Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Donald Trump Featured Konflik Rusia Ukraina Spesial Vladimir Putin

    Putin Telepon Trump, Nihil Akhiri Perang Ukraina-Tak Akan Agresif ke Eropa - detik

    2 min read

     

    Jakarta -

    Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, melakukan pembicaraan telepon. Sambung telepon setelah para negosiator AS mengunjungi Moskow pada akhir pekan lalu.

    Dilansir AFP, Rabu (9/9/2026), Steve Witkoff, rekan bisnis Trump, dan Jared Kushner, menantu Trump, mengunjungi ibu kota Rusia dan Ukraina pada akhir pekan lalu untuk melakukan pembicaraan dengan Putin maupun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

    Dalam pembicaraan telepon selama satu jam, Putin dan Trump "bertukar pandangan mengenai hasil kunjungan tersebut," kata ajudan Kremlin Yuri Ushakov kepada para wartawan.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Pembicaraan itu tidak menghasilkan terobosan segera dalam perang yang telah berlangsung selama empat setengah tahun, yang merupakan konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II. Ushakov mengatakan Putin memaparkan kepada Trump sebuah "analisis yang objektif dan terperinci" mengenai situasi di garis depan.

    Pemimpin Kremlin itu secara rutin menyatakan bahwa pasukannya terus bergerak maju di sepanjang garis depan, dan penguasaan penuh atas wilayah Donbas di timur hanyalah masalah waktu.

    Ia juga "menunjukkan apa yang secara realistis dapat dilakukan pihak Amerika untuk mengakhiri permusuhan dengan cepat," kata Ushakov, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

    Moskow belum menunjukkan tanda-tanda akan melunakkan tuntutan maksimalisnya untuk mengakhiri perang, termasuk tuntutan agar Ukraina menyerahkan wilayah di timur yang belum dikuasai oleh pasukan Rusia.

    Putin juga menyampaikan kepada Trump bahwa Rusia "tidak memiliki rencana agresif" terhadap Eropa, ujar Ushakov. Selama musim panas, Kremlin dituduh meningkatkan kampanye sabotase terhadap negara-negara Eropa yang mendukung Ukraina-tuduhan yang telah dibantahnya.

    "Mengingat adanya spekulasi mengenai dugaan niat bermusuhan Rusia terhadap negara-negara Eropa, ditegaskan bahwa kami sama sekali tidak memiliki rencana agresif apa pun terhadap Eropa," kata Ushakov.

    "Mitos-mitos yang disebarkan mengenai ancaman Rusia dijadikan dalih bagi pihak Eropa untuk meningkatkan dukungan bagi Ukraina serta menambah anggaran militer mereka sendiri," tambahnya.

    Menambah kekhawatiran mengenai niat Rusia, kepala CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan mendadak ke Moskow pada akhir Agustus; media AS melaporkan bahwa ia memperingatkan Rusia agar tidak menyerang negara anggota NATO mana pun.

    (rfs/rfs)

    Komentar
    Additional JS