Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Korea Selatan Spesial

    Korea Selatan Uji Jalur Arktik ke Eropa, Pelayaran Bisa Lebih Cepat 10 Hari - DARIM ID

    2 min read

     

    dok. CNN Indonesia

    Korea Selatan berhasil menyelesaikan uji coba pelayaran kapal kontainer menuju Eropa melalui kawasan Arktik. Jalur alternatif ini dijajaki untuk mengantisipasi gangguan pelayaran global akibat konflik Timur Tengah.

    Kapal kontainer PanStar Acro kembali ke Pelabuhan Busan, Korea Selatan, pada Minggu (11/10), setelah menuntaskan perjalanan pulang-pergi melalui Jalur Laut Utara atau Northern Sea Route (NSR).

    Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan menyatakan kapal tersebut telah bersandar di Dermaga Jaseongdae, Pelabuhan Busan. PanStar Acro sebelumnya bertolak dari pelabuhan itu pada 22 Agustus.

    Dalam pelayaran menuju Eropa, kapal tersebut melintasi perairan Arktik sebelum singgah di Felixstowe, Inggris; Rotterdam, Belanda; dan Gdansk, Polandia. Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan, kapal kembali ke Korea Selatan melalui jalur yang sama.

    Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyambut keberhasilan uji coba tersebut. Menurutnya, jalur Arktik berpotensi memangkas waktu pelayaran satu arah hingga 10 hari dibandingkan rute konvensional yang melewati Terusan Suez.

    “Pelayaran ini juga memungkinkan kami memperoleh pengalaman berharga dalam mengoperasikan kapal kontainer Korea Selatan di perairan kutub dan mengumpulkan data navigasi,” kata Lee melalui media sosial X, seperti dikutip AFP, Minggu (11/10).

    Uji coba tersebut dilakukan ketika konflik Timur Tengah mengganggu jalur pelayaran internasional. Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Februari memicu ketidakpastian di kawasan dan mendorong pemerintah serta perusahaan pelayaran mencari rute alternatif.

    Jalur Laut Utara yang membentang di sepanjang pantai utara Rusia dinilai dapat menjadi pilihan karena menawarkan waktu tempuh lebih singkat untuk perjalanan tertentu antara Asia dan Eropa.

    Namun, penggunaan jalur tersebut menghadapi sejumlah tantangan. Kondisi es laut di Arktik sulit diprediksi, sementara sebagian kapal masih membutuhkan bantuan kapal pemecah es. Jalur ini juga umumnya lebih mudah dilalui pada bulan-bulan hangat ketika tutupan es berkurang.

    Selain persoalan navigasi, peningkatan aktivitas pelayaran menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan. Pegiat lingkungan memperingatkan lalu lintas kapal komersial dapat mengancam ekosistem Arktik yang rentan dan mempercepat hilangnya es.

    Sejumlah perusahaan pelayaran besar, termasuk CMA CGM, MSC, dan Hapag-Lloyd, telah berkomitmen menghindari rute Arktik dengan alasan lingkungan.

    Lee tidak menyinggung persoalan tersebut dalam pernyataannya. Ia menyebut keberhasilan uji coba akan membantu Korea Selatan mempersiapkan diri menghadapi era pelayaran Arktik, sekaligus mendukung rencana menjadikan Busan dan kawasan tenggara negara itu sebagai pusat maritim.

    Komentar
    Additional JS