di 19 negara bagian dalam beberapa pekan terakhir.
Trump mengatakan dirinya tidak merasa perlu datang langsung ke Kansas karena masih memiliki agenda kampanye di Florida pada Jumat.
"Saya tidak merasa harus pergi ke Kansas. Besok saya akan ke Florida," ujarnya.
Baca juga: Jaga-jaga Kalah Pemilu, Trump Diam-diam Siapkan Cara Jalankan Agenda Tanpa Kongres
Namun, pada Jumat (30/10/2026), Trump berubah pikiran dan kembali menjadwalkan kampanye tatap muka di Kansas dan Iowa.
Kansas menjadi salah satu negara bagian yang persaingan pemilihan Senatnya cukup ketat. Senator petahana dari Partai Republik, Roger Marshall, menghadapi kandidat Partai Demokrat Adam Hamilton.
Lembaga pemantau pemilu nonpartisan Decision Desk HQ memperkirakan Marshall sedikit lebih unggul, dengan peluang kemenangan sebesar 58 persen.
Sementara itu, di Iowa, Partai Demokrat berupaya merebut kursi Senat yang ditinggalkan Senator Republik Joni Ernst. Persaingan berlangsung antara anggota DPRD negara bagian Josh Turek dari Partai Demokrat dan Ashley Hinson dari Partai Republik yang didukung Trump.
Sebelum Trump mengembalikan rencana kampanye langsung di kedua negara bagian tersebut, kelompok pendukung Trump, Make Amerika Great Again (MAGA), mengatakan akan menggelar kampanye jarak jauh di sedikitnya 19 negara bagian menjelang hari pemungutan suara.
Gedung Putih ikut serang reporter
.@POTUS absolutely DESTROYS Fake News @jacobbogage: "You are a SICK guy! Reuters is terrible, by the way. Look at this guy — he's way out of shape... You are disgusting. Put yourself in shape. You look like hell." ???????????? https://t.co/ln0k71AEWt
— Rapid Response 47 (@RapidResponse47) October 29, 2026
Gedung Putih kemudian turut mendukung respons Trump terhadap Bogage melalui sejumlah unggahan di akun X Rapid Response 47.
Akun tersebut mengunggah rekaman interaksi Trump dan reporter Reuters itu dengan keterangan yang menyebut Trump telah mengalahkan media palsu.
Akun yang sama juga membagikan dua tangkapan layar Bogage saat berada di dalam mobil. Gambar tersebut tampaknya diambil dari video-video Bogage yang membahas uji rasa makanan.
Unggahan itu diberi keterangan singkat, "Sloppy!" atau ceroboh.
Baca juga: Berubah Sikap, Trump Ingin Gas Rusia Dijual Lagi ke Eropa lewat Ukraina
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
