Tambah Sembilan Raksasa Baru, 26 Perusahaan Farmasi Siap Hadirkan Obat Murah di AS - SindoNews
Selasa, 01 September 2026 - 11:40 WIB

Presiden AS, Donald Trump kembali mengumumkan gebrakan besar di sektor kesehatan dengan menggandeng sembilan perusahaan farmasi dan bioteknologi global. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump kembali mengumumkan gebrakan besar di sektor kesehatan dengan menggandeng sembilan perusahaan farmasi dan bioteknologi global. Kesepakatan ini mengklaim akan memangkas harga obat -obatan Medicaid hingga menyentuh angka termurah di dunia.
Langkah ini memperluas skema diskon most-favored nation yang dirancang pemerintah AS untuk menyelaraskan harga obat domestik dengan tarif murah yang dijual produsen ke negara-negara luar. Baca Juga:
Trump Desak Perusahaan Kanada Pindah ke AS, Janjikan Bebas TarifPerusahaan yang baru bergabung dalam kesepakatan ini meliputi UCB SA, Bridgebio Pharma Inc., Sun Pharmaceutical Industries Ltd., Teva Pharmaceutical, Astellas Pharma, Alcon AG, BeOne Medicines, CSL Ltd., dan Kyowa Kirin Co.
Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Senin (1/9/2026) waktu setempat, Trump mengklaim bahwa penambahan ini membuat total 26 perusahaan farmasi -yang menguasai 90% pasar farmasi domestik AS- resmi menandatangani skema diskon tersebut.
Baca Juga: AS Kendalikan Cadangan Minyak Venezuela 65 Miliar Barel Senilai Rp1.775 Triliun
"Setiap obat akan dijual pada tingkat harga termurah yang tersedia di mana pun di dunia. Sisa 10% produsen lainnya pasti akan ikut bergabung-mereka tidak punya pilihan lain," tegas Trump.
Mekanisme Diskon Medicaid
Produsen akan memberikan pemotongan harga obat rawat jalan kepada program Medicaid tingkat negara bagian. Namun, partisipasi program Medicaid negara bagian bersifat opsional.
Sebelumnya, 17 raksasa farmasi seperti Pfizer dan Eli Lilly telah menyetujui pemotongan harga serupa dengan imbalan keringanan tarif impor dari pemerintah AS.
Sementara itu riset yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) oleh peneliti Harvard Medical School dan Urban Institute memperkirakan uji coba pemangkasan harga obat ini berpotensi menghemat anggaran negara bagian hingga lebih dari USD8 miliar per tahun untuk 82 jenis obat bermerek berbiaya tinggi.
Meski disambut positif oleh pasien Medicaid, para pengamat menilai kebijakan ini tidak menyelesaikan beban biaya bagi lebih dari 160 juta warga AS yang mengandalkan asuransi dari tempat kerja. Selain itu, proyeksi analis kongres menunjukkan pemotongan dana Medicaid dalam Undang-Undang Domestik AS berisiko menyebabkan hingga 10 juta orang kehilangan asuransi hingga tahun 2034.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

10 Unit Su-30 Flanker Siap Lawan Pengebom AS di Laut Baltik
Terpopuler
1
2
3
4
5





